Laporan Observasi Pada Anak
Pedesaan Yang Tidak Melanjutkan
Pendidikan di Perguruan Tinggi
Desa Tanjung Baru Kec. Tanjung
Lubuk
Kab. Ogan Komering Ilir Prov.
Sumatera Selatan
Visun Rahman 1730203178
PENDAHULUAN
A. Latar
Belakang
Pendidikan merupakan hal yang
terpenting dalam kehidupan kita ini berarti bahwa setiap manusia berhak
mendapat dan berharap untuk selalu berkembang dalam pendidikan. Pendidikan
secara umum mempunyai arti suatu proses kehidupan dalam mengembangkan diri tiap
individu untuk dapat hidup dan melangsungkan kehidupan. Sehingga menjadi
seorang yang terdidik itu sangat penting. Pendidikan pertama kali dan yang
paling utama dalam meletakkan dasar-dasar pendidikan kita dapatkan di
lingkungan keluarga, keluarga sebagai salah faktor yang ada dalam masyarakat
memainkan peranan yang besar dalam pembinaan pola perilaku anak.
Alasan tersendiri saya mengapa ingin
melakukan penelitian di desa Tanjung Baru karena desa ini merupakan tempat saya
berasal, tempat saya dilahirkan dan tempat orang tua saya tinggal. Desa Tanjung
Baru merupakan salah satu desa yang berada di wilayah kabupaten Ogan Komering
Ilir yang memiliki 15 dusun. Pekerjaan
utama di desa Tanjung Baru adalah petani. Dengan masih luasnya tanah pertanian
maka warga desa Tanjung Baru banyak sekali yang bekerja sebagai petani.
Pada penelitian kali ini, saya
meneliti fenomena kurangnya minat anak anak di desa Tanjung Baru untuk
melanjutkan jenjang pendidikanya ke Perguruan Tinggi setelah lulus dari Sekolah
Menengah Atas. Di desa Tanjung Baru banyak sekali anak anak yang menganggur
setelah tamat dari Sekolah Menengah Atas, ada diantara mereka yang memilih
untuk bekerja menjadi petani atau merantau ke kota. Oleh karena itu terbesit
keinginan dihati untuk melakukan observasi kepada anak anak desa Tanjung Baru
yang tidak melanjutkan jenjang pendidikan nya ke Perguruan Tinggi setelah lulus
Sekolah Menengah Atas.
B. Rumusan
Masalah
1. Apa
yang menjadi alasan anak anak desa Tanjung Baru yang tidak melanjutkan jenjang
pendidikan nya ke Perguruan Tinggi setelah lulus Sekolah Menengah Atas?
2. Apa
kegiatan anak anak desa Tanjung Baru setelah lulus Sekolah Menengah Atas?
C. Tujuan
Penelitian
1. Untuk
mengetahui hal yang menjadi alasan anak anak desa Tanjung Baru yang tidak melanjutkan jenjang pendidikan ke Perguruan
Tinggi setelah lulus Sekolah Menengah Atas
2. Untuk
mengetahui apa yang menjadi kegiatan anak anak desa Tanjung Baru setelah lulus
Sekolah Menengah Atas
D. Manfaat
penelitian
1. Memberikan
pengalaman baru untuk pelaksana pelelitan
2. Memberikan
wawasan baru untuk pelaksana penelitian dan pembaca
E. Kajian
Teoritis
Langeveld dalam Hasbullah (2005)
mmengungkapkan bahwa pendidikan ialah setiap usaha, perlindungan dan bantuan
yang diberikan kepada anak tertuju kepada pendewaan anak tersebut, atau lebih
tepat membantu anak agar cukup cakap melaksanakan tugas hidupnya sendiri.
Sedangkan John Dewey mengatakan bahwa ” Pendidikan adalah membentuk manusia
baru melalui perantaraan karakter dan fitrah, serta dengan mencontoh
peninggalan – peninggalan budaya lama masyarakat manusia”. Jean-Jacques
Rousseau menyatakan bahwa “Pendidikan adalah memberi kita perbekalan yang tidak
ada pada masa anak-anak, tetapi kita membutuhkannya di waktu dewasa.”
Ki Hajar Dewantara (Bapak Pendidikan
Nasional Indonesia, 1889 – 1959) merumuskan pengertian pendidikan sebagai
berikut “Pendidikan umumnya berarti daya upaya untuk memajukan budi pekerti (
karakter, kekuatan bathin), pikiran (intellect) dan jasmani anak-anak selaras
dengan alam dan masyarakatnya”. Lebih lanjut Carter V. Good menyatakan bahwa
pendidikan ialah seni, praktik, atau profesi sebagai pengajar serta pendidikan
juga merupakan ilmu yang sistematis atau pengajaran yang berhubungan dengan
prinsip dan metode-metode mengajar, pengawasan dan memberikan bimbingan kepada
anak atau murid dalam arti luas diartikan dengan istilah pendidikan.
Dalam kamus bahasa indonesia,
1991:232, tentang pengertian pendidikan, yang berasal dari kata “didik”, lalu
kata ini mendapat awalan kata “me” sehingga menjadi “mendidik” artinya
memelihara dan memberi latihan. dalam memelihara dan memberi latihan diperlukan
adanya ajaran, tuntutan dan pimpinan mengenai akhlak dan kecerdasan pikiran.
Menurut UU Nomor 2 Tahun 1989,
pendidikan adalah usaha sadar untuk menyiapkan peserta didik melalui kegiatan
bimbingan, pengajaran atau latihan bagi perannya dimasa yang akan dating.
Menurut UU No. 20.Th 2003, pendidikan
adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses
pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya
untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian,
kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya,
masyarakat, bangsa dan Negara.
F. Metodologi
Penelitian
1. Pendekatan
Dalam melakukan
penelitian ini saya mendapatkan data dari wawancara bersama narasumber
2. Sumber
yang diwawancarai
Narasumber yang saya
wawancarai adalah saudara Hoirudin yang merupakan salah satu pemuda desa
Tanjung Baru
3. Metode
yang digunakan
Metode yang saya
gunakan dalam penelitian ini adalah metode pengembangan
PEMBAHASAN
A. Hasil
Wawancara
Pada
hari minggu 10 Juni 2018 saya bertemu
dengan narasumber di kediaman nya sekitar pukul 9.00 WIB. Lalu kami memulai
sesi wawancara.
1. Assalamualaikum
kak, maaf mengganggu waktunya kak, apakah boleh saya melakukan wawancara kepada
kakak?
v Waalaikumussalam,
boleh sekali silahkan
2. Nama
kakak siapa?
v Nama
saya Hoirudin
3. Umur
kakak saat ini berapa?
v Umur
saya saat ini 22 tahun
4. Apa
pendidikan terakhir yang kakak tempuh?
v Sekolah
Menengah Atas
5. Apakah
kakak melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi?
v Tidak
6. Apa
yang menjadi alasan kakak tidak melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi?
v Masalah
ekonomi saya yang menjadi hal utama, karena tidak adanya dukungan ekonomi dari
orang tua saya. Selain itu saya tidak ada keturunan berpendidikan mulai dari
orang tua saya, kakak saya, tidak ada yang melanjutkan pendidikan ke perguruan
tinggi. Yang kedua adalah mental, banyak pelajaran yang kurang saya fahami di
sekolah sehingga saya takut untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.
Yang ketiga adalah wilayah, kota adalah wilayah yang keras, dan saya takut
dengan itu. Dan yang terakhir yaitu semangat, saya kurang memiliki semangat
untuk belajar, karena kurangnya dukungan dari keluarga saya
7. Apa
kegiatan kakak saat ini?
v Saya
bekerja di tambak udang di wilayah Bratasena Lampung
8. Apa
yang kakak rasakan karena tidak melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi?
v Susah
sekali dalam mendapatkan pekerjaan yang enak, hanya tersisa pekerjaan kotor
yang menitik beratkan pada otot bukan pada otak
9. Apakah
ada penyesalan dari diri kakak akibat tidak melanjutkan pendidikan ke perguruan
tinggi?
v Sangat
ada, tetapi saya hanya bisa bersyukur dan menjalani apa yang harus saya jalani
10. Baik kak terimakasih atas jawaban-jawabannya,
mohon maaf mengganggu waktu kakak.
v Sama
sama, semoga bermanfaat
B. Kesimpulan
Dari hasil wawancara tersebut dapat
dijelaskan bahwa selain minat dan harapan anak tersebut untuk melanjutkan
pendidikan ke Perguruan Tinggi, dukungan dari orangtua sangat berperan penting
untuk mendorong anaknya agar menjadi semangat untuk melanjutkan pendidikan ke
Perguruan Tinggi semangat belajar siswa.
Seorang siswa yang mempunyai keinginan yang cukup besar, bisa gagal
karena kurang adanya motivasi dalam belajarnya karena bagi siswa motivasi
belajar dapat menumbuhkan semangat belajar sehingga siswa terdorong untuk
melakukan perbuatan belajarnya. Karena tidak ada dukungan dari orangtua untuk
melanjutkan pendidikan ke Perguruan Tinggi maka
memilih untuk bekerja karena bebas dan dilakukan oleh siapa saja meski dia tidak
memiliki ijazah sekalipun.
Menurut Mc. Donald yang dikutip oleh
Sardiman A.M (1986) dalam bukunya yang berjudul Interaksi dan Motivasi Belajar
Mengajar, menyatakan motivasi adalah perubahan energi dalam diri seseorang yang
ditandai dengan munculnya “feeling” dan didahului dengan tanggapan terhadap
adanya tujuan. Dari pengertian yang dikemukakan oleh Mc. Donald ini mengandung
tiga elemen atau ciri pokok dalam motivasi itu, yakni motivasi itu mengawalinya
terjadinya perubahan energi, ditandai dengan adanya “feeling”, dan dirangsang
karena adanya tujuan. Jadi motivasi dalam hal ini sebenarnya merupakan respon
dasi suatu aksi, yakni tujuan. Motivasi memang muncul dari dalam diri manusia,
tetapi kemunculannya karena rangsangan atau terdorong oleh adanya unsur lain,
dalam hal ini adalah tujuan. Tujuan ini akan menyangkut soal kebutuhan.
Dengan ketiga elemen diatas, maka
dapat dikatakan bahwa motivasi itu sebagai sesuatu kompleks. Motivasi akan
menyebabkan terjadinya suatu perubahan energi yang ada pada diri manusia,
sehingga akan bergayut dengan persoalan gejala kejiwaan, perasaan dan juga
emosi, untuk kemudian bertindak atau melakukan sesuatu. Semua ini didorong
karena adanya tujuan kebutuhan atau keinginan.
Selain itu adalah masalah ekonomi
yang seharusnya diusahakan oleh orang tua sehingga anak bisa melanjutkan
pendidikan nya dengan tenang. Tetapi saat orang tua sudah maksimal tetapi tidak
mampu, anak harus belajar untuk lebih mandiri dan bekerja keras misal dengan
mencari beasiswa.
C. Sosusi
Kedua orangtua harus mencintai dan
menyayangi anak-anaknya. Ketika anak-anak mendapatkan cinta dan kasih sayang
cukup dari kedua orang tuanya, maka pada saat mereka berada di luar rumah dan
menghadapi masalah-masalah baru mereka akan bisa menghadapi dan
menyelesaikannya dengan baik. Sebaliknya jika kedua orang tua terlalu ikut campur
dalam urusan mereka atau mereka memaksakan anak-anaknya untuk mentaati mereka,
maka perilaku kedua orang tua yang demikian ini akan menjadi penghalang bagi
kesempurnaan kepribadian mereka.
Kedua orangtua harus menjaga
ketenangan lingkungan rumah dan menyiapkan ketenangan jiwa anak-anak. Karena
hal ini akan menyebabkan pertumbuhan potensi dan kreativitas akal anak-anak
yang pada akhirnya keinginan dan Kemauan mereka menjadi kuat dan hendaknya
mereka diberi hak pilih.
Saling
menghormati antara kedua orangtua dan anak-anak. Saling menghormati artinya
dengan mengurangi kritik dan pembicaraan negatif yang berkitan dengan
kepribadian dan perilaku mereka serta menciptakan suasana yang penuh dengan
kasih sayang dan keakraban. Kedua orang tua harus bersikap tegas supaya mereka
juga mau menghormati sesamanya.
Ayah dan ibu adalah satu-satunya
teladan yang pertama bagi anak-anaknya dalam pembentukan kepribadian. orangtua
juga berperan dalam proses pendidikan di sekolah. Peranan orangtua untuk
memotivasi pendidikan disekolah dapat dilakukan dengan cara:
1. Membimbing
anak untuk terus melanjutkan apa yang sudah diberikan oleh guru di sekolah.
2. Menemukan
minat-minat anak yang kemudian hasilnya dapat dikomunikasikan dengan pihak
sekolah.
3. Mengkomunikasikan
masalah-masalah pendidikan sekolah anak dengan pihak sekolah.
4. Memperhatikan
faktor-faktor yang mempengaruhi hasil belajar.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar