Hasil Observasi Pada Masyarakat Desa
Tanjung Batu Kabupaten Ogan IIir RT RW 04/07
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Ini adalah alasan saya mengapa ingin melakukan survei atau
penelitian kecil ke masyarakat Desa Tanjung Batu ini karena saya ingin mengetahui lebih dalam lagi
tentang kehidupan masyarakat di desa Tanjung Batu. Selain itu juga saya ingin
lebih mengetahui bagaimana kehidupan sehari hari di masyarakat Desa Tanjung
Batu dan itu yang menjadikan saya semakin
semangat dan senang dalam memperdalam penelitian saya.
Desa Tanjung Batu Kab. Ogan Ilir Rt 04 Rw 07 adalah tempat yang saya jadikan objek sebagai
penelitian saya.
Kehidupan masyarakat Desa Tanjung Batu ini masih bersahabat
dengan alam dan juga budaya budaya sekitar nya masih melekat di Desa Tanjung
Batu ini.
1. Rumusan
Masalah
Rumusan penelitian yang menjadi fokus dalam penelitian
adalah:
a.
Bagaimana aktifitas-aktifitas
keseharian pada masyarakat Desa Tanjung Batu Kabupaten Ogan ilir
b.
Bagaimana
tingkatan pendidikan pada masyarakat Desa Tanjung Batu?
c.
Bagaimana
kebudayaan disekitar masyarakat Desa Tanjung Batu?
d.
Apa
pendapatan penduduk di masyarakat Desa Tanjung Batu?
2. Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian ini adalah:
a.
Untuk
mengetahui aktifitas-aktifitas keseharian pada masyarakat Desa Tanjung Batu
Kabupaten Ogan Ilir.
b.
Untuk
mengetahui tingkatan pendidikan pada masyarakat Desa Tanjung Batu
c.
Untuk
mengetahui kebudayaan-kebudayaan di masyarakat Desa Tanjung Batu.
d.
Untuk
mengetahui pendapatan penduduk di masyarakat Desa Tanjung Batu.
3. Manfaat Penelitian
Penelitian ini memberikan manfaat:
a.
Memberikan
pengetahuan tentang apa itu kehidupan bermasyarakat
di Desa Tanjung Batu, Kabupaten Ogan Ilir.
b.
Memberikan
pengetahuan tentang bagaimana cara berpendidikan di masyarakat Desa Tanjung
Batu.
c.
Dapat
menggali nilai-nilai kehidupan sosial
dari masyarakat desa Tanjung Batu dan menerapkanya dalam kehidupan bermasyarakat.
4. Kajian Teoritis
R. Linton: Seorang antropologi
mengemukakan bahwa masyarakat adalah setiap kelompok manusia yang telah cukup
lama hidup dan bekerja sama, sehingga mereka dapat mengeorganiasikan dirinya,
berpikir tentang dirinya dalam satu kesatuan sosial dengan batas-batas
tertentu.
Sebuah masyarakat harus memiliki syarat-syarat
sebagai berikut:
a.
Harus
ada pengumpulan manusia dan harus
banyak.
b.
Telah
bertempat tinggal dalam waktu yang lama.
c.
Adanya
peraturan perundang-undangan yang mengatur mereka untuk menuju kepada
kepentingan dan tujuan bersama
Ciri-ciri
Masyarakat:
a.
Manusia
yang hidup berkelompok
b.
Yang
melahirkan kebudayaan
c.
Mengalami
perubahan
d.
Manusia
yang berinteraksi
e. Bergotong Royong
f. Saling Membantu satu sama lain
Untuk mempelajari tentang proses terbentuknya masyarakat,
perlu dilakukan berbagai analisis dari proses-proses yang ada:
a. Proses belajar kebudayaan sendiri
1)
Proses
internalisasi
Sebuah proses jangka panjang sejak
individu itu dilahirkan sampai meninggal, dimana manusia tersebut belajar untuk
menanamkan ke dalam kepribadianya segala perasaan, nafsu, emosi, dan hasrat
yang dibutuhkan disepanjang hidupnya.
2)
Proses
Sosialisasi
Proses sosialisasi yang mana saat
masa anak-anak sampai di masa tuanya mendalami pola-pola tindakan untuk
interaksi dengan berbagai macam individu yang ada di sekelilingnya.
3)
Proses
Enkulturasi
Proses menyesuaikan dan mempelajari
alam pikiran serta sikap terhaap sistem norma, pertauran-peraturan, dan adat
istiadat tang hidup dalam kebudayaanya.
b. Proses Evolusi Sosial
Masyarakat dan kebudayaan dapat di
analisis oleh para peneliti seolah-olah dari dekat dengan detail ataupun
dipandang dari jauh dengan cara memperhatikanya adanya berbagai macam perubahan
besar.
c. Proses difusi
d. Akulturasi atau asimilasi
Proses sosial yang dapat timbul apabila
kelompok manusia dengan
kebudayaan-kebudayaan tertentu yang dihadapkan dengan berbagai unsur dari
kebudayaan yang masih asing yeng sedemikian rupa, yang pada akhirnya
unsur-unsur dari kebudayaan asing tersebut akan lambat laun diterima serta
diolah ke dalam kebudayaan sendiri dengan tidak menghilangkan kepribadian dari
suatu kebudayaan itu sendiri.
e. Inovasi
Proses pembaruan dari pemakaian
berbagai macam sumber alam, modal, dan energi pengaturan baru untuk tenaga
kerja, serta pemakaian teknologi yang lebih baru untuk semua yang akan
menyebabkan terjadinya sistem produksi, dan dibuatnya macam produk baru.
5. Metodologi
a.
Jenis
Pendekatan penelitian
Jenis
penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif atau fenomena
dengan pendekatan kualitatif. Suwandi (2008;1) menyatakan bahwa penelitian
kualitatif adalah jenis penelitian yang menghasilkan penemuan-penemuan yang
tidak dapat dicapai dengan menggunakan prosedur-prosedur statistik atau dengan
cara kuantitatif lainya. Penelitian kualitatif dapat digunakan untuk meneliti
kehidupan masyarakat, sejarah, tingkah laku, fungsionalisasi organisasi,
gerakan sosial atau hubungan kekerabatan (Strauss dan corbin, 1997:1) dalam
suwandi (2008:1).
Denzin
dan Lincoln (Moleong, 2005:5) menyatakan bahwa penelitian kualitatif adalah
penelitian yang menggunakan latar ilmiah dengan maksud menafsirkan fenomena
yang terjadi dan dilakukan dengan jalan melibatkan berbagai metode yang ada.
Sedangkan Meleong sendiri (2005:6) mendefinisikan penelitian kualitatif adalah
penelitian yang bermaksud untuk memahami fenomena tentang apa yang dialami oleh
subjek penelitian misalnya, perilaku, persepsi, motivasi dan tindakan dan
lain-lain. Secara holistik dengan cara deskriptif dalam bentuk kata-kata dan
bahasa, pada suatu konteks khusus yang alamiah dan dengan memanfaatkan berbagai
metode alamiah.
Dari
semua uraian di atas maka dapt disimpulkan bahwa penelitian kualitatif adalah
penelitian yang dilakukan dalm kondisi objek alamiah, dimana antar individu
(peneliti) dengan latar (lokus penelitianya) tidak di isolasi ke dalam bentuk
variabel dan atau hipotesis, karena antara peneliti dengan tempat di aman dia
melakukan penelitianya merupakan suatu kesatuan yang utuh (holistik). Selain
itu penelitian menjadi instrumen kunci penelitianya, karena penelitian itu
sendiri bergantung pada pengamatan yang dilakukan peneliti dalam suatu kawasan
tersendiri dan hanya peneliti yang mampu berinteraksi dengan orang-orang di
dalam kawasan tersebut, baik dalam bahasanya maupun di dalam penelitianya.
Lodico,
Spaulding, dan Voegtle (2006) dalam Emzir (2011:2) mengemukakan penelitian
kualitatif, yang juga disebut penelitian interpretatif atau penelitian lapangan
adalah suatu metode yang dipinjam dari disiplin ilmu seperti sosiologi dan
antrolopohi dan di adaptasi ke dalam setting pendidikan. Peneliti kualitatif
menggunakan metode penalaran induktif, dan sangat percaya bahwa terdapat banyak
perspektif yang akan dapat di ungkapkan
Dari
uraian di atas dapat disimpulkan bahwa, penelitian kualitatif adalah penalaran
induktif, berfokus pada senomena sosial tentang apa yang dialami oleh subjek
penelitian dan sangat percaya bahwa terdapat banyak perspektif yang akan dapat
diungkapkan berupa kata-kata, gambar dan bukan angka-angka yang dapat dari
fenomena dilapangan yang bersifat empiris.
b. Metode
1. Observasi
Menurut
Prof.Heru Observasi adalah studi yang dilaksanakan secara sengaja, terarah,
sistematis, dan terencana sesuai tujuan yang akan dicapai dengan mengamati dan
mencatat seluruh kejadian dan fenomena yang terjadi dan mengacu pada syarat dan
aturan dalam penelitian atau karya ilmiah. Hasil observasi ilmiah ini
dijelaskan secara teliti, tepat dan akurat, serta tidak diperbolehkan untuk
ditambah atau dikurangi dan dibuat-buat sesuai keinginan peneliti.
Secara
umum Observasi adalah proses pengamatan dan pencatatan secara sistematis
mengenai gejala-gejala yang diteliti.
Dapat
dikatakan juga bahwa Observasi adalah salah satu metode pengumpulan data dengan
mengamati atau meninjau secara cermat dan langsung di likasi penelitian atau
lapangan untuk mengetahui secara langsung kondisi yang terjadi atau untuk
membuktikan kebenaran dari sebuah desain penelitian.
Kegiatan
observasi ini menjadi salah satu dari teknik pengumpulan data apabila sesuai
dengan tujuan penelitian, yang direncanakan dan di catat secara sistematis,
serta dapat dikontrol keandalan (reliabilitas)dan kesahihanya (validitasnya).
2. Wawancara
Menurut Robert Kahn dan Channel, Wawancara adalah suatu
pola khusus dari sebuah interaksi yang dimulai secara lisan untuk suatu tujuan
tertentu dan difokuskan pada daerah konten yang spesifik dengan suatu proses
eliminasi dari bahan-bahan yang tidak ada hubunganya secara berkelanjutan.
Wawancara
atau interview adalah suatu percakapan antara dua orang atau lebih dan
berlangsung antara narasumber dan pewawancara. Tujuan dari wawancara adalah
untuk memperoleh informasi yang tepat dari narasumber yang terpercaya.
Wawancara dilakukan dengan cara penyampaian sejumlah petanyaan dari pewawancara
kepada narasumber.
c. Analisis Data
Data
yang dihasilkan dari lapangan baik data primer maupun sekunder terlebih dahulu
diorganisasikan ke dalam suatu pola, kategori dan satuan uraian dasar. Kemudian
data tersebut di analisis dengan cara yang kualitatif.
d. Waktu penelitian
Survei lapangan penelitian: 9 juni
2018
Penelitian lapangan : 10-12
juni 2018
HASIL PENELITIAN
A.
Kebudayaan Masyarakat Desa Saleh
Mukti
Masyarakat
di Desa Tanjung Batu ini masih melestarikan budaya-budaya zaman dahulu di
padukan dengan zaman sekarang seperti adat dalam pernikahan tetapi sudah tidak
terlalu kental lagi kebudayaanya seperti dahulu. Contoh dalam segi budaya
permainan di Desa Tanjung Batu, anak anak kecil nya sudah jarang memainkan
permainan jaman dahulu, sudah terpengaruh dengan zaman sekarang, begitu juga
dengan perubahan. Masyarakat Tanjung Batu Bisa saja menerima perubahan dari
budaya luar, tetapi tidak bisa sekaligus, melainkan harus bertahap.
Tempat:
Desa Tanjung Batu, Kecamatan Tanjung Batu, Kabupaten Ogan Ilir
Waktu:
pukul 13:00-17:00 WIB
B.
Agama
Masyarakat
di Desa Tanjung Batu ini semuanya dari yang kecil sampai yang tua pun menganut agama islam. Tetapi walaupun
masyarakat di Desa Tanjung Batu ini sudah mempunyai agama islam, tetapi ada
sebagian masyarakat yang mempercayai dengan adanya aliran animisme ataupun
dinamisme.
C.
Pendapatan Penduduk
Setelah
survei dan penelitian saya lakukan, dari sekian jumlah penduduk masyarakat di
Desa Tanjung Batu rata-rata menduduki kerja sebagai nelayan, karena kebanyakan
warga masyarakat di Desa Tanjung Batu, tidak bisa mengikuti pendidikan sampai
tuntas, salah satunya yaitu karena faktor ekonomi. Maka dari segi kemampuan
skill dan pengalaman-pengalaman sangat minim. Tetapi dari sebagian anak-anaknya
sudah banyak mulai merantau untuk sekolah di luar desanya seperti ke Palembang,
Jawa,dan berbagai kota lainnya..
Meskipun
mereka banyak yang kurang dalam pendidikan dan kebanyakan juga masyarakat di
Desa Tanjung Batu ini pendidikan terakhir mereka adalah Sekolah Menengah
Pertama, mereka tetap sangat bersemangat untuk menyekolahkan anak-anaknya
setinggi mungkin.
Keinginan
orang tua di masyarakat Desa Tanjung Batu ini ialah ia tidak ingin anak-anaknya
atau generasinya bernasib yang sama seperti mereka, ia ingin anak-anaknya bisa
bernasib yang bagus dan bisa mengangkat derajat orang tuanya di desa dan bisa
memperbaiki nasib keluarganya.
PENUTUP
A. Kesimpulan
Kesimpulan
yang di dapat dari penelitian di Desa Tanjung Batu ini adalah:
Penduduk
desa Tanjung Batu sebagian masih mempercayai adanya mistis atau makhluk gaib,
dan juga masyarakat desa saleh mukti bisa menerima adanya modernisasi dan
mengikuti perkembangan zaman tetapi tidak secepat di kota-kota
Penduduk
desa saleh mukti rata-rata pekerja sebagai Nelayan. Penduduk di desa Tanjung
Batu ini kebanyakan pendidikan terakhirnya itu ialah Sekolah Menengah Pertama.
juga sudah banyak generasinya yang melanjutkan pendidikanya di luar desa atau
merantau kelur kota.
Penduduk
di Desa Tanjung Batu ini bisa disebut masih bersifat gemeinschaft atau
solidaritasnya antar penduduk masih sangat tinggi. Masih memiliki rasa
bertanggung jawab dan memiliki rasa kebersamaan yang tinggi, memiliki rasa
gotong royong dan rasa ingin saling membantu antar sesame warga.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar