LAPORAN PENELITIAN
"
PENDIDIKAN DAN MASYARAKAT"
Oleh
: Orin Andriani (1730203153)
KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis panjatkan
kepada tuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahkan rahmat dan inayah sehinga
penulis dapat menyelesaikan laporan ini dengan baik.
Laporan ini berisikan informasi
tentang Hasil Observasi pada Masyarkat desa Taja Indah Betung.Laporan ini
diharapkan dapat memberikan informasi kepada pembaca tentang keadaan masyarakat
desa Taja Indah.
Penulis mengucapkan terima kasih
kepada semua pihak yang telah membantu menyelesaikan laporan ini, sehingga
menjadi laporan yang baik seperti yang diharapkan pembaca.
I.
PENDAHULUAN
Dari penelitian
ini adalah kami ingin mengetahui lebih dalam lagi tentang kehidupan masyarakat
Deasa Taja Indah Betung khususnya didaerah pedalaman. Selain itu budaya dan
kebiasaan unik yang menjadika kami
semakin berantusias dalam memperdalam penelitian ini. Desa Taja Indah Betung
adalah tempat yang dijadika objek penelitian kami. Hal ini mendasari kami untuk
melakukan penelitian didesa Taja Indah Betung adalah masyarakat desa yang msih
memegang tradisi kebudayaan masyarakat setempa. kKehidupan masyarakat desa Taja
Indah Betung yang trsdisioanal dan masih bershabat dengan alam juga termasuk
hal yang meltar belakangi kami untuk melakukan penelitian ini. Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan
dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka
mecerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta
didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha
Esa, berakhlak mulia, berilmu, cakap, kreative, mandiri dan menjadi warga
negara yang demokratisserta bertanggungjawab.[1]
Pendidikan adalah upaya
mengembangkan potensi-potensi manusiawi peserta didik baik potensi fisik
potensi cipta, rasa, maupun karsanya, agar potensi itu menjadi nyata dan dapat
berfungsi dalam perjalanan hidupnya sebagai individu dan masyarakat. Dasar
pendidikan adalah cita-cita kemanusiaan universal. Pendidikan bertujuan menyiapkan
pribadi dalam keseimbangan, kesatuan. organis, harmonis, dinamis. guna mencapai
tujuan hidup kemanusiaan. Yang tentu dalam menjalankan kelanjutan pendidikan
tersebut harus ada alat sebagai pegangan yang salah satunya adalah adanya
kurikulum.Pendidikan merupakan proses memanusiakan manusia secara manusiawi
yang harus disesuaikan dengan situasi dan kondisi serta perkembangan zaman.[2]
Hidup dalam masyarakat
berarti adanya interaksi sosial dengan orang-orang disekitar dan demikian
mengalami pengaruh dan mempengaruhi orang lain. Beberapa pengertian yang
diberikan oleh beberapa pakar sosiologi mengenai masyarakat antara lain:
1. Masyarakat merupakan jalinan hubungan
sosial dan selalu berubah. (Mac Iver dan Page)
2. Masyarakat adalah kesatuan hidup mahluk-mahluk
manusia yang terikat oleh suatu sistem adat-istiadat tertentu.
(Koentjaraningrat)
3. Masyarakat adalah tempat orang-orang
hidup bersama yang menghasilkan kebudayaan. (Selo Soemardjan dan Soelaiman)
4. Jadi dapat disimpulkan bahwa masyarakat
adalah suatu kesatuan hidup manusia dalam suatu kelompok yang memiliki suatu
sistem adat-istiadat, kebiasaan, norma-norma yang dapat menghasilkan suatu
kebudayaan.[3]
Kecepatan perubahan sosial
dalam berbagai masyarakat berbeda-beda. Perubahan dalam masyarakat yang
terpencil berjalan lambat, akan tetapi bila dengan terbukanya komunikasi dan
transportasi daerah itu berkenalan dengan dunia modern, maka masyarakat ini
akan berkembang dengan lebih cepat.
Ada aspek-aspek kebudayaan
yang masih tetap dalam bentuk aslinya dan ada juga adat kebiasaan yang telah
mengalami perubahan, terutama dalam masyarakat modern. Usaha untuk mencegah
perubahan tidak selalu mudah karena sering ada hubungan antara perubahan
materill dengan perubahan kultural. Dibukanya jalan raya ke daerah terpencil,
terbukanya desa bagi surat kabar, radio, TV dan film membawa perubahan dalam
berbagai aspek kebudayaan. Pola hubungan antara manusia seperti pergaulan
antara anak dengan orang tua, hubungan antar-seks, dan sebagainya, sering mengalami
perubahan yang sukar dielakan. Demikian pula pendidikan dan sekolah tak luput
dari perubahan, karena pendidikan senantiasa berfungsi di alam terhadap sistem
sosial tempat sekolah itu berada.
Adapun faktor pendorong
perubahan sosial, menurut beberapa ahli adalah:
1. Menurut Alvin Betrand, awal dari proses
perubahan social adalah komunikasi yaitu penyampaian ide, gagasan, nilai,
kepercayaan, keyakinan dsb, dari satu pihak ke pihak lainnya sehingga dicapai
kata kesepahaman.
2. Menurut David Mc Clelland, dorongan untuk
perubahan adalah adanya hasrat meraih prestasi ( need for achievement) yang
melanda masyarakat
3. Prof. Soerjono Soekanto, Perubahan sosial
disebabkan oleh faktor intern dalam masyarakat itu dan faktor ekstern.
Faktor Intern antara lain:
a) Bertambah dan berkurangnya penduduk
(kelahiran, kematian, migrasi)
b) Adanya Penemuan Baru:
· Discovery : penemuan ide atau alat baru yang
sebelumnya belum pernah ada.
· Invention : penyempurnaan penemuan baru
· Innovation/Inovasi : pembaruan atau
penemuan baru yang diterapkan dalam kehidupan masyarakat sehingga menambah,
melengkapi atau mengganti yang telah ada. Penemuan baru didorong oleh :
kesadaran masyarakat akan kekurangan unsure dalam kehidupannya, kualitas ahli
atau anggota masyarakat
· Konflik yang terjadii dalam masyarakat
· Pemberontakan atau revolusi.
Faktor ekstern antara
lain:
a) Perubahan alam
b) Peperangan
c) pengaruh kebudayaan lain melalui difusi(penyebaran
kebudayaan), akulturasi ( pembauran antar budaya yang masih terlihat
masing-masing sifat khasnya), asimilasi (pembauran antar budaya yang
menghasilkan budaya yang sama sekali baru batas budaya lama tidak tampak lagi).
Maka dari itu, saya
mencoba mengamati tentang bagaimana pendidkan mampu membuat perubahan
sosial. Dan juga laporan ini dibuat
untuk memenuhi tugas mata kuliah “Sosiologi Pendidikan”. Saya harap setelah dilakukan pengamatan ini,
saya dapat menegatahui secara lebih
detail lagi tentang pentingnya pendidikan untuk memajukan atu memberikan
perubahan sosial.
II . PEMBAHASAN
A. Rumusan Masalah
Rumusan
penelitian yang menjadi fokus penelitian ini adalah :
- Bagaimana aktifitas-aktifitas pada masyarakat desa Taja Indah Betung ?
- Bagaiman tingkat pendidikan dan pendapatan penduduk didesa Taja Indah
Betung ?
B. Kajian Teori
Penelitian yang dilakukaan
Lenki et al. (1995) yang memfokuskan pada judul penelitian : Sociocultural
Revolution : the process of change that results from a society’s gaining new
information, particulary technology, setidaknya dapat di deskripsikan lima tipe
umum dari suatu masyarakat yang berbeda
dalam teknologinya : huntung and gethering societies, horticutural and pastoral
societies, agrarian societies, and post-industrial societies.[4]
Adanya tarik menarik
antara dua kekuatan diatas cenderung terlupakan, ketika dibicarakan tentang
pendidikan, dan juga tentang perkembangan zaman dengan semua tantangannya.
Terhadap permasalahan pendidikan, seringkali hanya mengartikan secara sempit,
dan belum mengangkatnya kedalam cakupan yang lebih luas. Padahal tanpa
memerhatikan dimnsi makro seperti kekuatan ekonomi, politik dan birokrasi yang
berkembang, masalah besar yang sifatnya mendasar dalam proses pendidikan sulit tersentuh.
Bertalian dengan tantangan perkembngan zaman pada masyarakat modern, sumber
daya manusia (human power) sering diabaikan yang seharusnya dipersiapkan.
Padahal SDM yang unggul terbukti lebih menentukan kemajuan suatu masyarakat.[5]
Tujuan pendidikan
sebagaimana diungkapkan oleh A. Tresna Sastrawijaya (1991) adalah mencakup
kesiapan jabatan, ketrampilan memecahkan masalah, penggunaan waktu senggang
secara membangun, dan sebagainya karena tiap siswa/anak mempunyai harapan yang
berbeda. Sementara itu tujuan pendidikan berkaitan dengan bidang studi dapat
dinyatakan lebih spesifik. Misalnya dalam pelajaran bahasa untuk mengembangkan
kemampuan berkomunikasi secara mahir baik lisan maupun tertulis. Tujuan
pendidikan secara umum seperti itu menyangkut kemampuan luas yang akan membantu
siswa untuk berpartisipasi dalam masyarakat.[6]
S. Naution mengatakan
bahwa pada dasarnya setiap sekolah mendidik anak agar menjadi anggota
masyarakat yang berguna.Namun pendidikan di sekolah sering kurang relevan
dengan kehidupan masyarakat. Kurikulum kebanyakan berpusa pada bidang studiyang
tersusun secara logis dan sistematis yang tidak nyata hubungannya dengan
kehidupan sehari-hari anak didik. Apa yang dipelajari anak didik tampaknya
hanya memenuhi kepentingan sekolah untu ujian, bukan untu membantu totalitas
anak didik agar hidup lebih efektif dalam masyaraka.[7]
C. Metodelogi
1. Pendekatan
Dalam melakukan penelitian
ini saya mengunakan pendekatan kuantitatif dengan mendapatkan data dari
wawancara dengan narasumber.
2. Sumber yang di wawancarai
Sumber yang saya
wawancarai adalah Pak Ridwan selaku ketua RT.38/RW.08, Kelurahan Bukit Sangkal,
Kec. Kalidoni
3. Metode yang digunakan
Metode yang saya gunakan
adalah metode penelitian pekembangan..
Metode penelitian
dalam penulisan laporan ini yaitu menggunakan kajia kualititif dengan
mendeskripsikan berbagai hal yang merupakan hasil penelitian. Penelitian
deskriftif kualitatif dengan mendeskripsikan berbagai hal yang merupakan hasil
penelitian. Penelitian ini diuraikan dengan kata-kata apa yang melatar
belakangi responden berprilaku, direduksi dan disimpan.Teknik pengumpulan data
sebagai berikut:
Wawacara
Wawancara
merupakan percakapan dengan maksud untuk mendapatkan informasi tertentu yang
dilakukan oleh dua pihak yang berperan sebagai pewawancara dan
narasumber.Wawancara dilakukan dengan dengan msyarakat yang merupakan asli Desa
Taja Indah Betung, bukan merupakan masyatrakat pendatang atau wisatawan.
Observasi
Observasi merupakan pengamtan dan
pencatatan yang sistematis terhadap gejala-gejala tertentu yang diteliti.
Observasi dilakukan secara langsung dengan melihat kondisi sosial masyarakat
Desa Taja Indah Betung dengan berbagai ragam mata pencarian penduduk.
III . PENUTUP
Kesimpulan
Dapat disimpulkan bahwa
pendidikan itu mendorong kemajuan suatu masyarakat, dengan adanya pendidikan
masyarakat menjadi lebih terbuka wawasannya dan cara berpikirnya. Masyarakaat
juga perlu menambah ilmu pengetahuan agar mampu mengikuti perkembangan zaman.
Dengan pendidikan kita bisa merubah nasib atau mengangkat derajat keluarga,
memperbaiki keadaan perekonomian keluarga karna dengan pendidikan kita bisa
memperoleh kesempatan untuk mendapatkan pekerjaan yang lebih baik dan juga kita
mampu bersaing dengan orang-orang diluar sana. Orang yang cenderung tidak
peduli akan pendidikan tanpaa disadari akan susah hidupnya karena ia tidak
mampu mengikuti perkembangan zaman yang terus berkembang dan semakin pesat.
Saran
Sebaiknya penduduk
desa Taja Indah Beteung lebih bersifat terbuka dengan era modernisasi agar
penduduknya lebih maju dalam bertindak dan berfikir lebih teoritis dalam
bekerja karena mereka harus mampu memenuhi kebutuhanya mengngat tingkat
pendidikan yang rendah
III. DAFTAR PUSTAKA
Gunawan, Ary
H.2010.Sosiologi Pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta.
John J.Mahionis &
Linda M. Gerber. 2002. Sociology, Updated Fourth Canadian Edition, Prentice
Hall, USA
Nasution,S. 1995.
Sosiologi Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara.
Sastrawijaya, A.
Tresna.1991, Pengembangan Program Pengajaran. Jakarta : Rineka Cipta.
Undang-undang Republik
Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Bab II, Pasal
3.
[1] Undang-undang Republik
Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Bab II, Pasal
3.
[2] Ary H Gunawan,
Sosiologi Pendidikan, (Jakarta: Rineka Cipta, 2010), hal. 54.
[3] S. Nasution, Sosiologi
Pendidikan, (Jakarta: Bumi Aksara, 1995) hal. 60
[4] John J.Mahionis &
Linda M. Gerber, Sociology, Updated Fourth Canadian Edition, Prentice Hall,
USA, 2002, p.87-94
[5]
Badan Litbang Agama dan Diklat Keagamaan Departemen Agama RI, Memelihara
Tradisi, Merayakan Inovasi, 25 Tahun Puslitbang Pendidikan Agama dan Keagamaan,
Penyunting Maudjahid AK dan Achmad Syahid, Jakarta,2003, hal.57-58
[6]
A. Tresna Sastrawijaya, Pengembangan Program Pengajaran. (Jakarta : Rineka
Cipta, 1991) hal.26
[7]
S. Nasution, Sosiologi Pendidikan, op.cit., hal.148.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar