Hasil Observasi Pendidikan dan Masyarakat
Desa Lebung Gajah, Kecamatan Tulung Selapan
Yolanda Mareta 1730203180
A. Latar Belakang
Pada sebuah penelitian saya kali ini, saya mengambil
materi Pendidikan dan Masyarakat sebagai pembahasan penelitian saya. Dan sebuah
penelitian yang saya lakukan kali ini saya meneliti pendidikan dan masyarakat
di sebuah desa Lebung Gajah kecamatan Tulung Selapan, tidak lain adalah asal
daerah tempat tinggal saya sendiri. Kenapa saya memilih materi tersebut ? karna
Pendidikan dan Masyarakat kerap sekali menjadi perbincangan kita sehari-hari.
Pendidikan dan Masyarakat sudah tidak asing lagi di telinga kita dan pendidikan
sudah menjadi kebutuhan bagi setiap individu maupun kelompok.
Masyarakat merupakan suatu kesatuan yang didasarkan
ikatan-ikatan yang sudah teratur dan boleh dikatakan stabil. Sehubungan ini
maka dengan sendirinya masyarakat merupakan kesatuan yang dalam pembentukannya
mempunyai gejala yang sama.
Pendidikan merupakan proses memanusiakan manusia secara
manusiawi yang harus disesuaikan dengan situasi dan kondisi serta perkembangan
zaman.
Rumusan Masalah
1. Bagaimana sikap dari Masyarakat desa Lebung Gajah
mengenai Pendidikan?
2. Seberapa
tinggi tingkat kepuasan Masyarakat desa Lebung Gajah pada pelayanan pendidikan
yang di terapkan di desa tersebut?
3. Seberapa
baguskah kebijakan yang diterapkan pemerintah kepada masyarakat desa Lebung
Gajah?
Tujuan Penelitian
1. Untuk mengetahui sikap dari
Masyarakat desa Lebung Gajah mengenai Pendidikan.
2. Untuk mengetahui tinggi tingkat kepuasan Masyarakat
desa Lebung Gajah pada pelayanan
pendidikan yang diterapkan di desa tersebut.
3. Untuk mengetahui kebijakan yang di terapkan Pemerintah
kepada masyarakat desa Lebung Gajah.
B. Kajian Teoritis
Menurut Syaikh
Taqyuddin An-Nabhani, sekelompok manusia dapat di katakan sebagai sebuah
masyarakat apabila memiliki pemikiran, perasaan, serta sistem/aturan yang sama.
Dengan kesamaan-kesamaan tersebut, manusia kemudian berinteraksi sesama mereka
berdasarkan kemaslahatan.
Masyarkat sering
diorganisasikan berdasarkan cara utamanya dalam bermatapencarian. Pakar ilmu
sosial mengidentifikasikan ada: Masyarakat pemburu, masyarakat pastoral
donamis, masyarakat bercocok tanam, dan masyarakat agrikultural intensif, yang
juga disebut masyarakat peradaban. Sebagai pakar menganggap masyarakt industri
dan pascaindustri sebagai kelompok masyarakat yang terpisah dari masyarakat
agrikultural tradisional.
Masyarakat dapat
pula diorganisasikan berdasarkan struktur politiknya: berdasarkan urutan
kompleksitas dan besar, terdapat masyarakt band, suku, chiefdom, dan masyarakat
negara.
Masyarakat menurut
Max Weber adalah sebagai suatu struktur atau aksi yang pada pokoknya ditentukan
oleh harapan dan nilai-nilai yang dominan pada warganya. Ahli sosiologi dan
bapak sosiologi modern, Emile Durkeim, mengatakan bahwa masyarakat adalah suatu
kenyataan objektif individu-individu yang merupakan anggotanya.
Bapak komunis, Karl
Marx, memberikan definisi masyarakat sebagai suatu struktur yang menderita
ketegangan organisasi ataupun perkembangan karena adanya pertentangan antara
kelompok-kelompok yang terpecah-pecah secara ekonomis.
Karakteristik masyarakat
adalah:
1. Aglomerasi dari unit biologis dimana setiap anggota dapat
melakukan reproduksi dan beraktivitas.
2. Memiliki
wilayah tertentu.
3. Memiliki
cara untuk berkomunikasi.
4. Terjadinya
diskriminasi antara warga masyarakat dan bukan warga masyarakat.
5. Secata
kolektif menghadapi ataupun menghindari musuh.
Menurut Ki Hajar
Dewantara (Bapak Pendidikan Nasional Indonesia) menjelaskan tentang pengertian
pendidikan yaitu: pendidikan yaitu tuntutan di dalam hidup tumbuhnya anak-anak,
adapun maksudnya, pendidikan yaitu menuntun segala kekuatan kodrat yang ada
pada anak-anak itu, agar mereka sebagai manusia dan sebagai anggota masyarakat
dapatlah mencapai keselamatan dan kebahagiaan setinggi-tingginya.
Tujuan pendidikan adalah menciptakan seseorang yang
berkwalitas dan berkarakter sehingga memiliki pandangan yang luas kedepan untuk
mencapai suatu cita-cita yang di harapkan dan mampu beradaptasi secara cepat
dan tepat dalam berbagai dalam berbagai lingkungan. Karena pendidikan itu
sendiri memotivasi diri kita untuk lebih baik dalam segala aspek kehidupan.
Pendidikan bisa saja berawal dari bayi yang belum lahir
seperti yang dilakukan oleh banyak orang dengan memainkan musik dan membaca
kepada bayi dalam kandungan dengan harapan ia bisa mengajar bayi mreka sebelum
kelahiran.
Pengertian pendidikan secara umum adalah usaha sadar dan
terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran untuk
peserta didik agar secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki
kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan,
akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya dan masyarakat.
Pendidikan dapat juga diartikan sebagai usaha sadar dan
sistematis untuk mencapai taraf hidup atau untuk kemajuan yang lebih baik.
Pendidikan dapat mengembangkan karakter melalui berbagai macam kegiatan,
seperti penanaman nilai, pengembangan budi pekerti, nilai agama, pembelajaran dan
pemelatihan nilai moral dan lain sebagainya.
Secara sederhana, pengertian pendidikan adalah proses
pembelajaran bagi peserta didik untuk dapat mengerti, paham dan membuat manusia
lebih kritis dalam berfikir. Juga, setiap pengalaman yang memiliki efek formatif
pada cara orang berfikir, merasa, atau tindakan dapat dianggap pendidikan.
Pendidikan sering terjadi dibawah bimbingan orang lain
tetapi juga memungkinkan secara otodidak. Namun umumnya pendidikan dibagi
menjadi tahap seperti prasekolah, sekolah dasar, sekolah menengah dan kemudian
perguruan tinggi, universitas atau magang. Bentuk pendidikan dengan hadir di
sekolah adalah yang paling umum ada juga sebagian kecil orang tua memilih untuk
pendidikan home-shooling, e-learning atau yang serupa untuk anak-anak mereka.
C. Meteologi
1. Pendekatan
Penelitian
Jenis penelitian yang saya
gunakan dalam penelitian ini adalah penelitian survey. Penelitian survey adalah
penelitian yang dilakukan pada populasi besar atau kecil tetapi data yang
dipelajari adalah data dari sampel yang di ambil dari populasi. Senada dengan
pendapatan tersebut, Prasetyo (2005;49) berpendapat bahwa penelitian survey
umumnya dilakukan untuk mengambil sesuatu generalisasi dari pengamatan yang
tidak mendalam. Jika sampel yang diambil adalah representatif maka
generalisasinya kuat. Contoh penelitian tentang kecenderungan masyarakat dalam
memilih pemimpinnya, penelitian pengaruh anggaran pendidikan terhadap kwalitas
SDM di negeri ini, penelitian tentan kecenderungan konsumen dalam memilih suatu
jenis produk.
2. Metode
a. Obsevasi
Menurut Prof.Heru Observasi
adalah studi yang dilaksanakan secara sengaja, terara, sistematis, dan
terencana sesuai tujuan yang akan dicapai dengan mengamati dan mencatat seluruh
kejadian dan fenomena yang terjadi dan mengerti pada syarat dan aturan dalam
penelitian atau karya ilmiah. Hasil observasi ilmiah ini dijelaskan secara
teliti, tepat dan akurat, serta tidak diperbolehkan untuk ditambah atau
dikurangi dan dibuat-buat sesuai keinginan peneliti.
Secara umum
observasi adalah proses pengamatan dan pencatatan secara sistematis mengenai
gejala-gejala yang di teliti. Dapat dikatakan juga bahwa observasi adalah salah
satu metode pengumpulan data dengan mengamati atau meninjau secara cermat dan
langsung dilokasi penelitian atau lapangan untuk mengetahui secara langsung
kondisi yang terjadi atau untuk membuktikan kebenaran dari sebuah desain
penelitian.
Kegiatan obsevasi
ini menjadi salah satu dari tehnik pengumpulan data apabila sesuai dengan
tujuan penelitian, yang direncanakan dan di catat secara sistematis, serta
dapat di kontrol keandalan (realibilitas) dan kesahihannya (validitasnya).
b. Wawancara
Menurut Stewart dan W.B Cash, wawancara adalah proses
komunikasi dipasangkan dengan tujuan serius dan telah ditentukan dirancang untuk
bertukar perilaku dan melibatkan tanya jawab.
Menurut Robert Kahn dan Channel, wawancara adalah pola
khusus dari interaksi dimulai secara lisan untuk tujuan tertentu, dan di
fokuskan pada daerah konten yang spesifik, dengan proses eliminasi dari bahan-bahan
yang tidak ada hubungannya secara berkelanjutan.
Menurut Koentjaraningrat, wawancara adalah cara yang
digunakan untuk tugas tertentu, mencoba untuk mendapatkan informasi dan secara
lisan pembentukan responden, untuk berkomunikasi tatap muka.
Menurut Lexy J. Moleong, wawancara adalah percakapan
dengan tujuan tertentu. Percakapan itu dilakukan oleh dua pihak, yaitu
pewawancaraan (yang mengajukan pertanyaan) dan diwawancarai (yang memberikan
jawaban atas pertanyaan itu).
Menurut Denzing, wawancara adalah dipandu dan rekaman
pembicaraan atau tatap muka percakapan di mana seseorang mendapat informasi dan
orang lain.
Menurut Sutrisno Hadi, wawancara adalah proses pembekalan
verbal, dimana dua orang atau lebih untuk menangani secara fisik, orang dapat
melihat muka yang orang lain dan mendengar suara telinga sendiri, ternyata
informasi langsung alat pengumpulan pada beberapa jenis data sosial, baik yang
tersembunyi (laten) atau manifest.
c. Analisis Data
Data yang telah dihasilkan dari
lapangan baik data primer atau data skunder terlebih dahulu diorganisasikan
kedalam suatu pola, kategori dan suatu uraian dasar kemudian data tersebut
dianalisis dengan cara yang kwalitatif
d. Waktu Penelitian
Survey lapangan penelitian : 15
juni 2018
Penelitian lapangan : 15-18
juni 2018
HASIL PENELITIAN
A. Sikap
masyarakat dari desa Lebung Gajah mengenai Pendidikan
Sikap masyarakat desa Lebung Gajah terhadap Pendidikan
sesuai dengan hasil yang sudah saya teliti, dan saya menyaksikan secara
langsung bagaimana sikap dari masyarkat desa Lebung Gajah ini terhadap
pendidikan.
Masyarakat desa Lebung Gajah
ini masih sangat mengedepankan pendidikan, karna seperti yang sudah saya teliti
di desa tersebut hampir rata-rata semua anak-anak yang ada di desa sudah
bersekolah, baik itu tingkat taman kanak-kanak, sekolah menengah pertama,
sekolah menengah atas dan bahkan ke perguruan tinggi.
Tempat : Desa Lebung Gajah,
kecamatan Tulung Selapan, Kabupaten Ogan Komering Ilir
Waktu : 10.00-14.00
B. Tingkat kepuasan masyarakat desa Lebung Gajah pada
pelayanan pendidikan yang di terapkan di desa Lebung Gajah tersebut.
Tingkat kepuasan masyarakat desa Lebung Gajah terhadap
pendidikan ini sesuai yang sudah saya teliti dan saya lihat, masyarakat desa
Lebung Gajah sangat puas terhadap pendidikan, karna dengan pendidikan
masyarakat di desa Lebung Gajah dapat merubah kehidupan dan pola pikir mereka,
dan perkembangan pendidikan di desa tersebut sangat berkembang dengan cukup
baik, perkembangan pendidikan di desa tersebut berkat dukungan dari masyarakat
desa Lebung Gajah
C. Kebijakan yang pemerintah kepada masyarakat desa
Lebung Gajah
Kebijakan pemerintah terhadap desa Lebung Gajah cukup
baik, saya telah survey ke beberapa tempat, kepedulian pemerintah pada desa
tersebut bisa di katakan cukup baik, karna saya melihat begitu banyak bantuan
dan bangunan dari pemerintah untuk masyarakat desa Lebung Gajah, baik dari segi
renovasi jalan maupun bantuan untuk masyarakat yang membutuhkan.
PENUTUP
A. Kesimpulan
Kesimpulan yang dapat saya simpulkan dari penelitian di
Desa Lebung Gajah adalah : Penduduk desa Lebung Gajah ini sangat mengutamakan
pendidikan, pendidikan sangat penting bagi mereka karna, dengan pendidikanlah
penduduk desa Lebung gajah dapat merubah kehidupan dan pola pikir mereka
masing-masing, dengan pendidikan penduduk desa Lebung Gajah dapat berpikir
lebih maju dan mendapat wawasan yang lebih luas.
Mengenai kwalitas pendidikan di desa Lebung Gajah,
kwalitasnya sudah cukup baik, dari mulai fasilitas, mutu, dan yang lainnya yang
menyangkut pendidikan sudah dapat dikatakan bagus.
Dan yang terakhir mengenai pemerintah terhadap desa
Lebung Gajah sudah dapat dikatakan cukup baik kepedulian pemerintah pada desa
tersebut bisa di katakan cukup baik, karna saya melihat begitu banyak bantuan
dan bangunan dari pemerintah untuk masyarakat desa Lebung Gajah, baik dari segi
renovasi jalan maupun bantuan untuk masyarakat yang membutuhkan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar