Kamis, 21 Juni 2018

hasil observasi masyarakat Tanjung Batu Kabupaten OI


Hasil Observasi Pada Masyarakat Desa Tanjung Batu Kabupaten Ogan IIir RT RW 04/07


Rahmat Rizqi Afriansyah 1730203155


PENDAHULUAN


A.      Latar Belakang
Ini adalah alasan saya mengapa ingin melakukan survei atau penelitian kecil ke masyarakat Desa Tanjung Batu ini karena  saya ingin mengetahui lebih dalam lagi tentang kehidupan masyarakat di desa Tanjung Batu. Selain itu juga saya ingin lebih mengetahui bagaimana kehidupan sehari hari di masyarakat Desa Tanjung Batu dan itu yang  menjadikan saya semakin semangat dan senang dalam memperdalam penelitian saya.
Desa Tanjung Batu Kab. Ogan Ilir Rt 04 Rw 07  adalah tempat yang saya jadikan objek sebagai penelitian saya.
Kehidupan masyarakat Desa Tanjung Batu ini masih bersahabat dengan alam dan juga budaya budaya sekitar nya masih melekat di Desa Tanjung Batu ini.

1.    Rumusan Masalah

Rumusan penelitian yang menjadi fokus dalam penelitian adalah:
a.         Bagaimana aktifitas-aktifitas keseharian pada masyarakat Desa Tanjung Batu Kabupaten Ogan ilir
b.        Bagaimana tingkatan pendidikan pada masyarakat Desa Tanjung Batu?
c.         Bagaimana kebudayaan disekitar masyarakat Desa Tanjung Batu?
d.        Apa pendapatan penduduk di masyarakat Desa Tanjung Batu?





2.      Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian ini adalah:
a.         Untuk mengetahui aktifitas-aktifitas keseharian pada masyarakat Desa Tanjung Batu Kabupaten Ogan Ilir.
b.        Untuk mengetahui tingkatan pendidikan pada masyarakat Desa Tanjung Batu
c.         Untuk mengetahui kebudayaan-kebudayaan di masyarakat Desa Tanjung Batu.
d.        Untuk mengetahui pendapatan penduduk di masyarakat Desa Tanjung Batu.

3.      Manfaat Penelitian
Penelitian ini memberikan manfaat:
a.         Memberikan pengetahuan tentang apa itu  kehidupan bermasyarakat di Desa Tanjung Batu, Kabupaten Ogan Ilir.
b.        Memberikan pengetahuan tentang bagaimana cara berpendidikan di masyarakat Desa Tanjung Batu.
c.         Dapat menggali  nilai-nilai kehidupan sosial dari masyarakat desa Tanjung Batu dan menerapkanya dalam kehidupan bermasyarakat.

4.      Kajian Teoritis
R. Linton: Seorang antropologi mengemukakan bahwa masyarakat adalah setiap kelompok manusia yang telah cukup lama hidup dan bekerja sama, sehingga mereka dapat mengeorganiasikan dirinya, berpikir tentang dirinya dalam satu kesatuan sosial dengan batas-batas tertentu.
Sebuah  masyarakat harus memiliki syarat-syarat sebagai berikut:
a.         Harus ada  pengumpulan manusia dan harus banyak.
b.         Telah bertempat tinggal dalam waktu yang lama.
c.         Adanya peraturan perundang-undangan yang mengatur mereka untuk menuju kepada kepentingan dan tujuan bersama



Ciri-ciri Masyarakat:
a.         Manusia yang hidup berkelompok
b.         Yang melahirkan kebudayaan
c.         Mengalami perubahan
d.        Manusia yang berinteraksi
e.     Bergotong Royong
f.      Saling Membantu satu sama lain

Untuk mempelajari tentang proses terbentuknya masyarakat, perlu dilakukan berbagai analisis dari proses-proses yang ada:

a.    Proses belajar kebudayaan sendiri
1)        Proses internalisasi
Sebuah proses jangka panjang sejak individu itu dilahirkan sampai meninggal, dimana manusia tersebut belajar untuk menanamkan ke dalam kepribadianya segala perasaan, nafsu, emosi, dan hasrat yang dibutuhkan disepanjang hidupnya.
2)        Proses Sosialisasi
Proses sosialisasi yang mana saat masa anak-anak sampai di masa tuanya mendalami pola-pola tindakan untuk interaksi dengan berbagai macam individu yang ada di sekelilingnya.
3)        Proses Enkulturasi
Proses menyesuaikan dan mempelajari alam pikiran serta sikap terhaap sistem norma, pertauran-peraturan, dan adat istiadat tang hidup dalam kebudayaanya.

b.    Proses Evolusi Sosial
Masyarakat dan kebudayaan dapat di analisis oleh para peneliti seolah-olah dari dekat dengan detail ataupun dipandang dari jauh dengan cara memperhatikanya adanya berbagai macam perubahan besar.




c.    Proses difusi
d.   Akulturasi atau asimilasi
Proses sosial yang dapat timbul apabila kelompok  manusia dengan kebudayaan-kebudayaan tertentu yang dihadapkan dengan berbagai unsur dari kebudayaan yang masih asing yeng sedemikian rupa, yang pada akhirnya unsur-unsur dari kebudayaan asing tersebut akan lambat laun diterima serta diolah ke dalam kebudayaan sendiri dengan tidak menghilangkan kepribadian dari suatu kebudayaan itu sendiri.
e.    Inovasi
Proses pembaruan dari pemakaian berbagai macam sumber alam, modal, dan energi pengaturan baru untuk tenaga kerja, serta pemakaian teknologi yang lebih baru untuk semua yang akan menyebabkan terjadinya sistem produksi, dan dibuatnya macam produk baru.

5.       Metodologi

a.       Jenis Pendekatan penelitian
            Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif atau fenomena dengan pendekatan kualitatif. Suwandi (2008;1) menyatakan bahwa penelitian kualitatif adalah jenis penelitian yang menghasilkan penemuan-penemuan yang tidak dapat dicapai dengan menggunakan prosedur-prosedur statistik atau dengan cara kuantitatif lainya. Penelitian kualitatif dapat digunakan untuk meneliti kehidupan masyarakat, sejarah, tingkah laku, fungsionalisasi organisasi, gerakan sosial atau hubungan kekerabatan (Strauss dan corbin, 1997:1) dalam suwandi (2008:1).

            Denzin dan Lincoln (Moleong, 2005:5) menyatakan bahwa penelitian kualitatif adalah penelitian yang menggunakan latar ilmiah dengan maksud menafsirkan fenomena yang terjadi dan dilakukan dengan jalan melibatkan berbagai metode yang ada. Sedangkan Meleong sendiri (2005:6) mendefinisikan penelitian kualitatif adalah penelitian yang bermaksud untuk memahami fenomena tentang apa yang dialami oleh subjek penelitian misalnya, perilaku, persepsi, motivasi dan tindakan dan lain-lain. Secara holistik dengan cara deskriptif dalam bentuk kata-kata dan bahasa, pada suatu konteks khusus yang alamiah dan dengan memanfaatkan berbagai metode alamiah.
           
            Dari semua uraian di atas maka dapt disimpulkan bahwa penelitian kualitatif adalah penelitian yang dilakukan dalm kondisi objek alamiah, dimana antar individu (peneliti) dengan latar (lokus penelitianya) tidak di isolasi ke dalam bentuk variabel dan atau hipotesis, karena antara peneliti dengan tempat di aman dia melakukan penelitianya merupakan suatu kesatuan yang utuh (holistik). Selain itu penelitian menjadi instrumen kunci penelitianya, karena penelitian itu sendiri bergantung pada pengamatan yang dilakukan peneliti dalam suatu kawasan tersendiri dan hanya peneliti yang mampu berinteraksi dengan orang-orang di dalam kawasan tersebut, baik dalam bahasanya maupun di dalam penelitianya.

            Lodico, Spaulding, dan Voegtle (2006) dalam Emzir (2011:2) mengemukakan penelitian kualitatif, yang juga disebut penelitian interpretatif atau penelitian lapangan adalah suatu metode yang dipinjam dari disiplin ilmu seperti sosiologi dan antrolopohi dan di adaptasi ke dalam setting pendidikan. Peneliti kualitatif menggunakan metode penalaran induktif, dan sangat percaya bahwa terdapat banyak perspektif yang akan dapat di ungkapkan
            Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa, penelitian kualitatif adalah penalaran induktif, berfokus pada senomena sosial tentang apa yang dialami oleh subjek penelitian dan sangat percaya bahwa terdapat banyak perspektif yang akan dapat diungkapkan berupa kata-kata, gambar dan bukan angka-angka yang dapat dari fenomena dilapangan yang bersifat empiris.

b.      Metode
1.      Observasi
            Menurut Prof.Heru Observasi adalah studi yang dilaksanakan secara sengaja, terarah, sistematis, dan terencana sesuai tujuan yang akan dicapai dengan mengamati dan mencatat seluruh kejadian dan fenomena yang terjadi dan mengacu pada syarat dan aturan dalam penelitian atau karya ilmiah. Hasil observasi ilmiah ini dijelaskan secara teliti, tepat dan akurat, serta tidak diperbolehkan untuk ditambah atau dikurangi dan dibuat-buat sesuai keinginan peneliti.
            Secara umum Observasi adalah proses pengamatan dan pencatatan secara sistematis mengenai gejala-gejala yang diteliti.
            Dapat dikatakan juga bahwa Observasi adalah salah satu metode pengumpulan data dengan mengamati atau meninjau secara cermat dan langsung di likasi penelitian atau lapangan untuk mengetahui secara langsung kondisi yang terjadi atau untuk membuktikan kebenaran dari sebuah desain penelitian.
            Kegiatan observasi ini menjadi salah satu dari teknik pengumpulan data apabila sesuai dengan tujuan penelitian, yang direncanakan dan di catat secara sistematis, serta dapat dikontrol keandalan (reliabilitas)dan kesahihanya (validitasnya).

