Jumat, 22 Juni 2018

laporan observasi hubungan sekolah dan masyarakat


SEKOLAH DAN MASYARAKAT


LAPORAN OBSERVASI
HUBUNGAN SEKOLAH DAN MASYARAKAT
 SD NEGERI 22 TALANG KELAPA
Via Anjela Sari (1730203177)

I. PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Alasan saya ingin melakukan penelitian kecil di SDN 22 Talang Kelapa karena dalam menjalankan tugas profesinya seorang guru akan berinteraksi dengan masyarakat, Keterkaitan lain antara guru dan masyarakat bahwa guru berperan sebagai pendidik yang banyak bertanggung jawab dalam memelihara sistem nilai penerus sistem nilai penerjemah sistem nilai. Masyarakat dengan pendidikan dapat ditinjau dengan segi yaitu ;
1.      Masyarakat sebagai penyelenggara pendidikan
2.      Masyarakat juga ikut andil dalam peran dan fungsi di lembaga kemasyarakatan secara langsung maupun tidak.
3.      Dalam masyarakat tersedia berbagai sumber belajar, baik yang dirancang maupun dimanfaatkan.
Seorang guru, masyarakat sebagai konsumen dan pengguna jasa dan hasil pendidikan. Guru dan tenaga kependidikan telah dipaparkan diatas yaitu bahwa masyarakat itu merupakan pelanggan jasa pelayanan pendidikan dan pengguna hasil kependidikan.
Tujuan dapat dicapai salah satunya dengan mengembangkan dan meningkatkan mutu serta daya saing dalam pembelajaran di sekolah-sekolah. Oleh karena itu kegiatan pembelajaran bagi guru-guru di sekolah yang di lakukan harus selalu mengacu pada tujuan undang-undang dengan memperhatikan karakteristik siswa sebagai penerus bangsa.
B. RUMUSAN MASALAH
1. Bagaimana hubungan sekolah dengan masyarakat Di SD Negeri 22 Talang Kelapa ?
2. Bagaimana program sekolah untuk menjalin hubungan tersebut?
3. Bagaimana kendala-kendala dan cara mengatasi masalah dalam menjalin hubungan dengan masyarakat?

C. TUJUAN PENELITIAN
Tujuan penelitian ini adalah :
1.  Untuk mengetahui hubungan sekolah dengan masyarakat khususnya di SD Negeri 22 Talang Kelapa
2. Untuk mengetahui program sekolah dalam menjalin hubungan dengan masyarakat
3.  Untuk mengetahui kendala dan cara mengatasi masalah dalam menjalin hubungan dengan masyarakat
D. MANFAAT PENELITIAN
Manfaat penelitian ini adalah :
1. Memberikan pengetahuan tentang hubungan sekolah dengan masyarakat khususnya di SDN 22 Talang Kelapa
2. Memberikan pengetahuan tentang program sekolah dalam menjalin hubungan dengan masyarakat
3.  Memberikan Pengetahuan kendala dan cara mengatasi masalah dalam menjalin hubungan dengan masyarakat

II. KAJIAN TEORITIS

1. [1]PENGERTIAN HUBUNGAN SEKOLA DAN MASYARAKAT
Istilah hubungan dengan masyarakat dikemukakan kali pertama oleh presiden Amerika Serikat, Thomas Jefferson tahun 1807 dengan istilah Public Relations. Hingga saat ini pengertian hubungan dengan masyarakat itu sendiri belum mencapai suatu mufakat konvensional.
Adapun pengertian hubungan dengan masyarakat menurut Abdurrachman ialah kegiatan untuk menanamkan dan memperoleh pengertian, good will, kepercayaan, penghargaan dari publik sesuatu badan khususnya dan masyarakat pada umumnya (Suryosubroto, 2004: 155).
Sedangkan menurut Syamsi, hubungan dengan masyarakat adalah untuk mengembangkan opini publik yang positif terhadap suatu badan, publik harus diberi penerangan-penerangan yang lengkap dan obyektif mengenai kegiatan-kegiatan yang menyangkut kepentingan mereka, sehingga dengan demikian akan timbul pengertian darinya. Selain itu pendapat-pendapat dan saran–saran dari publik mengenai kebijaksanaan badan itu harus diperhatikan dan dihargai (suryosubroto, 2004: 155).
Hubungan sekolah dengan masyarakat merupakan jalinan interaksi yang diupayakan oleh sekolah agar dapat diterima di tengah-tengah masyarakat untuk mendapatkan aspirasi, simpati dari masyarakat. Dan mengupayakan terjadinya kerjasama yang baik antar sekolah dengan masyarakat untuk kebaikan bersama, atau secara khusus bagi sekolah penjalinan hubungan tersebut adalah untuk mensuksekan program-program sekolah yang bersangkutan sehingga sekolah tersebut bisa tetap eksis.
[2]Oleh karena itu peran dan tanggung jawab masyarakat dalam pendidikan, antara lain:
Masyarakat berhak beperan serta dalam memilih satuan pendidkan dan memperoleh informasi tentang perkembangan pendidikan anaknya (pasal 8)
Masyarakat berkewajiban memberikan dukungan sumber daya dalam penyelengaraan pendidikan (pasal  9)
2. PRINSIP-PRINSIP HUBUNGAN SEKOLAH DAN MASYARAKAT
Beberapa prinsip yang harus diperhatikan dalam pelaksanaan hubungan sekolah dan masyarakat:
a. integrity
Prinsip ini mengandung makna bahwa semua kegiatan hubungan sekolah dan masyarakat harus terpadu. Artinya informasi yang disampaikan antar keduanya harus informasi yang terpadu baik mengenai masalah akademik maupun non akademik. Hal ini sangat penting untuk meningkatkan  penilaian dan kepercayan antar keduanya.
b.Continuity
Prinsip ini menjelaskan bahwa hubungan ini hrus dilakukan secara terus menerus, hal ini dilakukan agar masyarakat dilakukan agar masyarakat mengetahui perkembangan sekolah.
c. Simplicity
Prinsip menghendaki agar dalam proses hubungan sekolah dan masayarakat ini dapat menyederhanakan berbagai informasi yang disajikan kepada masyarakat sesuai dengan kondisi dan karakteristik masyarakat
3. MANFAAT HUBUNGAN SEKOLAH DAN MASYARAKAT
[3]1) Bagi sekolah
a. Memindahkan atau meringankan beban sekolah dalam memperbaiki serta meningkatkan kualitas penyelengaraan pendidikan di tingkat sekolah.hal ini akan terjadi jika sekolah menganggap masyarakat sebagi mitra yang dalam pengembangan sekolah.
b.Sekolah akan akan mengenal secara mendalam latar belakang, keinginan dan harapan-harapan masyarakat terhadap sekolah. Pengenalan harapan masyarakat dan orang tua murid terhadap lembaga pendidikan, khususnya sekolah merupakan unsur penting guna menumbuhkan dukungan yang kuat dari masyarakat.
2) bagi masyarakat
a. Masyarakat/orang tua murid akan mengerti tentang berbagai hal yang menyangkut penyelenggaraan pendidikan di sekolah.
b.Keinginan dan harapan masyarakat terhadap sekolah akan lebih mudah di sampaikan dan direalisasikan oleh pihak sekolah.
c. Masyarakat akan memiliki kesempatan memberikan saran,usul maupun kritik untuk membantu sekolah menciptakan sekolah yang berkualitas

III. METEDOLOGI
[4]1. PENDEKATAN
Pendekatan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Penelitian kualitatif adalah penelitian yang yang bermaksud untuk memahami fenomena tentang apa yang dialami oleh subyek penelitian secara holistik, dan dengan cara deskripsi dalam bentuk kata-kata dan bahasa, pada suatu konteks khusus yang alamiah dan dengan memanfaatkan berbagai metode alamiah. Penelitian ini akan mendeskripsikan dan mengkaji secara mendalam permasalahan yang berkaitan dengan strategi public relations dalam membangun hubungan sekolah dengan masyarakat di lembaga pendidikan.
Penelitian deskriptif adalah penelitian yang diarahkan untuk memberikan gejala-gejala, fakta-fakta atau kejadian-kejadian secara sistematis dan akurat, mengenai sifat-sifat populasi atau daerah tertentu. Melalui penelitian ini, peneliti berusaha mengungkapkan secara mendalam strategi public relations yang digunakan lembaga pendidikan untuk membangun hubungan sekolah dengan masyarakat. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini bersifat deskriptif yaitu [5]penjelasan secara faktual terkait strategi public relations yang dilaksanakan oleh  lembaga pendidikan untuk membangun hubungan sekolah dengan masyarakat. Data yang dihasilkan dalam penelitian ini berupa kata-kata yang dipaparkan sebagaimana adanya yang terjadi di lapangan, yang dialami, dirasakan, dan dipikirkan oleh partisipan atau sumber data.
2. SUMBER YANG DIWAWANCARI
            Narasumber yang saya wawancari masyarakat sekitar dan kepala sekolah SD Negeri 22 Talang kelapa
2. METODE
a.Observasi
Observasi, merupakan salah satu alat penting untuk pengumpulan data dalam penelitian kualitatif. Pengamatan tersebut didasarkan pada tujuan riset dan pernyataan riset. Berdasarkan pada dua bentuk keterlibatan, yaitu partisipasi dan pengamatan.
b. Wawancara
            Wawancara, merupakan serangkaian langkah-langkah yang diperlukan dalam pelaksanaan wawancara kualitatif. Tujuh tahapan wawancara dari Kvale dan Brinkmann (2009) dalam Creswell memaparkan serangkaian tahapan logis mulai dari tematisasi penelitian, desain studi, wawancara, menulis atau merekam wawancara, kemudian analisis data, verifikasi validitas, reliabilitas, dan geaneralisabilitas dari temuan, dan terakhir pelaporan studi. Dalam proses pengumpulan data, disajikan secara ringkas.
d. Analisis Data
            Sugiono  (2012) mengartikan analisis data sebagai proses mencari dan menyusun secara sistematis data yang diperoleh dari hasil wawncara, catatan lapangan dan dokumentasi dengan cara mengorganisasikan data kedalam kategori, menjabarkan kedalam unit-unit, melakukan sintesa, menyusun kedlaam pola, maemilih mana yang penting dan yang akan dipelajari dan membuat kesimpulan sehingga mudah dipahami oleh diri sendiri maupun orang lain.
             e.waktu penelitian
survei lapangan penelitian : 8 juni 2018
penelitian lapangan :8-10 juni 2018



IV. HASIL PENELITIAN
            Observasi ini kami lakukan di SD Negeri 22 Talang Kelapa. Dalam observasi ini saya mendapatkan berbagai informasi mengenai hubungan sekolah dengan masyarakat, wawancara ini terkait dengan berbagai pihak di dalamnya. Antara lain:
[6]1.SEKOLAH
            Dalam menjalin hubungan ini sekolah diwakili oleh kepala sekolah, humas, dan komite sekolah. Dalam pelaksanaannya, hubungan ini dilaksanakan dengan berbagai teknik dan bentuk. Antara lain: 
a). Rapat pleno
Rapat pleno adalah suatau rapat yang dilakukan oleh sekolah yang terdiri dari kepala sekolah, komite, wali murid. Semua warga sekolah tersebut akan membahas tentang anggaran – anggaran atau tentang dana pembangunan pengembangan sekolah. Dalam rapat pleno dilakukan tiap 1 ( satu ) tahun sekali pada wali murid siswa baru. Contohnya anggaran uang gedung dimusyawarahkan bersama untuk pembangunan pengembangan sekolah.
b). Rapat pengurus
Rapat pengurus adalah suatu rapat yang dilakukan oleh para pengurus. Rapat tersebut dilakukan untuk membahas jurnal anggaran, RPP, silabus. Jadi sebelum mengajar para pengurus melakukan rapat tersebut untuk mengecek kesiapan seseorang pengajar dalam mengajar. Rapat pengurus ini dilakukan tiap hari senin
c). Rapat konsultasi
Rapat konsultasi adalah suatu rapat yang dilakukan sekolahdengan instansi-instansi seperti camat. Rapat ini dilakukan untuk miminta masukan–masukan demi kemajuan sekolah dan menjelaskan pembangunan pengembangan sekolah. Konsultasi ini dilakukan tiap 6 (enam ) bulan sekali atau tiap satu semester sekali
d). Rapat komite
Rapat komite adalah suatu rapat tempat sekolah menyalurkan keiginan pembangunan pengembangan sekolah kepada komite sekolah tentang sarana dan prasarana. Setelah sekolah membicarakan dengan komite maka komite membiarkan lagi dengan wali murid. Wali murid memusyawarahkan hal tersebut dengan sesama wali murid. Dalam rapat ini yang berperan dalam memilih dan mencari sarana dan prasarana adalah wali murid. Misalnya, kelas II B mempunyai kendala kurang layaknya fasilitas sarana dan prasarana yang berupa kursi dan bangku. Pengurus sekolah membicarakan hal tersebut kepada komite sekolah dan komite sekolah menyampaikan masalah tersebut kepada wali murid. Sesama wali murid memusyawarahkan hal terebut dengan dan mencari solusi atau jalan keluar yang terbaik. Jadi masalah tersebut diselesaikan oleh sesama walimurid
[7]e). Pertemuan wali murid dan guru
Pertemuan ini adalah pertemuan yang dilakukan oleh wali murid dan guru. Pertemuan ini dilakukan sekaligus dalam waktu pengambilan rapot. Dalam rapat ini guru dan wali murid membicarakan tentang kondisi, perilaku, kemampuan baik secara akademis maupun non akademis siswa dalam mengikuti pembelajaran dikelas. Wali murid juga menyampaikan kendala belar siswa di rumah seperti contohnya kurangnya kesdaran siswa alam mengerjakan PR.
Selain teknik langsung ada juga teknik tidak langsung yang dilakukan sekolah dengan masyarakat
Ada beberapa bentuk hubungan sekolah dan masyarakat. Di SDN 22 Talang kelapa ini memiliki bentuk hubungan sekolah dengan masyarakat melalui pameran sekolah, pentas musik, kunjungan ke rumah murid untuk menyelesaikan permasalahan siswa. Contohnya jika ada wali murid yang meminta beasiswa ketidakmampuan. Kepala sekolah tidak langsung merespon dan memberikan beasiswa kepada wali murid secara langsung. Dalam memberikan beasiswa ada beberapa ketentuan atau persyaratan yang harus di penuhi yaitu seperti surat keterangan desa. Selain itu pihak sekolah juga mengunjungi tempat tinggal wali murid yang meminta beasiswa tersebut untuk mensurvei apakah wali murid tersebut layak untuk di beri bantuan. Selain itu juga ada bentuk hubungan sekolah dengan masyarakat melalui kegiatan extrakulikuler yang ada di sekolah yang melibatkan orang tua murid dan warga sekitar sekolah.

[8]2. MASYARAKAT
Dalam observasi ini kami juga melakukan wawancara dengan masyarakat sekitar, antara lain: 
a). Masyarakat industri
Dalam hubungan ini, masyarakat industry memberikan sarana dan prasarana yang dibutuhkan Oleh sekolah. Contohnya pengadaan bangku-bangku sekolah.
b). Masyarakat professi
Masyarakat ini memberikan bantuan berupa ide dan tenaganya. Contohnya: masyarakat / wali muid yang berprofesi sebagai pemusik, dapat memberikan ide dan tenaganya untuk mengajar musik.
c). Masyarakat umum
[9]Masyarakat ini berperan dalam memeberikan solusi dalam pengembangan sekolah dan juga berperan sebagai control bagi pengembangan sekolah.
            Hubungan yang baik antara sekolah dengan masyarakat akan menghasilkan suatu manfaat, yaitu:
1). Pengadaan sarana dan prasarana lebih gampang karena dana bisa terealisasi dengan adanya kerja sama tersebut.
2). Lebih mudah dalam merencanakan program pengembangan sekolah sesuai dengan keinginan masyarakat dan kemampuan sekolah.
3). Menjalin silaturahmi antara sekolah dengan masyarakat agar terjadi kerukunan sehinggaadanya dukungan masyarakat.
4). Dengan adanya dukungan masyarakat program pengembangan sekolah bisa terlaksana melalui kerjasama.
 Kendala – Kendala dalam menjalin hubungan antara sekolah dengan masyarakat:
1). Kurangnya pemahaman masyarakat tentang pendidikan dan juga pemahaman warga sekolah tentang apa dan bagaimana harusnya pengelolaan hubungan sekolah dengan masyarakat dibangun
2). Kurangnya komunikasi antara warga sekolah dan warga masyarakat, sehingga tercipta komunikasi satu arah antara sekolah dan warga masyarakat/ wali murid dan pada akhirnya sekolah tidak tahu keinginan masyrakatnya tetapi memaksakan keinginanannya pada masyarakat/ wali murid yang pada saat itu hanya terlibat pada aspek pembiayaan saja.
            Upaya-upaya penyelesaian kendala/ hambatan yang ada adalah sebagai berikut:
1). Sekolah harus memberikan informasi yang terpadu kepada masyarakat, sehingga masyarakat mengetahui seluruh program-program yang di adakan sekolah.
2). Hubungan sekolah dengan masyarakat harus dilakukan secara terus menerus, sehingga masyarakat tudak akan beranggapan bahawa mereka hanya dibutuhkan pada saat pembiayaan saja.
3). Setiap program yang diadakan oleh sekolah harus menyesuaikan karakteristik masyarakat dengan cara mengkonsultasikan dengan tokoh masyarakat
4). Dalam melaksanakan hubungan tersebut, tidak hanya membahas financial sekolah melainkan membahas secara kompleks masalah pendidikan yang terkait dengan pengembangan sekolah secara akurat dan up to date.
V. KESIMPULAN
Berdasarkan hasil observasi yang kami lakukan hubungan sekolah dengan masyarakat di SDN 22 Talang kelapa dapat dikatakan cukup baik, hal ini terlihat adanya beberapa program yang dibentuk untuk menjalin hubungan ini. Tapi meskipun begitu masih ada sedikit kendala dalam hubungan yang terjalin antara sekolah dengan masyarakat. Hal ini disebabkan adanya anggapan bahwa peningkatan mutu sekolah dan peningkatan proses pembelajaran cukup dilakukan oleh pihak sekolah atau pihak pemerintah secara sepihak. Sedangkan pihak masyarakat dan orang tua murid cukup dimintakan bantuannya dalam bentuk keuangan saja, atau seolah-olah sekolah yang bertanggung jawab dalam peningkatan mutu. Sedangkan orang tua (masyarakat) tidak perlu terlibat dalam upaya peningkatan mutu di sekolah. Keterlibatan orang tua/masyarakat sering diinterpretasikan atau dipersepsi sebagai bentuk hubungan yang terlalu jauh memasuki kawasan otonomi sekolah. Keadaan ini juga turut berpengaruh terhadap terciptanya hubungan yang akrab antar sekolah dengan pihak masyarakat.
 Di samping itu pemberdayaan masyarakat masih cenderung pada aspek pembiayaan. Seandainya jika masyarakat bisa memahami tentang pendidikan dan pengelolaan sekolah maka hubungan sekolah dengan masyarakat akan terjalin dengan baik, dan para siswa secara langsung mengetahui bahwa mereka mendapat perhatian yang besar dari kedua belah pihak, baik pihak orang tua/masyarakat maupun pihak sekolah. Hal ini akan menjadi kartu kendali bagi sekolah untuk bersikap, berperilaku dan bertindak di luar aturan sekolah yang ada. Kendali/kontrol yang dilakukan bersama antara sekolah dan masyarakat secara terpadu akan memberikan ruang sempit bagi siswa, maupun warga sekolah lainnya yang akan bertindak atau berperilaku tidak sesuai dengan norma dan nilai yang berlaku di lingkungan sekolah dan lingkungan masyarakat sehingga akan tercipta suatu kondisi yang harmonis di lingkungan- lingkungan tersebut.

DAFTAR PUSTAKA
Suryosubroto,B.Drs.2012 ,Hubungan Sekolah dengan Masyarakat (School Public Relations). Jakarta : PT Rineka Cipta.
Umaedi, Dkk. 2008. Managemen Berbasis Sekolah. Jakarta: Universitas Terbuka.
Nasution,S.1996. Metodologi Penelitian Naturalistik Kualitatif, Bandung: Tarsito.
Sagala.S.2008. Manajemen Berbasis Sekolah dan Masyarakat. Jakarta:Nimas Multima
Nasution.S.2009.Sosiologi Pendidikan,Jakarta:Bumi Aksara



[1] B Suryosubroto, Hubungan Sekolah dengan Masyarakat (School Public Relations),(Jakarta : PT Rineka Cipta,2012),hlm.56.
[2] S.Nasution,. Sosiologi Pendidikan.(Jakarta:Bumi Aksara,2009),hlm.68
[3] Ibid,.69-70
[4] S. Nasution, Metodologi Penelitian Naturalistik Kualitatif, (Bandung: Tarsito,1996),hlm.78.
[5] Ibid., 79-81
[6] Umaedi, Dkk, Managemen Berbasis Sekolah, (Jakarta: Universitas Terbuka,2008),hlm.128
[7] Ibid,.129-132
[8] S.Sagala,Manajemen Berbasis Sekolah dan Masyarakat,.(Jakarta: Nimas Multima,2008),hlm.94
[9] Ibid.,95-99

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

SEKOLAH SEBAGAI ORGANISASI LAPORAN PENELITIAN “ SEKOLAH SEBAGAI ORGANISASI” Oleh : YOLI AMRIL SYAFIRA (1730203181) PENDAHULUAN...