LAPORAN
HASIL PENELITIAN OBSERVASI
DI DESA MARGOMULYO
Mata Kuliah : Sosiologi Pendidikan
Disusun Oleh :
Nisbatul Imaroh : 1730203147
Kelas : MPI E
Dosen Pengampuh:
Drs.
Saipul Annur, M. Pd.
PROGRAM STUDI MANAJEMEN PENDIDIKAN
ISLAM
FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN
UIN RADEN FATAH PALEMBANG
TAHUN AKADEMIK 2018/2019
KATA PENGANTAR
Segala
puji bagi Allah SWT yang telah memberikan rahmat,karunia,serta taufik dan
hidayah-Nya saya dapat menyelesaikan tugas penelitian observasi tentang Pendidikan
dan masyarakat dengan baik meskipun banyak kekurangan didalamnya. Sholawat
serta salam semoga senantiasa tercurahkan kepada junjungan besar kita yaitu
Nabi Muhammad SAW yang telah menunjukan jalan yang lurus berupa ajaran islam
yang sempurna dan menjadi anugerah serta rahmat bagi seruruh alam semesta.
Saya sangat berterimakasih kepada Bapak Drs.
Saipul Annur, M. Pd selaku dosen Mata
Kuliah Sosiologi Pendidikan yang telah memberikan tugas ini kepada saya. Saya
sangat berharap penelitian observasi ini dapat berguna dalam rangka menambah
wawasan dan pengetahuan kita mengenai keadaan pendidikan dan masyarakat di Desa
Margomulyo.
Saya
menyadari bahwa makalah ini masih belum sempurna. Oleh karena itu, kritik dan
saran dari pembaca demi perbaikan makalah ini akan saya terima semoga makalah
ini dapat bermanfaat bagi semua pihak baik yang menyusun maupun yang
membacanya.
Palembang, Juni 2018
Penulis
DAFTAR
ISI
Kata
Pengantar................................................................................................. 1
Daftar
Isi.......................................................................................................... 2
A.
Pendahuluan
1. Latar
Belakang..................................................................................... 3
2. Rumusan
Masalah................................................................................. 3
B.
Kajian Teoritis........................................................................................... 3
C.
Metodelogi................................................................................................ 5
1.
Pendekatan.......................................................................................... 5
2.
Sumber................................................................................................. 6
3.
Metode Penelitian................................................................................ 8
D.
Hasil Penelitian dan Observasi.................................................................. 8
E.
Penutup
Kesimpulan................................................................................................ 9
F.
Daftar Pustaka........................................................................................... 10
A. PENDAHULUAN
1.
Latar
Belakang
Latar belakang dari penelitian ini adalah saya ingin
mengetahui lebih dalam tentang kehidupan masyarakat dan pendidikan di daerah
Palembang khususnya di daerah pedalaman. Selain itu budaya dan
kebiasaan-kebiasaan unik yang menjadikan kami semakin berantusias dalam
memperdalam penelitian ini.
Pendidikan merupakan hak dasar yang harus diterima
dan di rasakan secara layak oleh setiap warga negara. Berhubungan dengan hal
tersebut untuk pendidikan pada masa kini apakah setiap anak memiliki hak yang
sama untuk mengenyam pendidikan selama 12 tahun. Daik dari tingkat dasar,
menengah, dan tingkat atas. Serta adat istiadat daerah tersebut masih
dilaksanakan atau telah ditinggalkan seiring perkembangan zaman. Yang mendasari
saya untuk melakukan penelitian di Desa Margomulyo adalah masyarakat yang masih
memegang tradisi kebudayaan masyarakat setempat. Kehidupan masyarakat desa
Margomulyo yang tradisional dan masih bersahabat dengan alam juga termasuk hal
yang melatarbelakangi penelitian ini.
Dalam penelitian ini saya memfokuskan permasalahan
tentang tingkat pendidikan dan pendapatan penduduk dan juga aktivitas-aktivitas
penduduk desa Margomulyo.
2.
Rumusan
Masalah
1)
Bagaimana tingkat pendidikan dan
pendapatan penduduk desa Margomulyo jalur 20 Kec. Muara Padang Kab. Banyuasin?
2)
Bagaimana aktivitas-aktivitas para
penduduk di desa Margomulyo?
B.
KAJIAN
TEORITIS
Antara pendidikan di sekolah, keluarga, dan
masyarakat terdapat saling keterkaitan. Di satu sisi, karena pendidikan adalah
bagian dari kehidupan yang dituntut mampu mengikuti perkembangan di dalamnya.
Di pihak lain, karena misi yang diemban pendidikan tidak larut dalam pengaruh
lingkungan sekitarnya. Pendidikan, dalam hal ini, tidak diharapkan hanya
menjadi buah karena gelombang perkembangan zaman.
1) Pendidikan
dan Sumber Daya Manusia
Proses
belajar dan pendidikan yang dialami mereka dalam zaman yang berbeda tersebut
telah menjadikan manusia mampu memenuhi kebutuhan, menjalani kehidupan hingga
memasuki zaman peradaban seperti sekarang ini. Antara pendidikan dan
perkembangan masyarakat tidak dapat dipisahkan satu sama lain. Kemajuan suatu
masyarakat dan suatu bangsa sangat ditentukan pembangunan sektor pendidikan
dalam penyiapan Sumber Daya Manusia (SDM) yang sesuai dengan perkembangan zaman. SDM bangsa
Indonesia ke depan tidak terlepas dari Fungsi Pendidikan nasional. Dalam Pasal
3 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor
20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dikatakan:
“Pendidikan
nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradapan
bangsa yng bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan
untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan
bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, berilmu, cakap, kreatif,
mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab”.
Hubungan antara pendidikan di sekolah dan
masyarakat masih sangat minim/rendah karena pendidikan di sekolah dipandang
terutama sebagai persiapan untuk kelanjutan pelajaran. Masyarakat umumnya
memandang sekolah lebih dominan yang bertujuan mengajarkan anak-anak mereka
dalam aspek akademik.
2)
Sekolah dan Masyarakat
Jika dilihat dari sisi maknanya, hubungan
sekolah dan masyarakat memiliki pengertian yang sangat luas. Sehingga
masing-masing ahli memiliki persepsi yang berbeda, seperti diungkapkan Tim
Dosen Administrasi Pendidikan Universitas Pendidikan Indonesia bahwa: “hubungan
masyarakat dan sekolah merupakan komunikasi dua arah antara organisasi dengan
publik secara timbal balik dalam rangka mendukung fungsi dan tujuan manajemen
dengan meningkatkan pembinaan kerja sama serta pemenuhan kepentingan bersama”.
Maksud hubungan sekolah dengan masyarakat,
dikatakan Sutisna dalam Mulyasa yakni untuk mengembangkan pemahaman tentang
maksud-maksud dan saran-saran dari sekolah; untuk menilai program sekolah;
untuk mempersatukan orang tua murid dan guru dalam memenuhi kebutuhan-kebutuhan
anak didik; untuk mengembangkan kesadaran tentang pentingnya pendidikan sekolah
dalam era pembangunan; untuk membangun dan memelihara kepercayaan masyarakat
terhadap sekolah; dan untuk mengerahkan dukungan dan bantuan bagi pemeliharaan
dan peningkatan program sekolah.
Peran masyarakat dalam pendidikan terlihat
dalam Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional,
bab XI, bagian kesatu, pasal 54, ayat 1, 2 dan 3.
(1)Peran
serta masyarakat dalam pendidikan meliputi peran serta perseorangan, kelompok,
keluarga, organisasi profesi, pengusaha, dan organisasi kemasyarakatan dalam
penyelenggaraan dan pengendalian mutu pelayanan pendidikan;
(2)Masyarakat
dapat berperan serta sebagai sumber, pelaksana, dan pengguna hasil pendidikan;
(3)Ketentuan
mengenai peran serta masyarakat sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dan ayat
(2) diatur lebih lanjut dengan Peraturan Pemerintahan.
Pendidikan
memegang peranan penting dalam membentuk dan menciptakan masyarakat sesuai
dengan yang diharapkan. Dengan adanya pendidikan, apa yang dicita-citakan
masyarakat dapat terwujud melalui anak didik sebagai generasi masa depan. Salah
satu peranan pendidikan dalam masyarakat adalah dalam fungsi sosial, yakni
sekolah merupakan salah satu sarana pendidikan yang diharapkan masyarakat.
C. METODOLOGI
1. Pendekatan
Penelitian
Pendekatan
penelitian menggunakan pendekatan kualitatif artinya penelitian yang dilakukan
dengan menjelaskan, menerangkan dan menguraikan pokok permasalahan yang hendak
dibahas dalam penelitian ini kemudian ditarik kesimpulan secara deduktif. Data
dalam penelitian ini berupa data mengenai mengatasi sistem kearsipan, peran
kepala tata usaha dalam mengatasi sistem kearsipan dan faktor-faktor yang
mempengaruhi sistem kearsipan di SDN 12 Muara Padang.
2. Sumber
Data
Menurut
Suharsimi Arikunto, sumber data adalah
subjek dari mana data tersebut diperoleh. Sumber data yang digunakan
dalam penelitian ini adalah suber data primer. Sumber data primer yaitu sumber
data ynag diterima dari tangan pertama, yaitu ketua pengelola koperasi sekolah,
guru pembina, dan anggota koperasi sekolah SDN12 Muara padang. Data ini
diperoleh dan dikumpulkan peneliti langsung dari lapangan pada proses
penelitian melalui wawancara, observasi dan catatan di lapangan.
3. Metode
a.
Metode Wawancara
Wawancara
merupakan percakapan dengan maksud untuk mendapatkan informasi tertentu yang
dilakukan oleh dua pihak yaitu sebagai pewawancara dan narasumber. Wawancara
dilakukan dengan narasumber yaitu masyarakat asli desa Margomulyo.
b.
Metode Observasi
Observasi
merupakan pengamatan dan pencatatan yang sistematis terhadap gejala-gejala yang
diteliti. Observasi dilakukan dengan menetapkan tujuan, direncanakan dan
dicatat secara sistematis serta dapat dikontrol kepercayaan dan keandalan.
Observasi dilakukan secara langsung dengan melihat kondisi sosial masyarakat
Desa Margomulyo dengan berbagai ragam mata pencaharian penduduk, kepercayaan
dan mitos.
D. HASIL WAWANCARA DAN OBSERVASI
Desa Margomulyo Kecamatan Muara Padang Kabupaten Banyuasin
merupakan salah satu wilayah yang terletak di Provinsi Sumatera Selatan
Palembang. Di mana di Desa Margomulyo ini terdapat jumlah penduduk masyarakat
kurang lebih sebanyak 800 kepala keluarga atau sekitar 3800 jiwa yang terdiri
dari lakilaki sebanyak 1500 jiwa dan perempuan sebanyak 2300 jiwa.
Di desa Margomulyo
penduduknya berasal dari berbagai suku dan daerah, rata-rata penduduk
masyarakat desa margomulyo yaitu orang Trans atau pindahan dari Jawa, akan
tetapi para penduduk masyarakat ini sudah lama menetap di desa Margomulyo
tersebut, sehingga mereka sudah bisa beradptasi dengan daerah yang cuacanya
berubah-ubah kadang kemarau kadang pula hujan. Bahasa yang digunakan oleh
penduduk desa Margomulyo ini yaitu Bahasa Jawa, rata-rata penduduk desa ini
menggunakan bahasa jawa yang kasar, tetapi jika berbicara dengan orang yang
lebih tua menggunakan bahasa jawa halus.
Sebagian mata pencaharian penduduk masyarakat desa Margomulyo
adalah sebagai Petani padi, Karet, maupun sawit, adapula yang bekerja jauh atau
merantau ke Bangka mencari timah. Namun adapula sebagian juga yang berprofesi
sebagai guru dan juga pedagang.
Pada bidang pendidikan di Desa Margomulyo terdapat beberapa
PAUD, TK, SD, MTS, dan Aliyah. Dari segi pendidikan penduduk desa Margomulyo
rata-rata ada yang bekerja sebagai pegawai swasta karena minimnya pendidikan
yang ada didalamnya membuat penduduk desa margomulyo terbatas dari segi
kemampuan maupun skill dan pengalaman-pengalaman sangat dibelakangkan. Bahkan
masih terdapat juga masyarkat yang belum mempunyai pekerjaan atau pengangguran dan ini terdiri
dari usia-usia yang seharusnya sudah produktif atau dewasa.
Di desa ini juga terdapat organisasi-organisasi yang rata-rata
merupakan penerus dari organisasi-organisasi sebelumnya. Seperti kerukunan
dalam hal gotong royong (sambatan) atau masih terdapat organisasi Malam Jumat
atau yang populer dengan sebutan Tahlilan. Dan juga terdapat organisasi para
pemuda masjid atau yang dikenal dengan kumpulan remaja masjid.
Kebudayaan-kebudayaan dari masyarakat di desa Margomulyo,
penduduk desa margomulyo masih melestarikan budaya-budaya peninggalan nenek
moyang seperti hari-hari penting salah satunya seperti peringatan 10 Muharrom.
E. PENUTUP
Kesimpulan
Kesimpulan yang didapat dari penelitian yang dilakukan di Desa
Margomulyo adalah:
Di desa Margomulyo
penduduknya berasal dari berbagai suku dan daerah, rata-rata penduduk
masyarakat desa margomulyo yaitu orang Trans atau pindahan dari Jawa, akan
tetapi para penduduk masyarakat ini sudah lama menetap di desa Margomulyo
tersebut, sehingga mereka sudah bisa beradptasi dengan daerah yang cuacanya
berubah-ubah kadang kemarau kadang pula hujan. Bahasa yang digunakan oleh penduduk
desa Margomulyo ini yaitu Bahasa Jawa, rata-rata penduduk desa ini menggunakan
bahasa jawa yang kasar, tetapi jika berbicara dengan orang yang lebih tua
menggunakan bahasa jawa halus.
Di desa ini juga terdapat organisasi-organisasi yang rata-rata
merupakan penerus dari organisasi-organisasi sebelumnya. Seperti kerukunan
dalam hal gotong royong (sambatan) atau masih terdapat organisasi Malam Jumat
atau yang populer dengan sebutan Tahlilan. Dan juga terdapat organisasi para
pemuda masjid atau yang dikenal dengan kumpulan remaja masjid.
Kebudayaan-kebudayaan dari masyarakat di desa Margomulyo,
penduduk desa margomulyo masih melestarikan budaya-budaya peninggalan nenek
moyang seperti hari-hari penting salah satunya seperti peringatan 10 Muharrom.
F.
DAFTAR
PUSTAKA
Nasution. 2017.Sosiologi Pendidikan. Palembang: Gramedia.
H.E Mulyasa. 2015. Implementasi kurikulum satuan pendidikan. Jakarta:
Bumi Aksara.
Sukardi. 2007. Metodologi Penelitian Pendidikan.
Jakarta: Bumi Aksara.
Arikunto, Suharsimi.
2002. Prosedur Menelitian. Jakarta:
Rineka Cipta.
Furchan, Arif. 2007. Pengantar Penelitian Dalam Pendidikan.
Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Annur, Saipul. 2008. Metodologi Penelitian Pendidikan.
Palembang: Grafika Telindo Press.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar