Kamis, 21 Juni 2018

Laporan hasil penelitian pendidikan dan masyarakat


Pendidikan Dan Masyarakat
Laporan penelitian
Pendidikan dan masyarakat
Oleh: Sri Devi (1730203168)


A.    Pendahuluan
Antara pendidikan di sekolah, keluarga, dan masyarakat terdapat saling keterkaitan. Di satu sisi, karena pendidikan adalah bagian dari kehidupan yang dituntut mampu mengikuti perkembangan di dalamnya di pihak lain, karena misi yang diemban pendidikan tidak larut dalam pengaruh lingkungan sekitarnya. Pendiddikan, dalam hal ini, tidak diharapkan hanya menjadi buih karena gelombong perkembangan zaman . berdasarkan nilai – nilai diidealkan, pendidikan akan selalu berupaya menjalani kehidupan.
Antara pendidikan dan perkembangan masyarakat tidak dapat dipisahkan satu sama lain. Kemajuan antara masyarakat dan satu bangsa sangat ditentukan pembangunan sector pendidikan dalam penyiapan sumber daya manusia (SDM) yang sesuai dengan perkembangan zaman sumber daya manusia bangsa Indonesia ke depan tidak terlepas dari fungsi pendidikan nasional. Dlam pasal 3 undang – undang republic Indonesia nomor 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional dikatakan:
-          Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada tuhan yang maha esa, berakhlak mulia, berilmu, cakap., kreatif, mandiri, dan men jadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

Program pendiddikan didasaakan kepada tujuan umum pengajaran yang diturunkan dari tiga sumber: masyarakat, siswa, dan bidang studi.yang diturunkan dari masyarakat mencakup konsep luas seperti menbentuk manusia,menjadikan manusia pembangunan,manusia berkepribadian,manusia bertanggung jawab,dan sebangainya.
Tujuan umum ini menyangkut pertimbangan filsafat dan etika yang diturunkan dati harapan masyarakat, seperti apa yang tercantum dalam falsafah bangsa, tujuan pemdidikan nasional, sifat lembaga pendidikan. Nilai – nilai keagamaan, ideologi, dan sebagainya.

B.     Rumusan Masalah
a.       Bagaimana peran pendidik dan masyarakat ?
b.      Apa hubungan sekolah dan masyarakat ?
C.  Kajian Teori
-Pendidikan dan sumber daya manusia
Dalam sejarah perkembangan peradaban manusia, bukanlah taken for granted, tetapi jauh sebelumnya telah mengalami suatu proses yang panjang yakni melalui “belajar”, “pendidikan”, dan “pengalaman” tersendiri berdasarkan zamannya. Mereka mungkin tidak sekolah secara “formal” disekolah, tetapi mereka juga belajar dari pengalaman. Proses brlajar dan pendidikan yang dialami mereka dalam zaman yang berbeda tersebut telah menjadikan manusia mampu memenuhi kebutuhan, menjalani kehidupan hingga memasuki zaman peradaban seperti sekarang ini.
Antara pendidikan dan perkembangan masyarakat tidak dapat dipsahkan satu sama lain. Kemajuan suatu masyarakat dan suatu bangsa sanat di tentukan pembangunan sector pendidikan dalam penyiapan sumder daya manusia (SDM) yang sesuai dengan perkembangan zaman. sumber daya manusia bangsa Indonesia ke depan tidak terlepas dari fungsi pendidikan nasional.
Program pendidikan didasarkan kapada tujuan umum pengajaran yang diturunkan dari tiga sumber: masyarakat, siswa, dan bidang studi. Yang diturunkan dari masyarakat menckup konsep lias seperti membuat manusia, menjadikan manusia pemmbangunan, manusia berkepribadian, manusia bertanggung jawab, dan sebagainya. Tujuan umum ini menyangkut pertimbanagn filsafat dan etika yang diturunkan dari harapan masyarakat, seperti apa yang tercantum dalam falsafah bangsa, tujuan pendidikan nasional, sifat lembaga pendidikan, nilai – nilai keagamaan, ideologi, dan sebagainya.
Tujuan pendidikan sebagaimana diungkapkan A. Tresna Sastrawijaya (1991). Adalah mencakup kesiapan jabatan, keterampilan memecahkan masalah, penggunaan waktu senggang secara membangun , dan sebagainya karena tiap siswa/anak mempunyai harapan yang berbeda. Sementara itu, tujuan pendidikan berkaitan dengan bidang studi dapat dinyatakan lebih spesifik. Misalnya dalam paealajaran bahasa untuk mengembangkan kemampuan berkomunikasi secara mahir secara lisan dan tulisan. Tujuan pendidikan secara umum seperti itu untuk menyangkut kemampuan luas yang akan membantu siswa untuk berpartisipasi dalam masyarakat.

-          Sekolah Dan Masyarakat
Usaha yang dapat dilakukan sekolah ialah menghubungkannyadengan masyarakat dan menjadikan masyarakat sebagai sumber pelajaran. Pada umumnya untuk memanfaatakan sumber – sumber itu, masyarakat dapat dibawa ke dalam kelas, misalnya mengundang narasumber ke sekolah atau, sekolah dibawa ke dalam masyarakat melalui karyawisata, praktik lapangan, atau kuliah kerja nyata (KKN) mahasiswa pada perguruan tinggi/universitas.
Maksudnya hubungan sekolah dan masyarakat, dikatakan Sutisna dalam Mulyasa (2009) yakni untuk memgembangkan pemahaman tentang maksud – maksud dan saran – saran dari sekolah; untuk menilai program sekolah, untuk mempersarukan orang tua murid dan guru dalam memenuhi kebutuhan – kebutuhan anak didik; untuk mengembangkan kesadaran tentang pentingnya pendidikan sekolah dalam era pembangunan; untukn membangun dan memelihara kepercayaan masyarakat terhadap sekolah; untuk memberitahukan masyarakat tentang pekerjaan sekolah; dan untuk mengerahakan dukungan dan bantuan bagi pemeliharaan dan peningkatan program sekolah.
Sekolah juga banyak menggunakan masyarakat sebagai sumbet pelajaran memberikan kesempatan luasdalam mengenal kehidupan masyarakat. Diharapkan agar anak didik dapat menyesuaikan diri dengan perkembangan masyarakat, lebih mengenal lingkungan sosial, dapat berinteraksi dengan orang lain  denagan latar belakang keluarga yang berbeda, seperti; sosial – ekonomi, agama, budaya, dan etnis. Apa yang di pelajari disekolah hendaknya berguna bagi kehihupan anak dan masyarakat didasarkan atas masalah masyarakat. Anak diharapkan pula lebih serasi dipersiapkan sebagai wrga masyarakat. Pendidikan memegang peranan penting dalam membentuk dan mencipatakan masyarakat sesuai dengan yang diharapakan. Dengan adanya pendidikan, apa yang dicita – citakan masyarakat dapat diwujudkan melalui anak didik sebagai generasi masa depan. Salah satu peranan pendidikan dalam masyarakat adalah dalam fungsi sosial, yakni sekolah merupakan salah satu sarana pendidikan yang diharapkan masyarakat.

D.METODE PENELITIAN

Metode penelitian merupakan sebuah langkah structural yang jelas di dalam menggapai konteks penelitian yang jelas sehingga hasil penelitian yang dilakukan memiliki nilai kebenaran dengan sistem yang sudah pasti,dalam  penerapan metode penelitian ini ada poin-poin penting yang meliputi  Desain penelitian , lokasi dan subjek penelitian , teknik pengumpulan data dan teknik analisis data.
Menurut (Departemen P dan K 1995:652) bahwa “ Metode” adalah suatu cara yang teratur dalam berfikir , baik untuk mencapai maksud dalam ilmu pengetahuan , cara kerja yang sistematis untuk memudahkan pelaksanaan suatu kegiatan apapun yang dilakukan seseorang.
a.    Desain Penelitian
Desain penelitian menanyakan sebuah sikap yang berkepentingan  yang mempunyai gambaran yang jelas tentang bagaimana keterkaitan antara variable yang ada pada tugas dalam tugas penelitian dan apa yang hendak dilakukan oleh seorang peneliti data melaksanakan penelitian.
1.      Jenis Pendekatan
Dalam penelitian ini digunakan pendekatan penelitian kualitatif. Seorang akhli mengatakan bahwa metode penelitian kualitatif adalah penelitian yang dilakukan dalam situasai yang wajar (natural setting) dan data yang dikumpulkan umumnya bersifat kualitatif. Pendekatan kualitatif lebih berdasarkan filsafat fenomenologis yang mengutamakan penghayatan (versetehen). Metode kualitatif berusaha memahami dan menafsirkan makna suatu pristiwa intraksi tingkah laku manusia dalam sitausai tertentu menurut perspektif peneliti sendiri (Husnaini Usman, 2004 : 81). Dengan bahasa yang sederhana Zuriah (2007 : 91) mengatakan bahwa pendekatan kualitatif adalah pendekatan penelitian yang lebih banyak menggunakan logica-hipotetiko-verifikatif.
Selanjutnya Maryaeni (2005 : 3) menjelaskan bahwa pendekatan kualitatif sebagai medan penemuan pemahaman merupakan kegiatan yang tersusun atas sejumlah wawasan, disiplin, maupun wawasan filosofis sejalan dengan kompleksi pokok permasalahn yang digarap. Dari paparan di atas, maka dapat peneliti pahami bahwa penelitain yang mengkaji masalah sosial budaya cenderung menggunakan metode penelitian kualitatif sebab permasalahan sosial adalam permasalahan yang bersifat alamiayah sebab data-data kualitatif bersifat deskriftif.
2.      Jenis Penelitian
Jenis penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah penelitian dasar atau murni. Jujun S. Suriasumantri (1985) menyatakan bahwa penelitian dasar atau murni yaitu penelitian yang bertujuan untuk menemukan pengetahuan baru yang sebelumnya belum pernah diketahui (Sugiyono 2007:4). Penelitian dasar bertujuan untuk mengembangkan teori dan tidak memperhatikan kegunaan yang langsung bersifat praktis.
b.     Lokasi Penelitian
Penelitian ini dilakukan di desa Ujung Tanjung, kecamatan Banyuasin III Kabupaten Banyuasin.  Desa ujung tanjung merupakan salah satu desa yang ada di pangkalan balai banyuasin III, Provinsi Sumatera Selatan bahkan di Indonesia. Adapun alasan saya memilih desa ujung tanjung sebagai lokasi penelitian karena desa ini mempunyai angka putus sekolahnya masih tergolong tinggi, sehingga sangat tepat untuk menjadi lokasi penelitian.
c.     Tekhnik Pengumpulan Data
1.      Data Primer
Data primer adalah data yang diperoleh dan dikumpulkan secara langsung dari sumber-sumber asli, dalam hal ini pemerintah desa dan seluruh masyarakat yang dapat memberikan data yang dibutuhkan peneliti yang sesuai dengan masalah dalam penelitian. Cara pengumpulan data primer sebagai berikut.
-           Wawancara
Wawancara (Interview) adalah mencari informasi tentang suatu hal dengan mengajukan pertanyaan kepada informan (narasumber) secara detail. Wawancara digunakan sebagai tekhnik pengumpulan data apabila peneliti ingin mendapatkan dan mengaetahui hal-hal dari responden secara lebih mendalam dan jumlah responden sedikit.
-           Observasi
Obsevasi adalah merupakan suatu proses yang kompleks, suatu proses yang tersusun dari pelbagai proses biologis dan psikologis. Dua diantara yang terpenting adalah proses-proses pengamatan dan ingatan. Dari segi proses pelaksanaan  pengumpulan data , observasi dapat dibedakan manjadidua yaitu participant observation (observasi peran serta) dan non participant observation, selanjutnya dari segi instrumentasi yang digunakan maka observasi dibedakan menjadi observasi terstruktur dan tidak terstruktur.
Nasution  (2003 : 106) menjelaskan bahwa observasi adalah kegiatan yang dilakukan untuk memperoleh informasi tentang kelakuan manusia seperti terjadi dalam kenyataan. Jadi dapat disimpulkan bahwa metode observasi diartikan sebagai pengamatan dan pencatatan secara sistematis terhadap gejala yang nampak pada objek penelitian.
-          Dokumentasi
Menurut Moleong (2004 : 161) bahwa dokumentasi adalah setiap pertanyaan tertulis yang disusun oleh seseorang atau lembaga untuk keperluan pengujian peristiwa atau akunting. Jadi dapat disimpulkan bahwa metode dokumentasi adalah suatu teknik pengumpulan data yang digunakan sebagai acuan dalam mencari dan referensi yang berkenaan langsung dengan masalah dalam penelitian. Adapun yang dijadikan data penunjang dalam penelitian ini adalah berupa buku-buku, catatan atau jenis dokumentasi tertulis lainnya, seperti profil desa, photo-photo, dan catatan atau agenda yang dibuat oleh tokoh yang ada di Desa.
2.      Data Sekunder
Data sekunder adalah data yang telah dikumpulkan oleh lembaga-lembaga terkait dan dipublikasikan berupa bacaan atau literatur yang berkaitan dengan penelitian ini. Pengumpulan data sekunder salah satunya bisa dilakukan dengan studi kepustakaan.
d.    Uji Keabsahan Data
Untuk menetapkan keabsahan (trustworthiness) data diperlukan teknik pemeriksaan, menurut Moleong, (2002: 173) ada empat kriteria yang digunakan untuk memeriksa keabsahan data, yaitu derajat kepercayaan (credibillity), keteralihan (transferability), kebergantungan (dependability), dan kepastian (confirmability). Berdasarkan penjelasan tersebut maka dalam penelitian ini penulis menggunakan tekhnik keabsahan data yang sesuai dengan kriteria yang telah disebutkan di atas dimana peneliti memperhatikan tingkat kredibilitas data, kepastian data, ketergantungan antara data yang satu dengan data yang lainnya, dan kepastian data yang telah terkumpul.
Dalam penelitian ini data yang dikumpulkan adalah data-data yang bersifat alamiayah dimana data-data yang terkumpul lebihbanyak didapatkan dari informan atau narasumber dimana narasumber kadang-kadang memiliki keterbatasan yang disebabkan oleh keletihan atau keterbatasan mengingat yang dapat menyebabkan kekeliruan, sehingga peneliti perlu memperhatikan keteralihan dan kebergantungan yang juga sering disebut dengan validitas dan reliabilitas data. Selain itu perlu juga diperhatikan kepastian (objektivitas) sumber dimana dalam hal ini peneliti melakukan seleksi terhadap data-data yang telah diberikan oleh narasumber dan tidak bergantung kepada pandangan atau persetujuan seseorang serta berusaha mencari keterangan dari nara sumber yang jujur, faktual, dan dapat dipastikan keterangannya.
Setelah data terkumpul dan sudah diuji keabsahannya maka data-data tersebut perlu diorganisasikan, diseleksi, dan kemudian disusun dalam bentuk tulisan. Meskipun datanya cukup variatif namun dengan dilakukannya pengecekan keabsahan data dengan kriteria-kriteria yang telah ditetapkan sebelumnya maka data yang diperoleh betul-betul valid dan akurat. Dalam penelitian ini data-data yang telah diperoleh dilapangan nanti akan dibanding-bandingkan, kemudian dianalisis untuk menarik generalisasi atau kesimpulan.

e.     Tekhnik Analisis Data
Metode yang digunakan dalam menganalisis data adalah metode deskriptif kualitatif. Deskriptif adalah suatu cara pengolahan data yang dibukukan dengan jalan menyusun secara sistematis sehingga akan memperoleh kesimpulan umum (menyeluruh) mengenai pokok permasalahan.  Kualitatif diartikan sebagai rangkaian kegiatan atau proses penjaringan data atau informasi yang bersifat sewajarnya, mengenai suatu masalah dalam kondisi aspek atau bidang kehidupan tertentu pada objeknya. Metode deskriptif kualitatif adalah yang digambarkan dengan kata-kata kalimat-kalimat yang dipisahkan menurut kategori untuk memperoleh kesimpulan (Arikunto, 2002 : 213).
Metode deskriftif  kualitatif digunakan karena pertama, menyesuaikan metode lebih mudah apabila berhadapan dengan kenyataan ganda. Kedua, metode ini menyajikan secara langsung hakikat hubungan antara peneliti dan responden. Ketiga, metode ini lebih peka dan lebih dapat dalam menyesuaikan diri dengan banyak penajaman pengaruh bersama dan terhadap pola-pola nilai yang dihadapi, dan keempat metode ini lebih banyak mementingkan segi “proses” dari pada “hasil” hal ini disebabkan oleh hubungan bagian-bagian yang sedang diteliti akan jauh lebih jelas apabila diamati (Bongdan dan Biklen dalam Moleong, 2004 : 7).
Adapun langkah-langkah analisi data yang akan dilakukan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :
a.    Identifikasi, identifikasi merupakan penentuan atau penetapan identitas. Identifikasi yang dimaksud di sini adalah mengidentifikasi data-data yang telah terkumpul dalam catatan-catatan lapangan yang dibuat oleh peneliti.
b.    Klasifikasi, setelah melakukan identifikasi data, maka langkah selanjutnya adalah mengklasifikasikan makna-makna yang terkandung dalam data yang diperoleh dari lapangan kemudian dikumpulkan dalam sub-sub masalah penelitian. Artinya data-data yang memiliki klasifikasi makna yang sama akan dikumpulkan dalam sub pembahasan yang satu.
c.    Interpretasi dan penyajian data, pada tahap ini penulis kemudian menafsirkan data berdasarkan masalah dan dasar teori yang ada untuk nantinya setelah dianalisis dapatlah ditarik suatu kesimpulan.

E. Hasil Penelitian
-  Deskripsi Wilayah:
1.       Kondisi Geografis
Desa Ujung Tanjung Kecamatan Banyuasi III, Kabupaten Banyuasin merupakan salah satu wilayah di Provinsi Sumatera Selatan yang terletak diakhir setiap desa daerah pangkalan balai yang di keliling sungai. dan luas wilayah daripada Desa ujung tanjung yakni +/- 9 Ha.
Di mana di Desa ujung tanjung  terdapat jumlah penduduk sebanyak 860 kepala keluarga (KK) atau sekitar 3860 jiwa yang terdiri dari Laki-laki sebanyak 1508  jiwa dan perempuan sebanyak 1560 jiwa.
2.    Keadaan Demografis
Desa ujung tanjung di huni oleh beragam orang yang berasal dari berbagai suku dan daerah, akan tetapi sudah lama menetap di pulau bungin tersebut sehinga mereka sudah bisa beradaptasi dengan daerah pedesaan yang cuacanya sangat sejuk. Bahasa yang di gunakan oleh penduduk Desa ujung tanjung yakni bahasa melayu
3.      Mata Pencaharian
Secara umum sebagian besar mata pencaharian penduduk masyarakat Desa Pujung tanjung adalah petani, nelayan dan pengusaha tambak. Namun sebagian ada juga  yang berprofesi sebagai guru dan usaha dagang.
4.      Pendidikan
         Pada bidang Pendidikan di Desa ujung tanjung terdapat beberapa PAUD dan TKSD sebanyak 2 buah serta SMP dan PONDOK PESANTRE. Di desa Ujung Tanjung terdapat jumlah penduduk buta aksara dan huruf latin sebanyak 200 orang.
5.      Agama
Masyarakat Desa Pulau Bungin secara keseluruhan menganut agama islam.




F. Kesimpulan
Dalam penelitian ini data yang dikumpulkan adalah data-data yang bersifat alamiayah dimana data-data yang terkumpul lebihbanyak didapatkan dari informan atau narasumber dimana narasumber kadang-kadang memiliki keterbatasan yang disebabkan oleh keletihan atau keterbatasan mengingat yang dapat menyebabkan kekeliruan, sehingga peneliti perlu memperhatikan keteralihan dan kebergantungan yang juga sering disebut dengan validitas dan reliabilitas data. Selain itu perlu juga diperhatikan kepastian (objektivitas) sumber dimana dalam hal ini peneliti melakukan seleksi terhadap data-data yang telah diberikan oleh narasumber dan tidak bergantung kepada pandangan atau persetujuan seseorang serta berusaha mencari keterangan dari nara sumber yang jujur, faktual, dan dapat dipastikan keterangannya.
Adapun saran untuk observer yaitu dalam melakukan observasi sebaiknya dilakukan dengan teliti dan apa adanya. dan bagi para guru serta penulis sendiri sebagai calon guru harus mampu menguasai empat kompetensi yaitu pedagogik, sosial, profesional dan kepribadian sehingga sebagai seorang guru yang baik tidak hanya mampu mengajar dengan baik akan tetapi yang lebih penting mampu mendidik untuk membentuk generasi yang bermartabat, berakhlak mulia, bermoral, dan berkepribadian yang baik untuk memajukan bangsa kita tercinta.


Daftar Pustaka
Gunawan, Ary. H. 2005. Sosiologi pendidikan. Jakarta: rineka cipta
Huki, Wila, 1986. Pengatar Sosiologi. Surabaya: usaha nasional
S. Nasution. 2009. Sosiologi Pendidikan. Jakarta; buni aksara press
Soekanto, soerjono. 1997. Sosiologi suatu pengantar, Jakarta: PT.rajagrafindo
persada
Zuhairini. 1995. Filsafat pendidikan islam. Jakarta: bumi aksara
Good, William J. 2002. Sosiologi keluarga. Jakarta: bumi aksara








































Tidak ada komentar:

Posting Komentar

SEKOLAH SEBAGAI ORGANISASI LAPORAN PENELITIAN “ SEKOLAH SEBAGAI ORGANISASI” Oleh : YOLI AMRIL SYAFIRA (1730203181) PENDAHULUAN...