Kamis, 21 Juni 2018

laporan penelitian pendidikan dan masyarakat



LAPORAN PENELITIAN
" PENDIDIKAN DAN  MASYARAKAT"
Oleh : Orin Andriani (1730203153)



KATA PENGANTAR


Puji syukur penulis panjatkan kepada tuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahkan rahmat dan inayah sehinga penulis dapat menyelesaikan laporan ini dengan baik.
Laporan ini berisikan informasi tentang Hasil Observasi pada Masyarkat desa Taja Indah Betung.Laporan ini diharapkan dapat memberikan informasi kepada pembaca tentang keadaan masyarakat desa Taja Indah.
Penulis mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu menyelesaikan laporan ini, sehingga menjadi laporan yang baik seperti yang diharapkan pembaca.




I.                    PENDAHULUAN
Dari penelitian ini adalah kami ingin mengetahui lebih dalam lagi tentang kehidupan masyarakat Deasa Taja Indah Betung khususnya didaerah pedalaman. Selain itu budaya dan kebiasaan unik yang menjadika  kami semakin berantusias dalam memperdalam penelitian ini. Desa Taja Indah Betung adalah tempat yang dijadika objek penelitian kami. Hal ini mendasari kami untuk melakukan penelitian didesa Taja Indah Betung adalah masyarakat desa yang msih memegang tradisi kebudayaan masyarakat setempa. kKehidupan masyarakat desa Taja Indah Betung yang trsdisioanal dan masih bershabat dengan alam juga termasuk hal yang meltar belakangi kami untuk melakukan penelitian ini.  Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mecerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, berilmu, cakap, kreative, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratisserta bertanggungjawab.[1]
Pendidikan adalah upaya mengembangkan potensi-potensi manusiawi peserta didik baik potensi fisik potensi cipta, rasa, maupun karsanya, agar potensi itu menjadi nyata dan dapat berfungsi dalam perjalanan hidupnya sebagai individu dan masyarakat. Dasar pendidikan adalah cita-cita kemanusiaan universal. Pendidikan bertujuan menyiapkan pribadi dalam keseimbangan, kesatuan. organis, harmonis, dinamis. guna mencapai tujuan hidup kemanusiaan. Yang tentu dalam menjalankan kelanjutan pendidikan tersebut harus ada alat sebagai pegangan yang salah satunya adalah adanya kurikulum.Pendidikan merupakan proses memanusiakan manusia secara manusiawi yang harus disesuaikan dengan situasi dan kondisi serta perkembangan zaman.[2]
Hidup dalam masyarakat berarti adanya interaksi sosial dengan orang-orang disekitar dan demikian mengalami pengaruh dan mempengaruhi orang lain. Beberapa pengertian yang diberikan oleh beberapa pakar sosiologi mengenai masyarakat antara lain:
1.      Masyarakat merupakan jalinan hubungan sosial dan selalu berubah. (Mac Iver dan Page)
2.      Masyarakat adalah kesatuan hidup mahluk-mahluk manusia yang terikat oleh suatu sistem adat-istiadat tertentu. (Koentjaraningrat)
3.      Masyarakat adalah tempat orang-orang hidup bersama yang menghasilkan kebudayaan. (Selo Soemardjan dan Soelaiman)
4.      Jadi dapat disimpulkan bahwa masyarakat adalah suatu kesatuan hidup manusia dalam suatu kelompok yang memiliki suatu sistem adat-istiadat, kebiasaan, norma-norma yang dapat menghasilkan suatu kebudayaan.[3]

Kecepatan perubahan sosial dalam berbagai masyarakat berbeda-beda. Perubahan dalam masyarakat yang terpencil berjalan lambat, akan tetapi bila dengan terbukanya komunikasi dan transportasi daerah itu berkenalan dengan dunia modern, maka masyarakat ini akan berkembang dengan lebih cepat.
Ada aspek-aspek kebudayaan yang masih tetap dalam bentuk aslinya dan ada juga adat kebiasaan yang telah mengalami perubahan, terutama dalam masyarakat modern. Usaha untuk mencegah perubahan tidak selalu mudah karena sering ada hubungan antara perubahan materill dengan perubahan kultural. Dibukanya jalan raya ke daerah terpencil, terbukanya desa bagi surat kabar, radio, TV dan film membawa perubahan dalam berbagai aspek kebudayaan. Pola hubungan antara manusia seperti pergaulan antara anak dengan orang tua, hubungan antar-seks, dan sebagainya, sering mengalami perubahan yang sukar dielakan. Demikian pula pendidikan dan sekolah tak luput dari perubahan, karena pendidikan senantiasa berfungsi di alam terhadap sistem sosial tempat sekolah itu berada.
Adapun faktor pendorong perubahan sosial, menurut beberapa ahli adalah:
1.      Menurut Alvin Betrand, awal dari proses perubahan social adalah komunikasi yaitu penyampaian ide, gagasan, nilai, kepercayaan, keyakinan dsb, dari satu pihak ke pihak lainnya sehingga dicapai kata kesepahaman.
2.      Menurut David Mc Clelland, dorongan untuk perubahan adalah adanya hasrat meraih prestasi ( need for achievement) yang melanda masyarakat
3.      Prof. Soerjono Soekanto, Perubahan sosial disebabkan oleh faktor intern dalam masyarakat itu  dan faktor ekstern.

