Pendidikan Dan Masyarakat
Laporan
penelitian
Pendidikan
dan masyarakat
Oleh:
Sri Devi (1730203168)
A. Pendahuluan
Antara pendidikan di sekolah, keluarga, dan
masyarakat terdapat saling keterkaitan. Di satu sisi, karena pendidikan adalah
bagian dari kehidupan yang dituntut mampu mengikuti perkembangan di dalamnya di
pihak lain, karena misi yang diemban pendidikan tidak larut dalam pengaruh
lingkungan sekitarnya. Pendiddikan, dalam hal ini, tidak diharapkan hanya
menjadi buih karena gelombong perkembangan zaman . berdasarkan nilai – nilai
diidealkan, pendidikan akan selalu berupaya menjalani kehidupan.
Antara pendidikan dan perkembangan masyarakat tidak
dapat dipisahkan satu sama lain. Kemajuan antara masyarakat dan satu bangsa
sangat ditentukan pembangunan sector pendidikan dalam penyiapan sumber daya manusia
(SDM) yang sesuai dengan perkembangan zaman sumber daya manusia bangsa
Indonesia ke depan tidak terlepas dari fungsi pendidikan nasional. Dlam pasal 3
undang – undang republic Indonesia nomor 20 tahun 2003 tentang sistem
pendidikan nasional dikatakan:
-
Pendidikan nasional
berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa
yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk
berkembangnya peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa
kepada tuhan yang maha esa, berakhlak mulia, berilmu, cakap., kreatif, mandiri,
dan men jadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.
Program
pendiddikan didasaakan kepada tujuan umum pengajaran yang diturunkan dari tiga
sumber: masyarakat, siswa, dan bidang studi.yang diturunkan dari masyarakat
mencakup konsep luas seperti menbentuk manusia,menjadikan manusia pembangunan,manusia
berkepribadian,manusia bertanggung jawab,dan sebangainya.
Tujuan umum ini
menyangkut pertimbangan filsafat dan etika yang diturunkan dati harapan
masyarakat, seperti apa yang tercantum dalam falsafah bangsa, tujuan pemdidikan
nasional, sifat lembaga pendidikan. Nilai – nilai keagamaan, ideologi, dan
sebagainya.
B. Rumusan
Masalah
a. Bagaimana
peran pendidik dan masyarakat ?
b. Apa
hubungan sekolah dan masyarakat ?
C.
Kajian Teori
-Pendidikan dan
sumber daya manusia
Dalam
sejarah perkembangan peradaban manusia, bukanlah taken for granted, tetapi jauh
sebelumnya telah mengalami suatu proses yang panjang yakni melalui “belajar”,
“pendidikan”, dan “pengalaman” tersendiri berdasarkan zamannya. Mereka mungkin
tidak sekolah secara “formal” disekolah, tetapi mereka juga belajar dari
pengalaman. Proses brlajar dan pendidikan yang dialami mereka dalam zaman yang
berbeda tersebut telah menjadikan manusia mampu memenuhi kebutuhan, menjalani
kehidupan hingga memasuki zaman peradaban seperti sekarang ini.
Antara
pendidikan dan perkembangan masyarakat tidak dapat dipsahkan satu sama lain.
Kemajuan suatu masyarakat dan suatu bangsa sanat di tentukan pembangunan sector
pendidikan dalam penyiapan sumder daya manusia (SDM) yang sesuai dengan
perkembangan zaman. sumber daya manusia bangsa Indonesia ke depan tidak
terlepas dari fungsi pendidikan nasional.
Program
pendidikan didasarkan kapada tujuan umum pengajaran yang diturunkan dari tiga
sumber: masyarakat, siswa, dan bidang studi. Yang diturunkan dari masyarakat
menckup konsep lias seperti membuat manusia, menjadikan manusia pemmbangunan,
manusia berkepribadian, manusia bertanggung jawab, dan sebagainya. Tujuan umum
ini menyangkut pertimbanagn filsafat dan etika yang diturunkan dari harapan
masyarakat, seperti apa yang tercantum dalam falsafah bangsa, tujuan pendidikan
nasional, sifat lembaga pendidikan, nilai – nilai keagamaan, ideologi, dan
sebagainya.
Tujuan
pendidikan sebagaimana diungkapkan A. Tresna Sastrawijaya (1991). Adalah
mencakup kesiapan jabatan, keterampilan memecahkan masalah, penggunaan waktu
senggang secara membangun , dan sebagainya karena tiap siswa/anak mempunyai
harapan yang berbeda. Sementara itu, tujuan pendidikan berkaitan dengan bidang
studi dapat dinyatakan lebih spesifik. Misalnya dalam paealajaran bahasa untuk
mengembangkan kemampuan berkomunikasi secara mahir secara lisan dan tulisan.