2.      Wawancara

            Menurut  Robert Kahn dan Channel, Wawancara adalah suatu pola khusus dari sebuah interaksi yang dimulai secara lisan untuk suatu tujuan tertentu dan difokuskan pada daerah konten yang spesifik dengan suatu proses eliminasi dari bahan-bahan yang tidak ada hubunganya secara berkelanjutan.
            Wawancara atau interview adalah suatu percakapan antara dua orang atau lebih dan berlangsung antara narasumber dan pewawancara. Tujuan dari wawancara adalah untuk memperoleh informasi yang tepat dari narasumber yang terpercaya. Wawancara dilakukan dengan cara penyampaian sejumlah petanyaan dari pewawancara kepada narasumber.

c.    Analisis Data
            Data yang dihasilkan dari lapangan baik data primer maupun sekunder terlebih dahulu diorganisasikan ke dalam suatu pola, kategori dan satuan uraian dasar. Kemudian data tersebut di analisis dengan cara yang kualitatif.
d.      Waktu penelitian
Survei lapangan penelitian: 9 juni 2018
Penelitian lapangan       : 10-12 juni 2018




HASIL PENELITIAN

A.           Kebudayaan Masyarakat Desa Saleh Mukti
            Masyarakat di Desa Tanjung Batu ini masih melestarikan budaya-budaya zaman dahulu di padukan dengan zaman sekarang seperti adat dalam pernikahan tetapi sudah tidak terlalu kental lagi kebudayaanya seperti dahulu. Contoh dalam segi budaya permainan di Desa Tanjung Batu, anak anak kecil nya sudah jarang memainkan permainan jaman dahulu, sudah terpengaruh dengan zaman sekarang, begitu juga dengan perubahan. Masyarakat Tanjung Batu Bisa saja menerima perubahan dari budaya luar, tetapi tidak bisa sekaligus, melainkan harus bertahap.
          Tempat: Desa Tanjung Batu, Kecamatan Tanjung Batu, Kabupaten Ogan Ilir
          Waktu: pukul 13:00-17:00 WIB

B.            Agama
            Masyarakat di Desa Tanjung Batu ini semuanya dari yang kecil sampai yang tua pun  menganut agama islam. Tetapi walaupun masyarakat di Desa Tanjung Batu ini sudah mempunyai agama islam, tetapi ada sebagian masyarakat yang mempercayai dengan adanya aliran animisme ataupun dinamisme.

C.           Pendapatan Penduduk
            Setelah survei dan penelitian saya lakukan, dari sekian jumlah penduduk masyarakat di Desa Tanjung Batu rata-rata menduduki kerja sebagai nelayan, karena kebanyakan warga masyarakat di Desa Tanjung Batu, tidak bisa mengikuti pendidikan sampai tuntas, salah satunya yaitu karena faktor ekonomi. Maka dari segi kemampuan skill dan pengalaman-pengalaman sangat minim. Tetapi dari sebagian anak-anaknya sudah banyak mulai merantau untuk sekolah di luar desanya seperti ke Palembang, Jawa,dan berbagai kota lainnya..

            Meskipun mereka banyak yang kurang dalam pendidikan dan kebanyakan juga masyarakat di Desa Tanjung Batu ini pendidikan terakhir mereka adalah Sekolah Menengah Pertama, mereka tetap sangat bersemangat untuk menyekolahkan anak-anaknya setinggi mungkin.
            Keinginan orang tua di masyarakat Desa Tanjung Batu ini ialah ia tidak ingin anak-anaknya atau generasinya bernasib yang sama seperti mereka, ia ingin anak-anaknya bisa bernasib yang bagus dan bisa mengangkat derajat orang tuanya di desa dan bisa memperbaiki nasib keluarganya.


PENUTUP
A.      Kesimpulan
                 Kesimpulan yang di dapat dari penelitian di Desa Tanjung Batu ini adalah:
Penduduk desa Tanjung Batu sebagian masih mempercayai adanya mistis atau makhluk gaib, dan juga masyarakat desa saleh mukti bisa menerima adanya modernisasi dan mengikuti perkembangan zaman tetapi tidak secepat di kota-kota
                 Penduduk desa saleh mukti rata-rata pekerja sebagai Nelayan. Penduduk di desa Tanjung Batu ini kebanyakan pendidikan terakhirnya itu ialah Sekolah Menengah Pertama. juga sudah banyak generasinya yang melanjutkan pendidikanya di luar desa atau merantau kelur kota.
                 Penduduk di Desa Tanjung Batu ini bisa disebut masih bersifat gemeinschaft atau solidaritasnya antar penduduk masih sangat tinggi. Masih memiliki rasa bertanggung jawab dan memiliki rasa kebersamaan yang tinggi, memiliki rasa gotong royong dan rasa ingin saling membantu antar sesame warga.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

SEKOLAH SEBAGAI ORGANISASI LAPORAN PENELITIAN “ SEKOLAH SEBAGAI ORGANISASI” Oleh : YOLI AMRIL SYAFIRA (1730203181) PENDAHULUAN...