Kamis, 21 Juni 2018

laporan obsevasi pada anak pedesaan



Laporan Observasi Pada Anak Pedesaan Yang Tidak  Melanjutkan Pendidikan di Perguruan Tinggi
Desa Tanjung Baru Kec. Tanjung Lubuk
Kab. Ogan Komering Ilir Prov. Sumatera Selatan
Visun Rahman                      1730203178

PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
            Pendidikan merupakan hal yang terpenting dalam kehidupan kita ini berarti bahwa setiap manusia berhak mendapat dan berharap untuk selalu berkembang dalam pendidikan. Pendidikan secara umum mempunyai arti suatu proses kehidupan dalam mengembangkan diri tiap individu untuk dapat hidup dan melangsungkan kehidupan. Sehingga menjadi seorang yang terdidik itu sangat penting. Pendidikan pertama kali dan yang paling utama dalam meletakkan dasar-dasar pendidikan kita dapatkan di lingkungan keluarga, keluarga sebagai salah faktor yang ada dalam masyarakat memainkan peranan yang besar dalam pembinaan pola perilaku anak.

            Alasan tersendiri saya mengapa ingin melakukan penelitian di desa Tanjung Baru karena desa ini merupakan tempat saya berasal, tempat saya dilahirkan dan tempat orang tua saya tinggal. Desa Tanjung Baru merupakan salah satu desa yang berada di wilayah kabupaten Ogan Komering Ilir yang  memiliki 15 dusun. Pekerjaan utama di desa Tanjung Baru adalah petani. Dengan masih luasnya tanah pertanian maka warga desa Tanjung Baru banyak sekali yang bekerja sebagai petani.
           
            Pada penelitian kali ini, saya meneliti fenomena kurangnya minat anak anak di desa Tanjung Baru untuk melanjutkan jenjang pendidikanya ke Perguruan Tinggi setelah lulus dari Sekolah Menengah Atas. Di desa Tanjung Baru banyak sekali anak anak yang menganggur setelah tamat dari Sekolah Menengah Atas, ada diantara mereka yang memilih untuk bekerja menjadi petani atau merantau ke kota. Oleh karena itu terbesit keinginan dihati untuk melakukan observasi kepada anak anak desa Tanjung Baru yang tidak melanjutkan jenjang pendidikan nya ke Perguruan Tinggi setelah lulus Sekolah Menengah Atas.

B.     Rumusan Masalah
1.      Apa yang menjadi alasan anak anak desa Tanjung Baru yang tidak melanjutkan jenjang pendidikan nya ke Perguruan Tinggi setelah lulus Sekolah Menengah Atas?
2.      Apa kegiatan anak anak desa Tanjung Baru setelah lulus Sekolah Menengah Atas?

C.     Tujuan Penelitian
1.      Untuk mengetahui hal yang menjadi alasan anak anak desa Tanjung Baru yang  tidak melanjutkan jenjang pendidikan ke Perguruan Tinggi setelah lulus Sekolah Menengah Atas
2.      Untuk mengetahui apa yang menjadi kegiatan anak anak desa Tanjung Baru setelah lulus Sekolah Menengah Atas

D.    Manfaat penelitian
1.      Memberikan pengalaman baru untuk pelaksana pelelitan
2.      Memberikan wawasan baru untuk pelaksana penelitian dan pembaca

E.     Kajian Teoritis
            Langeveld dalam Hasbullah (2005) mmengungkapkan bahwa pendidikan ialah setiap usaha, perlindungan dan bantuan yang diberikan kepada anak tertuju kepada pendewaan anak tersebut, atau lebih tepat membantu anak agar cukup cakap melaksanakan tugas hidupnya sendiri. Sedangkan John Dewey mengatakan bahwa ” Pendidikan adalah membentuk manusia baru melalui perantaraan karakter dan fitrah, serta dengan mencontoh peninggalan – peninggalan budaya lama masyarakat manusia”. Jean-Jacques Rousseau menyatakan bahwa “Pendidikan adalah memberi kita perbekalan yang tidak ada pada masa anak-anak, tetapi kita membutuhkannya di waktu dewasa.”

            Ki Hajar Dewantara (Bapak Pendidikan Nasional Indonesia, 1889 – 1959) merumuskan pengertian pendidikan sebagai berikut “Pendidikan umumnya berarti daya upaya untuk memajukan budi pekerti ( karakter, kekuatan bathin), pikiran (intellect) dan jasmani anak-anak selaras dengan alam dan masyarakatnya”. Lebih lanjut Carter V. Good menyatakan bahwa pendidikan ialah seni, praktik, atau profesi sebagai pengajar serta pendidikan juga merupakan ilmu yang sistematis atau pengajaran yang berhubungan dengan prinsip dan metode-metode mengajar, pengawasan dan memberikan bimbingan kepada anak atau murid dalam arti luas diartikan dengan istilah pendidikan.

            Dalam kamus bahasa indonesia, 1991:232, tentang pengertian pendidikan, yang berasal dari kata “didik”, lalu kata ini mendapat awalan kata “me” sehingga menjadi “mendidik” artinya memelihara dan memberi latihan. dalam memelihara dan memberi latihan diperlukan adanya ajaran, tuntutan dan pimpinan mengenai akhlak dan kecerdasan pikiran.

            Menurut UU Nomor 2 Tahun 1989, pendidikan adalah usaha sadar untuk menyiapkan peserta didik melalui kegiatan bimbingan, pengajaran atau latihan bagi perannya dimasa yang akan dating. Menurut UU No. 20.Th  2003, pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan Negara.

F.      Metodologi Penelitian
1.      Pendekatan
Dalam melakukan penelitian ini saya mendapatkan data dari wawancara bersama narasumber
2.      Sumber yang diwawancarai
Narasumber yang saya wawancarai adalah saudara Hoirudin yang merupakan salah satu pemuda desa Tanjung Baru
3.      Metode yang digunakan
Metode yang saya gunakan dalam penelitian ini adalah metode pengembangan






PEMBAHASAN

A.    Hasil Wawancara
Pada hari minggu 10 Juni 2018  saya bertemu dengan narasumber di kediaman nya sekitar pukul 9.00 WIB. Lalu kami memulai sesi wawancara.
1.      Assalamualaikum kak, maaf mengganggu waktunya kak, apakah boleh saya melakukan wawancara kepada kakak?
v  Waalaikumussalam, boleh sekali silahkan
2.      Nama kakak siapa?
v  Nama saya Hoirudin
3.      Umur kakak saat ini berapa?
v  Umur saya saat ini 22 tahun
4.      Apa pendidikan terakhir yang kakak tempuh?
v  Sekolah Menengah Atas
5.      Apakah kakak melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi?
v  Tidak
6.      Apa yang menjadi alasan kakak tidak melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi?
v  Masalah ekonomi saya yang menjadi hal utama, karena tidak adanya dukungan ekonomi dari orang tua saya. Selain itu saya tidak ada keturunan berpendidikan mulai dari orang tua saya, kakak saya, tidak ada yang melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Yang kedua adalah mental, banyak pelajaran yang kurang saya fahami di sekolah sehingga saya takut untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Yang ketiga adalah wilayah, kota adalah wilayah yang keras, dan saya takut dengan itu. Dan yang terakhir yaitu semangat, saya kurang memiliki semangat untuk belajar, karena kurangnya dukungan dari keluarga saya
7.      Apa kegiatan kakak saat ini?
v  Saya bekerja di tambak udang di wilayah Bratasena Lampung
8.      Apa yang kakak rasakan karena tidak melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi?
v  Susah sekali dalam mendapatkan pekerjaan yang enak, hanya tersisa pekerjaan kotor yang menitik beratkan pada otot bukan pada otak
9.      Apakah ada penyesalan dari diri kakak akibat tidak melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi?
v  Sangat ada, tetapi saya hanya bisa bersyukur dan menjalani apa yang harus saya jalani
10.   Baik kak terimakasih atas jawaban-jawabannya, mohon maaf mengganggu waktu kakak.
v  Sama sama, semoga bermanfaat

B.     Kesimpulan
            Dari hasil wawancara tersebut dapat dijelaskan bahwa selain minat dan harapan anak tersebut untuk melanjutkan pendidikan ke Perguruan Tinggi, dukungan dari orangtua sangat berperan penting untuk mendorong anaknya agar menjadi semangat untuk melanjutkan pendidikan ke Perguruan Tinggi semangat belajar siswa.  Seorang siswa yang mempunyai keinginan yang cukup besar, bisa gagal karena kurang adanya motivasi dalam belajarnya karena bagi siswa motivasi belajar dapat menumbuhkan semangat belajar sehingga siswa terdorong untuk melakukan perbuatan belajarnya. Karena tidak ada dukungan dari orangtua untuk melanjutkan pendidikan ke Perguruan Tinggi maka  memilih untuk bekerja karena bebas dan  dilakukan oleh siapa saja meski dia tidak memiliki ijazah sekalipun.

            Menurut Mc. Donald yang dikutip oleh Sardiman A.M (1986) dalam bukunya yang berjudul Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar, menyatakan motivasi adalah perubahan energi dalam diri seseorang yang ditandai dengan munculnya “feeling” dan didahului dengan tanggapan terhadap adanya tujuan. Dari pengertian yang dikemukakan oleh Mc. Donald ini mengandung tiga elemen atau ciri pokok dalam motivasi itu, yakni motivasi itu mengawalinya terjadinya perubahan energi, ditandai dengan adanya “feeling”, dan dirangsang karena adanya tujuan. Jadi motivasi dalam hal ini sebenarnya merupakan respon dasi suatu aksi, yakni tujuan. Motivasi memang muncul dari dalam diri manusia, tetapi kemunculannya karena rangsangan atau terdorong oleh adanya unsur lain, dalam hal ini adalah tujuan. Tujuan ini akan menyangkut soal kebutuhan.

            Dengan ketiga elemen diatas, maka dapat dikatakan bahwa motivasi itu sebagai sesuatu kompleks. Motivasi akan menyebabkan terjadinya suatu perubahan energi yang ada pada diri manusia, sehingga akan bergayut dengan persoalan gejala kejiwaan, perasaan dan juga emosi, untuk kemudian bertindak atau melakukan sesuatu. Semua ini didorong karena adanya tujuan kebutuhan atau keinginan.
            Selain itu adalah masalah ekonomi yang seharusnya diusahakan oleh orang tua sehingga anak bisa melanjutkan pendidikan nya dengan tenang. Tetapi saat orang tua sudah maksimal tetapi tidak mampu, anak harus belajar untuk lebih mandiri dan bekerja keras misal dengan mencari beasiswa.

C.     Sosusi
            Kedua orangtua harus mencintai dan menyayangi anak-anaknya. Ketika anak-anak mendapatkan cinta dan kasih sayang cukup dari kedua orang tuanya, maka pada saat mereka berada di luar rumah dan menghadapi masalah-masalah baru mereka akan bisa menghadapi dan menyelesaikannya dengan baik. Sebaliknya jika kedua orang tua terlalu ikut campur dalam urusan mereka atau mereka memaksakan anak-anaknya untuk mentaati mereka, maka perilaku kedua orang tua yang demikian ini akan menjadi penghalang bagi kesempurnaan kepribadian mereka.

            Kedua orangtua harus menjaga ketenangan lingkungan rumah dan menyiapkan ketenangan jiwa anak-anak. Karena hal ini akan menyebabkan pertumbuhan potensi dan kreativitas akal anak-anak yang pada akhirnya keinginan dan Kemauan mereka menjadi kuat dan hendaknya mereka diberi hak pilih.
Saling menghormati antara kedua orangtua dan anak-anak. Saling menghormati artinya dengan mengurangi kritik dan pembicaraan negatif yang berkitan dengan kepribadian dan perilaku mereka serta menciptakan suasana yang penuh dengan kasih sayang dan keakraban. Kedua orang tua harus bersikap tegas supaya mereka juga mau menghormati sesamanya.

            Ayah dan ibu adalah satu-satunya teladan yang pertama bagi anak-anaknya dalam pembentukan kepribadian. orangtua juga berperan dalam proses pendidikan di sekolah. Peranan orangtua untuk memotivasi pendidikan disekolah dapat dilakukan dengan cara:
1.      Membimbing anak untuk terus melanjutkan apa yang sudah diberikan oleh guru di sekolah.
2.      Menemukan minat-minat anak yang kemudian hasilnya dapat dikomunikasikan dengan pihak sekolah.
3.      Mengkomunikasikan masalah-masalah pendidikan sekolah anak dengan pihak sekolah.
4.      Memperhatikan faktor-faktor yang mempengaruhi hasil belajar.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

SEKOLAH SEBAGAI ORGANISASI LAPORAN PENELITIAN “ SEKOLAH SEBAGAI ORGANISASI” Oleh : YOLI AMRIL SYAFIRA (1730203181) PENDAHULUAN...