SEKOLAH
DAN MASYARAKAT
LAPORAN
OBSERVASI
HUBUNGAN
SEKOLAH DAN MASYARAKAT
SD NEGERI 22 TALANG KELAPA
Via
Anjela Sari (1730203177)
I.
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Alasan
saya ingin melakukan penelitian kecil di SDN 22 Talang Kelapa karena dalam menjalankan
tugas profesinya seorang guru akan berinteraksi dengan masyarakat, Keterkaitan
lain antara guru dan masyarakat bahwa guru berperan sebagai pendidik yang
banyak bertanggung jawab dalam memelihara sistem nilai penerus sistem nilai
penerjemah sistem nilai. Masyarakat dengan pendidikan dapat ditinjau dengan
segi yaitu ;
1. Masyarakat
sebagai penyelenggara pendidikan
2. Masyarakat
juga ikut andil dalam peran dan fungsi di lembaga kemasyarakatan secara
langsung maupun tidak.
3. Dalam
masyarakat tersedia berbagai sumber belajar, baik yang dirancang maupun
dimanfaatkan.
Seorang
guru, masyarakat sebagai konsumen dan pengguna jasa dan hasil pendidikan. Guru
dan tenaga kependidikan telah dipaparkan diatas yaitu bahwa masyarakat itu
merupakan pelanggan jasa pelayanan pendidikan dan pengguna hasil kependidikan.
Tujuan
dapat dicapai salah satunya dengan mengembangkan dan meningkatkan mutu serta
daya saing dalam pembelajaran di sekolah-sekolah. Oleh karena itu kegiatan
pembelajaran bagi guru-guru di sekolah yang di lakukan harus selalu mengacu
pada tujuan undang-undang dengan memperhatikan karakteristik siswa sebagai
penerus bangsa.
B. RUMUSAN MASALAH
1. Bagaimana hubungan
sekolah dengan masyarakat Di SD Negeri 22 Talang Kelapa ?
2. Bagaimana program
sekolah untuk menjalin hubungan tersebut?
3. Bagaimana
kendala-kendala dan cara mengatasi masalah dalam menjalin hubungan dengan masyarakat?
C. TUJUAN PENELITIAN
Tujuan penelitian ini
adalah :
1. Untuk mengetahui hubungan sekolah dengan
masyarakat khususnya di SD Negeri 22 Talang Kelapa
2. Untuk mengetahui
program sekolah dalam menjalin hubungan dengan masyarakat
3. Untuk mengetahui kendala dan cara mengatasi
masalah dalam menjalin hubungan dengan masyarakat
D. MANFAAT PENELITIAN
Manfaat penelitian ini
adalah :
1. Memberikan
pengetahuan tentang hubungan sekolah dengan masyarakat khususnya di SDN 22
Talang Kelapa
2. Memberikan
pengetahuan tentang program sekolah dalam menjalin hubungan dengan masyarakat
3. Memberikan Pengetahuan kendala dan cara
mengatasi masalah dalam menjalin hubungan dengan masyarakat
II.
KAJIAN TEORITIS
1. [1]PENGERTIAN HUBUNGAN SEKOLA DAN MASYARAKAT
Istilah hubungan dengan masyarakat dikemukakan kali
pertama oleh presiden Amerika Serikat, Thomas Jefferson tahun 1807 dengan
istilah Public Relations.
Hingga saat ini pengertian hubungan dengan masyarakat itu sendiri belum
mencapai suatu mufakat konvensional.
Adapun pengertian hubungan dengan masyarakat menurut
Abdurrachman ialah kegiatan untuk menanamkan dan memperoleh pengertian, good will, kepercayaan,
penghargaan dari publik sesuatu badan khususnya dan masyarakat pada umumnya
(Suryosubroto, 2004: 155).
Sedangkan menurut Syamsi, hubungan dengan masyarakat
adalah untuk mengembangkan opini publik yang positif terhadap suatu badan,
publik harus diberi penerangan-penerangan yang lengkap dan obyektif mengenai
kegiatan-kegiatan yang menyangkut kepentingan mereka, sehingga dengan demikian
akan timbul pengertian darinya. Selain itu pendapat-pendapat dan saran–saran
dari publik mengenai kebijaksanaan badan itu harus diperhatikan dan dihargai
(suryosubroto, 2004: 155).
Hubungan sekolah dengan masyarakat merupakan jalinan
interaksi yang diupayakan oleh sekolah agar dapat diterima di tengah-tengah
masyarakat untuk mendapatkan aspirasi, simpati dari masyarakat. Dan
mengupayakan terjadinya kerjasama yang baik antar sekolah dengan masyarakat
untuk kebaikan bersama, atau secara khusus bagi sekolah penjalinan hubungan
tersebut adalah untuk mensuksekan program-program sekolah yang bersangkutan
sehingga sekolah tersebut bisa tetap eksis.
[2]Oleh
karena itu peran dan tanggung jawab masyarakat dalam pendidikan, antara lain:
Masyarakat berhak
beperan serta dalam memilih satuan pendidkan dan memperoleh informasi tentang
perkembangan pendidikan anaknya (pasal 8)
Masyarakat berkewajiban
memberikan dukungan sumber daya dalam penyelengaraan pendidikan (pasal 9)
2. PRINSIP-PRINSIP
HUBUNGAN SEKOLAH DAN MASYARAKAT
Beberapa
prinsip yang harus diperhatikan dalam pelaksanaan hubungan sekolah dan
masyarakat:
a. integrity
Prinsip
ini mengandung makna bahwa semua kegiatan hubungan sekolah dan masyarakat harus
terpadu. Artinya informasi yang disampaikan antar keduanya harus informasi yang
terpadu baik mengenai masalah akademik maupun non akademik. Hal ini sangat
penting untuk meningkatkan penilaian dan kepercayan antar keduanya.
b.Continuity
Prinsip
ini menjelaskan bahwa hubungan ini hrus dilakukan secara terus menerus, hal ini
dilakukan agar masyarakat dilakukan agar masyarakat mengetahui perkembangan
sekolah.
c. Simplicity
Prinsip
menghendaki agar dalam proses hubungan sekolah dan masayarakat ini dapat menyederhanakan
berbagai informasi yang disajikan kepada masyarakat sesuai dengan kondisi dan
karakteristik masyarakat
3. MANFAAT HUBUNGAN
SEKOLAH DAN MASYARAKAT
[3]1)
Bagi sekolah
a. Memindahkan atau
meringankan beban sekolah dalam memperbaiki serta meningkatkan kualitas
penyelengaraan pendidikan di tingkat sekolah.hal ini akan terjadi jika sekolah
menganggap masyarakat sebagi mitra yang dalam pengembangan sekolah.
b.Sekolah akan akan
mengenal secara mendalam latar belakang, keinginan dan harapan-harapan
masyarakat terhadap sekolah. Pengenalan harapan masyarakat dan orang tua murid
terhadap lembaga pendidikan, khususnya sekolah merupakan unsur penting guna
menumbuhkan dukungan yang kuat dari masyarakat.
2)
bagi masyarakat
a. Masyarakat/orang tua
murid akan mengerti tentang berbagai hal yang menyangkut penyelenggaraan
pendidikan di sekolah.
b.Keinginan dan harapan
masyarakat terhadap sekolah akan lebih mudah di sampaikan dan direalisasikan
oleh pihak sekolah.
c. Masyarakat akan
memiliki kesempatan memberikan saran,usul maupun kritik untuk membantu sekolah
menciptakan sekolah yang berkualitas
III.
METEDOLOGI
[4]1.
PENDEKATAN
Pendekatan
penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif.
Penelitian kualitatif adalah penelitian yang yang bermaksud untuk memahami fenomena
tentang apa yang dialami oleh subyek penelitian secara holistik, dan dengan
cara deskripsi dalam bentuk kata-kata dan bahasa, pada suatu konteks khusus
yang alamiah dan dengan memanfaatkan berbagai metode alamiah. Penelitian ini
akan mendeskripsikan dan mengkaji secara mendalam permasalahan yang berkaitan
dengan strategi public relations dalam membangun hubungan sekolah dengan
masyarakat di lembaga pendidikan.
Penelitian
deskriptif adalah penelitian yang diarahkan untuk memberikan gejala-gejala, fakta-fakta
atau kejadian-kejadian secara sistematis dan akurat, mengenai sifat-sifat populasi
atau daerah tertentu. Melalui penelitian ini, peneliti berusaha mengungkapkan
secara mendalam strategi public relations yang digunakan lembaga pendidikan
untuk membangun hubungan sekolah dengan masyarakat. Data yang dikumpulkan dalam
penelitian ini bersifat deskriptif yaitu [5]penjelasan
secara faktual terkait strategi public relations yang dilaksanakan oleh lembaga pendidikan untuk membangun hubungan
sekolah dengan masyarakat. Data yang dihasilkan dalam penelitian ini berupa
kata-kata yang dipaparkan sebagaimana adanya yang terjadi di lapangan, yang
dialami, dirasakan, dan dipikirkan oleh partisipan atau sumber data.
2. SUMBER YANG
DIWAWANCARI
Narasumber yang saya wawancari masyarakat sekitar dan
kepala sekolah SD Negeri 22 Talang kelapa
2. METODE
a.Observasi
Observasi, merupakan
salah satu alat penting untuk pengumpulan data dalam penelitian kualitatif.
Pengamatan tersebut didasarkan pada tujuan riset dan pernyataan riset.
Berdasarkan pada dua bentuk keterlibatan, yaitu partisipasi dan pengamatan.
b.
Wawancara
Wawancara, merupakan serangkaian langkah-langkah
yang diperlukan dalam pelaksanaan wawancara kualitatif. Tujuh tahapan wawancara
dari Kvale dan Brinkmann (2009) dalam Creswell memaparkan serangkaian tahapan
logis mulai dari tematisasi penelitian, desain studi, wawancara, menulis atau
merekam wawancara, kemudian analisis data, verifikasi validitas, reliabilitas,
dan geaneralisabilitas dari temuan, dan terakhir pelaporan studi. Dalam proses
pengumpulan data, disajikan secara ringkas.
d.
Analisis Data
Sugiono (2012) mengartikan analisis data
sebagai proses mencari dan menyusun secara sistematis data yang diperoleh dari
hasil wawncara, catatan lapangan dan dokumentasi dengan cara mengorganisasikan
data kedalam kategori, menjabarkan kedalam unit-unit, melakukan sintesa,
menyusun kedlaam pola, maemilih mana yang penting dan yang akan dipelajari dan
membuat kesimpulan sehingga mudah dipahami oleh diri sendiri maupun orang lain.
e.waktu penelitian
survei lapangan penelitian : 8 juni 2018
penelitian lapangan :8-10 juni 2018
e.waktu penelitian
survei lapangan penelitian : 8 juni 2018
penelitian lapangan :8-10 juni 2018
IV.
HASIL PENELITIAN
Observasi ini kami lakukan di SD Negeri 22 Talang Kelapa.
Dalam observasi ini saya mendapatkan berbagai informasi mengenai hubungan
sekolah dengan masyarakat, wawancara ini terkait dengan berbagai pihak di
dalamnya. Antara lain:
[6]1.SEKOLAH
Dalam menjalin hubungan ini sekolah diwakili oleh kepala sekolah, humas, dan komite sekolah. Dalam pelaksanaannya, hubungan ini dilaksanakan dengan berbagai teknik dan bentuk. Antara lain:
Dalam menjalin hubungan ini sekolah diwakili oleh kepala sekolah, humas, dan komite sekolah. Dalam pelaksanaannya, hubungan ini dilaksanakan dengan berbagai teknik dan bentuk. Antara lain:
a).
Rapat pleno
Rapat
pleno adalah suatau rapat yang dilakukan oleh sekolah yang terdiri dari kepala
sekolah, komite, wali murid. Semua warga sekolah tersebut akan membahas tentang
anggaran – anggaran atau tentang dana pembangunan pengembangan sekolah. Dalam
rapat pleno dilakukan tiap 1 ( satu ) tahun sekali pada wali murid siswa baru.
Contohnya anggaran uang gedung dimusyawarahkan bersama untuk pembangunan
pengembangan sekolah.
b).
Rapat pengurus
Rapat
pengurus adalah suatu rapat yang dilakukan oleh para pengurus. Rapat tersebut
dilakukan untuk membahas jurnal anggaran, RPP, silabus. Jadi sebelum mengajar
para pengurus melakukan rapat tersebut untuk mengecek kesiapan seseorang
pengajar dalam mengajar. Rapat pengurus ini dilakukan tiap hari senin
c).
Rapat konsultasi
Rapat
konsultasi adalah suatu rapat yang dilakukan sekolahdengan instansi-instansi
seperti camat. Rapat ini dilakukan untuk miminta masukan–masukan demi kemajuan
sekolah dan menjelaskan pembangunan pengembangan sekolah. Konsultasi ini
dilakukan tiap 6 (enam ) bulan sekali atau tiap satu semester sekali
d).
Rapat komite
Rapat
komite adalah suatu rapat tempat sekolah menyalurkan keiginan pembangunan
pengembangan sekolah kepada komite sekolah tentang sarana dan prasarana.
Setelah sekolah membicarakan dengan komite maka komite membiarkan lagi dengan
wali murid. Wali murid memusyawarahkan hal tersebut dengan sesama wali murid.
Dalam rapat ini yang berperan dalam memilih dan mencari sarana dan prasarana
adalah wali murid. Misalnya, kelas II B mempunyai kendala kurang layaknya
fasilitas sarana dan prasarana yang berupa kursi dan bangku. Pengurus sekolah
membicarakan hal tersebut kepada komite sekolah dan komite sekolah menyampaikan
masalah tersebut kepada wali murid. Sesama wali murid memusyawarahkan hal
terebut dengan dan mencari solusi atau jalan keluar yang terbaik. Jadi masalah
tersebut diselesaikan oleh sesama walimurid
[7]e).
Pertemuan wali murid dan guru
Pertemuan
ini adalah pertemuan yang dilakukan oleh wali murid dan guru. Pertemuan ini
dilakukan sekaligus dalam waktu pengambilan rapot. Dalam rapat ini guru dan
wali murid membicarakan tentang kondisi, perilaku, kemampuan baik secara
akademis maupun non akademis siswa dalam mengikuti pembelajaran dikelas. Wali
murid juga menyampaikan kendala belar siswa di rumah seperti contohnya
kurangnya kesdaran siswa alam mengerjakan PR.
Selain teknik langsung ada juga teknik tidak langsung yang dilakukan sekolah dengan masyarakat
Selain teknik langsung ada juga teknik tidak langsung yang dilakukan sekolah dengan masyarakat
Ada
beberapa bentuk hubungan sekolah dan masyarakat. Di SDN 22 Talang kelapa ini
memiliki bentuk hubungan sekolah dengan masyarakat melalui pameran sekolah,
pentas musik, kunjungan ke rumah murid untuk menyelesaikan permasalahan siswa.
Contohnya jika ada wali murid yang meminta beasiswa ketidakmampuan. Kepala
sekolah tidak langsung merespon dan memberikan beasiswa kepada wali murid
secara langsung. Dalam memberikan beasiswa ada beberapa ketentuan atau
persyaratan yang harus di penuhi yaitu seperti surat keterangan desa. Selain itu
pihak sekolah juga mengunjungi tempat tinggal wali murid yang meminta beasiswa
tersebut untuk mensurvei apakah wali murid tersebut layak untuk di beri
bantuan. Selain itu juga ada bentuk hubungan sekolah dengan masyarakat melalui
kegiatan extrakulikuler yang ada di sekolah yang melibatkan orang tua murid dan
warga sekitar sekolah.
[8]2. MASYARAKAT
Dalam observasi ini
kami juga melakukan wawancara dengan masyarakat sekitar, antara lain:
a).
Masyarakat industri
Dalam
hubungan ini, masyarakat industry memberikan sarana dan prasarana yang
dibutuhkan Oleh sekolah. Contohnya pengadaan bangku-bangku sekolah.
b).
Masyarakat professi
Masyarakat
ini memberikan bantuan berupa ide dan tenaganya. Contohnya: masyarakat / wali
muid yang berprofesi sebagai pemusik, dapat memberikan ide dan tenaganya untuk
mengajar musik.
c).
Masyarakat umum
[9]Masyarakat
ini berperan dalam memeberikan solusi dalam pengembangan sekolah dan juga
berperan sebagai control bagi pengembangan sekolah.
Hubungan yang baik antara sekolah dengan masyarakat akan
menghasilkan suatu manfaat, yaitu:
1). Pengadaan sarana
dan prasarana lebih gampang karena dana bisa terealisasi dengan adanya kerja
sama tersebut.
2). Lebih mudah dalam
merencanakan program pengembangan sekolah sesuai dengan keinginan masyarakat
dan kemampuan sekolah.
3). Menjalin
silaturahmi antara sekolah dengan masyarakat agar terjadi kerukunan sehinggaadanya
dukungan masyarakat.
4). Dengan adanya
dukungan masyarakat program pengembangan sekolah bisa terlaksana melalui
kerjasama.
Kendala – Kendala dalam menjalin hubungan
antara sekolah dengan masyarakat:
1). Kurangnya pemahaman masyarakat tentang pendidikan dan juga pemahaman warga sekolah tentang apa dan bagaimana harusnya pengelolaan hubungan sekolah dengan masyarakat dibangun
2). Kurangnya komunikasi antara warga sekolah dan warga masyarakat, sehingga tercipta komunikasi satu arah antara sekolah dan warga masyarakat/ wali murid dan pada akhirnya sekolah tidak tahu keinginan masyrakatnya tetapi memaksakan keinginanannya pada masyarakat/ wali murid yang pada saat itu hanya terlibat pada aspek pembiayaan saja.
1). Kurangnya pemahaman masyarakat tentang pendidikan dan juga pemahaman warga sekolah tentang apa dan bagaimana harusnya pengelolaan hubungan sekolah dengan masyarakat dibangun
2). Kurangnya komunikasi antara warga sekolah dan warga masyarakat, sehingga tercipta komunikasi satu arah antara sekolah dan warga masyarakat/ wali murid dan pada akhirnya sekolah tidak tahu keinginan masyrakatnya tetapi memaksakan keinginanannya pada masyarakat/ wali murid yang pada saat itu hanya terlibat pada aspek pembiayaan saja.
Upaya-upaya penyelesaian kendala/ hambatan yang ada
adalah sebagai berikut:
1). Sekolah harus memberikan informasi yang terpadu kepada masyarakat, sehingga masyarakat mengetahui seluruh program-program yang di adakan sekolah.
1). Sekolah harus memberikan informasi yang terpadu kepada masyarakat, sehingga masyarakat mengetahui seluruh program-program yang di adakan sekolah.
2). Hubungan sekolah
dengan masyarakat harus dilakukan secara terus menerus, sehingga masyarakat
tudak akan beranggapan bahawa mereka hanya dibutuhkan pada saat pembiayaan
saja.
3). Setiap program yang diadakan oleh sekolah harus menyesuaikan karakteristik masyarakat dengan cara mengkonsultasikan dengan tokoh masyarakat
3). Setiap program yang diadakan oleh sekolah harus menyesuaikan karakteristik masyarakat dengan cara mengkonsultasikan dengan tokoh masyarakat
4). Dalam melaksanakan
hubungan tersebut, tidak hanya membahas financial sekolah melainkan membahas
secara kompleks masalah pendidikan yang terkait dengan pengembangan sekolah
secara akurat dan up to date.
V.
KESIMPULAN
Berdasarkan
hasil observasi yang kami lakukan hubungan sekolah dengan masyarakat di SDN 22
Talang kelapa dapat dikatakan cukup baik, hal ini terlihat adanya beberapa
program yang dibentuk untuk menjalin hubungan ini. Tapi meskipun begitu masih
ada sedikit kendala dalam hubungan yang terjalin antara sekolah dengan
masyarakat. Hal ini disebabkan adanya anggapan bahwa peningkatan mutu sekolah
dan peningkatan proses pembelajaran cukup dilakukan oleh pihak sekolah atau
pihak pemerintah secara sepihak. Sedangkan pihak masyarakat dan orang tua murid
cukup dimintakan bantuannya dalam bentuk keuangan saja, atau seolah-olah
sekolah yang bertanggung jawab dalam peningkatan mutu. Sedangkan orang tua
(masyarakat) tidak perlu terlibat dalam upaya peningkatan mutu di sekolah.
Keterlibatan orang tua/masyarakat sering diinterpretasikan atau dipersepsi
sebagai bentuk hubungan yang terlalu jauh memasuki kawasan otonomi sekolah.
Keadaan ini juga turut berpengaruh terhadap terciptanya hubungan yang akrab
antar sekolah dengan pihak masyarakat.
Di samping itu pemberdayaan masyarakat masih
cenderung pada aspek pembiayaan. Seandainya jika masyarakat bisa memahami
tentang pendidikan dan pengelolaan sekolah maka hubungan sekolah dengan
masyarakat akan terjalin dengan baik, dan para siswa secara langsung mengetahui
bahwa mereka mendapat perhatian yang besar dari kedua belah pihak, baik pihak
orang tua/masyarakat maupun pihak sekolah. Hal ini akan menjadi kartu kendali
bagi sekolah untuk bersikap, berperilaku dan bertindak di luar aturan sekolah
yang ada. Kendali/kontrol yang dilakukan bersama antara sekolah dan masyarakat
secara terpadu akan memberikan ruang sempit bagi siswa, maupun warga sekolah
lainnya yang akan bertindak atau berperilaku tidak sesuai dengan norma dan
nilai yang berlaku di lingkungan sekolah dan lingkungan masyarakat sehingga
akan tercipta suatu kondisi yang harmonis di lingkungan- lingkungan tersebut.
DAFTAR
PUSTAKA
Suryosubroto,B.Drs.2012 ,Hubungan Sekolah dengan Masyarakat
(School Public Relations). Jakarta : PT Rineka Cipta.
Umaedi, Dkk. 2008. Managemen Berbasis Sekolah. Jakarta:
Universitas Terbuka.
Nasution,S.1996. Metodologi Penelitian Naturalistik Kualitatif,
Bandung: Tarsito.
Sagala.S.2008. Manajemen Berbasis Sekolah dan Masyarakat.
Jakarta:Nimas Multima
Nasution.S.2009.Sosiologi Pendidikan,Jakarta:Bumi Aksara
[1]
B Suryosubroto, Hubungan Sekolah dengan Masyarakat (School Public Relations),(Jakarta
: PT Rineka Cipta,2012),hlm.56.
[2]
S.Nasution,. Sosiologi Pendidikan.(Jakarta:Bumi Aksara,2009),hlm.68
[3] Ibid,.69-70
[4] S.
Nasution, Metodologi Penelitian
Naturalistik Kualitatif, (Bandung: Tarsito,1996),hlm.78.
[5] Ibid.,
79-81
[6] Umaedi,
Dkk, Managemen Berbasis Sekolah,
(Jakarta: Universitas Terbuka,2008),hlm.128
[7] Ibid,.129-132
[8]
S.Sagala,Manajemen Berbasis Sekolah dan Masyarakat,.(Jakarta: Nimas
Multima,2008),hlm.94
[9] Ibid.,95-99
Tidak ada komentar:
Posting Komentar