Tujuan pendidikan secara umum seperti itu untuk menyangkut kemampuan luas yang
akan membantu siswa untuk berpartisipasi dalam masyarakat.
-
Sekolah Dan Masyarakat
Usaha yang dapat
dilakukan sekolah ialah menghubungkannyadengan masyarakat dan menjadikan
masyarakat sebagai sumber pelajaran. Pada umumnya untuk memanfaatakan sumber –
sumber itu, masyarakat dapat dibawa ke dalam kelas, misalnya mengundang
narasumber ke sekolah atau, sekolah dibawa ke dalam masyarakat melalui
karyawisata, praktik lapangan, atau kuliah kerja nyata (KKN) mahasiswa pada
perguruan tinggi/universitas.
Maksudnya hubungan
sekolah dan masyarakat, dikatakan Sutisna dalam Mulyasa (2009) yakni untuk
memgembangkan pemahaman tentang maksud – maksud dan saran – saran dari sekolah;
untuk menilai program sekolah, untuk mempersarukan orang tua murid dan guru
dalam memenuhi kebutuhan – kebutuhan anak didik; untuk mengembangkan kesadaran
tentang pentingnya pendidikan sekolah dalam era pembangunan; untukn membangun
dan memelihara kepercayaan masyarakat terhadap sekolah; untuk memberitahukan
masyarakat tentang pekerjaan sekolah; dan untuk mengerahakan dukungan dan
bantuan bagi pemeliharaan dan peningkatan program sekolah.
Sekolah
juga banyak menggunakan masyarakat sebagai sumbet pelajaran memberikan
kesempatan luasdalam mengenal kehidupan masyarakat. Diharapkan agar anak didik
dapat menyesuaikan diri dengan perkembangan masyarakat, lebih mengenal
lingkungan sosial, dapat berinteraksi dengan orang lain denagan latar belakang keluarga yang berbeda,
seperti; sosial – ekonomi, agama, budaya, dan etnis. Apa yang di pelajari
disekolah hendaknya berguna bagi kehihupan anak dan masyarakat didasarkan atas
masalah masyarakat. Anak diharapkan pula lebih serasi dipersiapkan sebagai wrga
masyarakat. Pendidikan memegang peranan penting dalam membentuk dan
mencipatakan masyarakat sesuai dengan yang diharapakan. Dengan adanya
pendidikan, apa yang dicita – citakan masyarakat dapat diwujudkan melalui anak
didik sebagai generasi masa depan. Salah satu peranan pendidikan dalam
masyarakat adalah dalam fungsi sosial, yakni sekolah merupakan salah satu
sarana pendidikan yang diharapkan masyarakat.
D.METODE PENELITIAN
Metode
penelitian merupakan sebuah langkah structural yang jelas di dalam menggapai
konteks penelitian yang jelas sehingga hasil penelitian yang dilakukan memiliki
nilai kebenaran dengan sistem yang sudah pasti,dalam penerapan metode
penelitian ini ada poin-poin penting yang meliputi Desain penelitian ,
lokasi dan subjek penelitian , teknik pengumpulan data dan teknik analisis
data.
Menurut
(Departemen P dan K 1995:652) bahwa “ Metode” adalah suatu cara yang teratur
dalam berfikir , baik untuk mencapai maksud dalam ilmu pengetahuan , cara kerja
yang sistematis untuk memudahkan pelaksanaan suatu kegiatan apapun yang
dilakukan seseorang.
a. Desain
Penelitian
Desain
penelitian menanyakan sebuah sikap yang berkepentingan yang mempunyai
gambaran yang jelas tentang bagaimana keterkaitan antara variable yang ada pada
tugas dalam tugas penelitian dan apa yang hendak dilakukan oleh seorang
peneliti data melaksanakan penelitian.
1. Jenis
Pendekatan
Dalam
penelitian ini digunakan pendekatan penelitian kualitatif. Seorang akhli
mengatakan bahwa metode penelitian kualitatif adalah penelitian yang dilakukan
dalam situasai yang wajar (natural
setting) dan data yang dikumpulkan umumnya bersifat kualitatif.
Pendekatan kualitatif lebih berdasarkan filsafat fenomenologis yang
mengutamakan penghayatan (versetehen).
Metode kualitatif berusaha memahami dan menafsirkan makna suatu pristiwa
intraksi tingkah laku manusia dalam sitausai tertentu menurut perspektif
peneliti sendiri (Husnaini Usman, 2004 : 81). Dengan bahasa yang sederhana
Zuriah (2007 : 91) mengatakan bahwa pendekatan kualitatif adalah pendekatan penelitian
yang lebih banyak menggunakan logica-hipotetiko-verifikatif.
Selanjutnya
Maryaeni (2005 : 3) menjelaskan bahwa pendekatan kualitatif sebagai medan
penemuan pemahaman merupakan kegiatan yang tersusun atas sejumlah wawasan,
disiplin, maupun wawasan filosofis sejalan dengan kompleksi pokok permasalahn
yang digarap. Dari paparan di atas, maka dapat peneliti pahami bahwa penelitain
yang mengkaji masalah sosial budaya cenderung menggunakan metode penelitian
kualitatif sebab permasalahan sosial adalam permasalahan yang bersifat
alamiayah sebab data-data kualitatif bersifat deskriftif.
2. Jenis
Penelitian
Jenis
penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah penelitian dasar atau
murni. Jujun S. Suriasumantri (1985) menyatakan bahwa penelitian dasar atau
murni yaitu penelitian yang bertujuan untuk menemukan pengetahuan baru yang
sebelumnya belum pernah diketahui (Sugiyono 2007:4). Penelitian dasar bertujuan
untuk mengembangkan teori dan tidak memperhatikan kegunaan yang langsung
bersifat praktis.
b. Lokasi
Penelitian
Penelitian
ini dilakukan di desa Ujung Tanjung, kecamatan
Banyuasin
III Kabupaten Banyuasin.
Desa ujung tanjung merupakan
salah satu desa yang ada di pangkalan balai
banyuasin III, Provinsi Sumatera Selatan bahkan di Indonesia. Adapun alasan
saya memilih desa ujung tanjung sebagai lokasi penelitian karena desa ini
mempunyai angka putus sekolahnya masih tergolong tinggi, sehingga sangat tepat
untuk menjadi lokasi penelitian.
c. Tekhnik
Pengumpulan Data
1. Data
Primer
Data
primer adalah data yang diperoleh dan dikumpulkan secara langsung dari
sumber-sumber asli, dalam hal ini pemerintah desa dan seluruh masyarakat yang
dapat memberikan data yang dibutuhkan peneliti yang sesuai dengan masalah dalam
penelitian. Cara pengumpulan data primer sebagai berikut.
-
Wawancara
Wawancara
(Interview) adalah mencari informasi tentang suatu hal dengan mengajukan
pertanyaan kepada informan (narasumber) secara detail. Wawancara digunakan
sebagai tekhnik pengumpulan data apabila peneliti ingin mendapatkan dan
mengaetahui hal-hal dari responden secara lebih mendalam dan jumlah responden
sedikit.
-
Observasi
Obsevasi
adalah merupakan suatu proses yang kompleks, suatu proses yang tersusun dari
pelbagai proses biologis dan psikologis. Dua diantara yang terpenting adalah
proses-proses pengamatan dan ingatan. Dari segi proses pelaksanaan
pengumpulan data , observasi dapat dibedakan manjadidua yaitu participant observation (observasi
peran serta) dan non participant
observation, selanjutnya dari segi instrumentasi yang digunakan
maka observasi dibedakan menjadi observasi terstruktur dan tidak terstruktur.
Nasution (2003 :
106) menjelaskan bahwa observasi adalah kegiatan yang dilakukan untuk
memperoleh informasi tentang kelakuan manusia seperti terjadi dalam kenyataan.
Jadi dapat disimpulkan bahwa metode observasi diartikan sebagai pengamatan dan
pencatatan secara sistematis terhadap gejala yang nampak pada objek penelitian.
-
Dokumentasi
Menurut
Moleong (2004 : 161) bahwa dokumentasi adalah setiap pertanyaan tertulis yang
disusun oleh seseorang atau lembaga untuk keperluan pengujian peristiwa atau
akunting. Jadi dapat disimpulkan bahwa metode dokumentasi adalah suatu teknik
pengumpulan data yang digunakan sebagai acuan dalam mencari dan referensi yang
berkenaan langsung dengan masalah dalam penelitian. Adapun yang dijadikan data
penunjang dalam penelitian ini adalah berupa buku-buku, catatan atau jenis
dokumentasi tertulis lainnya, seperti profil desa, photo-photo, dan catatan
atau agenda yang dibuat oleh tokoh yang ada di Desa.
2. Data
Sekunder
Data sekunder adalah data yang telah
dikumpulkan oleh lembaga-lembaga terkait dan dipublikasikan berupa bacaan atau
literatur yang berkaitan dengan penelitian ini. Pengumpulan data sekunder salah
satunya bisa dilakukan dengan studi kepustakaan.
d. Uji Keabsahan Data
Untuk menetapkan
keabsahan (trustworthiness) data diperlukan teknik pemeriksaan, menurut
Moleong, (2002: 173) ada empat kriteria yang digunakan untuk memeriksa
keabsahan data, yaitu derajat kepercayaan (credibillity), keteralihan
(transferability), kebergantungan (dependability), dan kepastian (confirmability).
Berdasarkan penjelasan tersebut maka dalam penelitian ini penulis menggunakan
tekhnik keabsahan data yang sesuai dengan kriteria yang telah disebutkan di
atas dimana peneliti memperhatikan tingkat kredibilitas data, kepastian data,
ketergantungan antara data yang satu dengan data yang lainnya, dan kepastian
data yang telah terkumpul.
Dalam penelitian ini
data yang dikumpulkan adalah data-data yang bersifat alamiayah dimana data-data
yang terkumpul lebihbanyak didapatkan dari informan atau narasumber dimana
narasumber kadang-kadang memiliki keterbatasan yang disebabkan oleh keletihan
atau keterbatasan mengingat yang dapat menyebabkan kekeliruan, sehingga
peneliti perlu memperhatikan keteralihan dan kebergantungan yang juga sering
disebut dengan validitas dan reliabilitas data. Selain itu perlu juga
diperhatikan kepastian (objektivitas) sumber dimana dalam hal ini peneliti
melakukan seleksi terhadap data-data yang telah diberikan oleh narasumber dan
tidak bergantung kepada pandangan atau persetujuan seseorang serta berusaha
mencari keterangan dari nara sumber yang jujur, faktual, dan dapat dipastikan
keterangannya.
Setelah
data terkumpul dan sudah diuji keabsahannya maka data-data tersebut perlu
diorganisasikan, diseleksi, dan kemudian disusun dalam bentuk tulisan. Meskipun
datanya cukup variatif namun dengan dilakukannya pengecekan keabsahan data
dengan kriteria-kriteria yang telah ditetapkan sebelumnya maka data yang
diperoleh betul-betul valid dan akurat. Dalam penelitian ini data-data yang telah
diperoleh dilapangan nanti akan dibanding-bandingkan, kemudian dianalisis untuk
menarik generalisasi atau kesimpulan.
e. Tekhnik
Analisis Data
Metode
yang digunakan dalam menganalisis data adalah metode deskriptif kualitatif.
Deskriptif adalah suatu cara pengolahan data yang dibukukan dengan jalan
menyusun secara sistematis sehingga akan memperoleh kesimpulan umum
(menyeluruh) mengenai pokok permasalahan. Kualitatif
diartikan sebagai rangkaian kegiatan atau proses penjaringan data atau
informasi yang bersifat sewajarnya, mengenai suatu masalah dalam kondisi aspek
atau bidang kehidupan tertentu pada objeknya. Metode deskriptif
kualitatif adalah yang digambarkan dengan kata-kata kalimat-kalimat yang
dipisahkan menurut kategori untuk memperoleh kesimpulan (Arikunto, 2002 : 213).
Metode
deskriftif
kualitatif digunakan karena pertama,
menyesuaikan metode lebih mudah apabila berhadapan dengan kenyataan ganda.
Kedua, metode ini menyajikan secara langsung hakikat hubungan antara peneliti
dan responden. Ketiga, metode ini lebih peka dan lebih dapat dalam menyesuaikan
diri dengan banyak penajaman pengaruh bersama dan terhadap pola-pola nilai yang
dihadapi, dan keempat metode ini lebih banyak mementingkan segi “proses” dari
pada “hasil” hal ini disebabkan oleh hubungan bagian-bagian yang sedang
diteliti akan jauh lebih jelas apabila diamati (Bongdan dan Biklen dalam
Moleong, 2004 : 7).
Adapun
langkah-langkah analisi data yang akan dilakukan dalam penelitian ini adalah
sebagai berikut :
a. Identifikasi, identifikasi
merupakan penentuan atau penetapan identitas. Identifikasi yang dimaksud di
sini adalah mengidentifikasi data-data yang telah terkumpul dalam
catatan-catatan lapangan yang dibuat oleh peneliti.
b. Klasifikasi, setelah
melakukan identifikasi data, maka langkah selanjutnya adalah mengklasifikasikan
makna-makna yang terkandung dalam data yang diperoleh dari lapangan kemudian
dikumpulkan dalam sub-sub masalah penelitian. Artinya data-data yang memiliki
klasifikasi makna yang sama akan dikumpulkan dalam sub pembahasan yang satu.
c. Interpretasi dan
penyajian data, pada tahap ini penulis kemudian menafsirkan data berdasarkan
masalah dan dasar teori yang ada untuk nantinya setelah dianalisis dapatlah
ditarik suatu kesimpulan.
E. Hasil Penelitian
- Deskripsi Wilayah:
1. Kondisi
Geografis
Desa Ujung Tanjung Kecamatan
Banyuasi
III,
Kabupaten Banyuasin merupakan salah satu wilayah di Provinsi Sumatera Selatan yang
terletak diakhir setiap desa daerah pangkalan balai yang di keliling sungai. dan
luas wilayah daripada Desa ujung tanjung yakni +/- 9
Ha.
Di mana di Desa ujung tanjung terdapat jumlah penduduk sebanyak 860 kepala keluarga (KK) atau sekitar
3860 jiwa yang terdiri dari Laki-laki sebanyak 1508 jiwa dan
perempuan sebanyak 1560 jiwa.
2. Keadaan
Demografis
Desa ujung tanjung di
huni oleh beragam orang yang berasal dari berbagai suku dan daerah,
akan tetapi sudah lama menetap di pulau bungin tersebut sehinga mereka sudah
bisa beradaptasi dengan daerah pedesaan yang cuacanya sangat sejuk.
Bahasa yang di gunakan oleh penduduk Desa ujung tanjung yakni
bahasa melayu
3. Mata
Pencaharian
Secara umum sebagian
besar mata pencaharian penduduk masyarakat Desa Pujung tanjung
adalah petani, nelayan dan pengusaha
tambak.
Namun sebagian ada juga yang berprofesi sebagai guru dan
usaha dagang.
4. Pendidikan
Pada bidang Pendidikan
di Desa ujung tanjung terdapat beberapa PAUD dan TK, SD
sebanyak 2 buah serta SMP dan PONDOK PESANTRE.
Di desa Ujung Tanjung terdapat jumlah penduduk buta aksara dan
huruf latin sebanyak 200 orang.
5. Agama
Masyarakat Desa Pulau Bungin secara keseluruhan
menganut agama islam.
F. Kesimpulan
Dalam penelitian ini data yang
dikumpulkan adalah data-data yang bersifat alamiayah dimana data-data yang
terkumpul lebihbanyak didapatkan dari informan atau narasumber dimana
narasumber kadang-kadang memiliki keterbatasan yang disebabkan oleh keletihan
atau keterbatasan mengingat yang dapat menyebabkan kekeliruan, sehingga peneliti
perlu memperhatikan keteralihan dan kebergantungan yang juga sering disebut
dengan validitas dan reliabilitas data. Selain itu perlu juga diperhatikan
kepastian (objektivitas) sumber dimana dalam hal ini peneliti melakukan seleksi
terhadap data-data yang telah diberikan oleh narasumber dan tidak bergantung
kepada pandangan atau persetujuan seseorang serta berusaha mencari keterangan
dari nara sumber yang jujur, faktual, dan dapat dipastikan keterangannya.
Adapun saran untuk observer yaitu
dalam melakukan observasi sebaiknya dilakukan dengan teliti dan apa adanya. dan
bagi para guru serta penulis sendiri sebagai calon guru harus mampu menguasai
empat kompetensi yaitu pedagogik, sosial, profesional dan kepribadian sehingga
sebagai seorang guru yang baik tidak hanya mampu mengajar dengan baik akan
tetapi yang lebih penting mampu mendidik untuk membentuk generasi yang
bermartabat, berakhlak mulia, bermoral, dan berkepribadian yang baik untuk
memajukan bangsa kita tercinta.
Daftar
Pustaka
Gunawan,
Ary. H. 2005. Sosiologi pendidikan. Jakarta: rineka cipta
Huki,
Wila, 1986. Pengatar Sosiologi. Surabaya: usaha nasional
S.
Nasution. 2009. Sosiologi Pendidikan. Jakarta; buni aksara press
Soekanto,
soerjono. 1997. Sosiologi suatu pengantar, Jakarta: PT.rajagrafindo
persada
Zuhairini.
1995. Filsafat pendidikan islam. Jakarta: bumi aksara
Good,
William J. 2002. Sosiologi keluarga. Jakarta: bumi aksara
Tidak ada komentar:
Posting Komentar