Faktor Intern antara lain:
a)      Bertambah dan berkurangnya penduduk (kelahiran, kematian, migrasi)
b)      Adanya Penemuan Baru:
·         Discovery        : penemuan ide atau alat baru yang sebelumnya belum    pernah ada.
·         Invention         : penyempurnaan penemuan baru
·         Innovation/Inovasi : pembaruan atau penemuan baru yang diterapkan dalam kehidupan masyarakat sehingga menambah, melengkapi atau mengganti yang telah ada. Penemuan baru didorong oleh : kesadaran masyarakat akan kekurangan unsure dalam kehidupannya, kualitas ahli atau anggota masyarakat
·         Konflik yang terjadii dalam masyarakat
·         Pemberontakan atau revolusi.

Faktor ekstern antara lain:
a)      Perubahan alam
b)      Peperangan
c)      pengaruh kebudayaan lain melalui difusi(penyebaran kebudayaan), akulturasi ( pembauran antar budaya yang masih terlihat masing-masing sifat khasnya), asimilasi (pembauran antar budaya yang menghasilkan budaya yang sama sekali baru batas budaya lama tidak tampak lagi).


Maka dari itu, saya mencoba mengamati tentang bagaimana pendidkan mampu membuat perubahan sosial.  Dan juga laporan ini dibuat untuk memenuhi tugas mata kuliah “Sosiologi Pendidikan”.  Saya harap setelah dilakukan pengamatan ini, saya dapat  menegatahui secara lebih detail lagi tentang pentingnya pendidikan untuk memajukan atu memberikan perubahan sosial.
II . PEMBAHASAN

A.    Rumusan Masalah
Rumusan penelitian yang menjadi fokus penelitian ini adalah :
  • Bagaimana aktifitas-aktifitas pada masyarakat desa Taja Indah  Betung ?
  • Bagaiman tingkat pendidikan dan pendapatan penduduk didesa Taja Indah Betung ?

B.     Kajian Teori
Penelitian yang dilakukaan Lenki et al. (1995) yang memfokuskan pada judul penelitian : Sociocultural Revolution : the process of change that results from a society’s gaining new information, particulary technology, setidaknya dapat di deskripsikan lima tipe umum dari suatu masyarakat yang berbeda  dalam teknologinya : huntung and gethering societies, horticutural and pastoral societies, agrarian societies, and post-industrial societies.[4]
Adanya tarik menarik antara dua kekuatan diatas cenderung terlupakan, ketika dibicarakan tentang pendidikan, dan juga tentang perkembangan zaman dengan semua tantangannya. Terhadap permasalahan pendidikan, seringkali hanya mengartikan secara sempit, dan belum mengangkatnya kedalam cakupan yang lebih luas. Padahal tanpa memerhatikan dimnsi makro seperti kekuatan ekonomi, politik dan birokrasi yang berkembang, masalah besar yang sifatnya mendasar dalam proses pendidikan sulit tersentuh. Bertalian dengan tantangan perkembngan zaman pada masyarakat modern, sumber daya manusia (human power) sering diabaikan yang seharusnya dipersiapkan. Padahal SDM yang unggul terbukti lebih menentukan kemajuan suatu masyarakat.[5]
Tujuan pendidikan sebagaimana diungkapkan oleh A. Tresna Sastrawijaya (1991) adalah mencakup kesiapan jabatan, ketrampilan memecahkan masalah, penggunaan waktu senggang secara membangun, dan sebagainya karena tiap siswa/anak mempunyai harapan yang berbeda. Sementara itu tujuan pendidikan berkaitan dengan bidang studi dapat dinyatakan lebih spesifik. Misalnya dalam pelajaran bahasa untuk mengembangkan kemampuan berkomunikasi secara mahir baik lisan maupun tertulis. Tujuan pendidikan secara umum seperti itu menyangkut kemampuan luas yang akan membantu siswa untuk berpartisipasi dalam masyarakat.[6]
S. Naution mengatakan bahwa pada dasarnya setiap sekolah mendidik anak agar menjadi anggota masyarakat yang berguna.Namun pendidikan di sekolah sering kurang relevan dengan kehidupan masyarakat. Kurikulum kebanyakan berpusa pada bidang studiyang tersusun secara logis dan sistematis yang tidak nyata hubungannya dengan kehidupan sehari-hari anak didik. Apa yang dipelajari anak didik tampaknya hanya memenuhi kepentingan sekolah untu ujian, bukan untu membantu totalitas anak didik agar hidup lebih efektif dalam masyaraka.[7]
C.    Metodelogi
1.      Pendekatan
Dalam melakukan penelitian ini saya mengunakan pendekatan kuantitatif dengan mendapatkan data dari wawancara dengan narasumber.
2.      Sumber yang di wawancarai
Sumber yang saya wawancarai adalah Pak Ridwan selaku ketua RT.38/RW.08, Kelurahan Bukit Sangkal, Kec. Kalidoni
3.      Metode yang digunakan
Metode yang saya gunakan adalah metode penelitian pekembangan..

Metode penelitian dalam penulisan laporan ini yaitu menggunakan kajia kualititif dengan mendeskripsikan berbagai hal yang merupakan hasil penelitian. Penelitian deskriftif kualitatif dengan mendeskripsikan berbagai hal yang merupakan hasil penelitian. Penelitian ini diuraikan dengan kata-kata apa yang melatar belakangi responden berprilaku, direduksi dan disimpan.Teknik pengumpulan data sebagai berikut:
Wawacara
Wawancara merupakan percakapan dengan maksud untuk mendapatkan informasi tertentu yang dilakukan oleh dua pihak yang berperan sebagai pewawancara dan narasumber.Wawancara dilakukan dengan dengan msyarakat yang merupakan asli Desa Taja Indah Betung, bukan merupakan masyatrakat pendatang atau wisatawan.
Observasi
Observasi merupakan pengamtan dan pencatatan yang sistematis terhadap gejala-gejala tertentu yang diteliti. Observasi dilakukan secara langsung dengan melihat kondisi sosial masyarakat Desa Taja Indah Betung dengan berbagai ragam mata pencarian penduduk.



III .   PENUTUP
     Kesimpulan
Dapat disimpulkan bahwa pendidikan itu mendorong kemajuan suatu masyarakat, dengan adanya pendidikan masyarakat menjadi lebih terbuka wawasannya dan cara berpikirnya. Masyarakaat juga perlu menambah ilmu pengetahuan agar mampu mengikuti perkembangan zaman. Dengan pendidikan kita bisa merubah nasib atau mengangkat derajat keluarga, memperbaiki keadaan perekonomian keluarga karna dengan pendidikan kita bisa memperoleh kesempatan untuk mendapatkan pekerjaan yang lebih baik dan juga kita mampu bersaing dengan orang-orang diluar sana. Orang yang cenderung tidak peduli akan pendidikan tanpaa disadari akan susah hidupnya karena ia tidak mampu mengikuti perkembangan zaman yang terus berkembang dan semakin pesat.
    Saran
Sebaiknya penduduk desa Taja Indah Beteung lebih bersifat terbuka dengan era modernisasi agar penduduknya lebih maju dalam bertindak dan berfikir lebih teoritis dalam bekerja karena mereka harus mampu memenuhi kebutuhanya mengngat tingkat pendidikan yang rendah











 III.            DAFTAR PUSTAKA
Gunawan, Ary H.2010.Sosiologi Pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta.
John J.Mahionis & Linda M. Gerber. 2002. Sociology, Updated Fourth Canadian Edition, Prentice Hall, USA
Nasution,S. 1995. Sosiologi Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara.
Sastrawijaya, A. Tresna.1991, Pengembangan Program Pengajaran. Jakarta : Rineka Cipta.
Undang-undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Bab II, Pasal 3.

[1] Undang-undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Bab II, Pasal 3.
[2] Ary H Gunawan, Sosiologi Pendidikan, (Jakarta: Rineka Cipta, 2010), hal. 54.
[3] S. Nasution, Sosiologi Pendidikan, (Jakarta: Bumi Aksara, 1995) hal. 60

[4] John J.Mahionis & Linda M. Gerber, Sociology, Updated Fourth Canadian Edition, Prentice Hall, USA, 2002, p.87-94
[5] Badan Litbang Agama dan Diklat Keagamaan Departemen Agama RI, Memelihara Tradisi, Merayakan Inovasi, 25 Tahun Puslitbang Pendidikan Agama dan Keagamaan, Penyunting Maudjahid AK dan Achmad Syahid, Jakarta,2003, hal.57-58
[6] A. Tresna Sastrawijaya, Pengembangan Program Pengajaran. (Jakarta : Rineka Cipta, 1991) hal.26
[7] S. Nasution, Sosiologi Pendidikan, op.cit., hal.148.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

SEKOLAH SEBAGAI ORGANISASI LAPORAN PENELITIAN “ SEKOLAH SEBAGAI ORGANISASI” Oleh : YOLI AMRIL SYAFIRA (1730203181) PENDAHULUAN...