Selasa, 19 Juni 2018

Laporan Observasi Sosialisasi Anak Didik


LAPORAN OBSERVASI
“SOSIALISASI ANAK DIDIK”
Oleh : Tri Maryatun (1730203171)


I.            PENDAHULUAN
Cakupan bahasan ini tentang pengaruh sosialisasi anak didik di lingkungan keluarga, masyarakat dan sekolah terhadap sifat dan perkembangan anak kedepannya.  S. Nasution (2009) mengatakan bahwa sosialisasi merupakan proses bibingan infividu ke dalam dunia sosial.  Sosialisasi diakukan dengan mendidik individu tentang kebudayaan yang harus dimiliki dan diikutinya, agar ia menjadai anggota yang baik dalam masyarakat dan dalamm berbagai kelompok khusus, sosialisasi dapat dianggap sama dengan pendidikan.[1]
Setiap orang akan memperoleh proses belajar tentang kemasyarakatan yang didalamnya terdapat beragam aturan, norma dan tradisi.  Proses ini bertujuan agar seseorang dapat menjalani hidup ditengah masyarakat secara layak.  Seorang, dalam hal ini perlu memperoleh beragam pengetahuan tentang masyarakat melalui proses pembelajaran sosial.  Hal ini menunjukkan bahwa sosialisasi dapat diartikan sebagai suatu proses belajar atau pembelajaran bagi setiap orang tentang segala sesuatu di dalam masyarakat agar nanti dapat hidup dengan layak di tengah masyarakat.[2]
Untuk mencapai semua itu, individu perlu memperoleh bimbingan dari pelaku sosialisasi: orang tua, pendidik/guru dan masyarakat.  Dengan sosialisasi yang baik individu diharapkan dapat beradaptasi dengan orang lain dimana individu itu berada.[3]
Maka dari itu, saya mencoba mengamati seorang anak yang beranjak memasuki usia remaja untuk mengetahui bagaimana lingkungan keluarga, sekolah dan masyarakat mempengaruhi sifat, sikap serta kepribadiannya.  Dan juga laporan ini dibuat untuk memenuhi tugas mata kuliah “Sosiologi Pendidikan”.  Saya harap setelah dilakukan pengamatan ini, saya dapat  menegatahui secara spesifik tentang permasalahan pengaruh lingkungan tehadap kepribadian anak lebih detail serta dapat menambah informasi untuk diri saya sendiri maupun orang lain.

A.      RUMUSAN MASALAH
1.         Bagaimana peran orang tuan atau keluarga dalam mempersiapkan seorang anak untuk bersosialisasi di masyarkat dan sekolah?
2.       Bagaimana pengaruh sosialisasi anak di keluarga, sekolah dan masyarakat terhadap kepribadian anak?


B.       KAJIAN TEORITIS
Di Keluarga, anak berinteraksi dengan ayah, ibu dan anggota keluarga lain.  Dimana anak memperoleh pendidikan informal berupa kebiasaan.  Kebiasaan tersebut bermacam-acam, misalnya tentang cara makan, bertutur kata, bangun pagi dan shalat subuh, kebiasaann berpuasa, kebiasaan bersedekah, kebiasaan salam sebelum berangkat sekolah, gosok gigi, berdo’a sebelum tidur, berdo’a sebelum makan, berdo’a sebelum bepergian, dll.  Pendidikan informal dalam keluarga sangat membantu anak dalam proses pembentukan kepribadiannya.
Sebagai fungsi sosial, selain fungsi biologis, ekonomi dan agama, keluarga memiliki peran sangat krusial dalam proses sosialisasi.  Orang tua hendaknya memberi teladan yang terbaik bagi anak-anak tentang banyak hal dalam konteks proses sosialisasi.  Keluarga sebagai salah satu dari pusat pendidikan bertugas memebentuk kebiasaan-kebiasaan positif sebagai fondasi yang kuat dalam pendidikan informal.
Anak selanjutnya bersosialisasi pada pendidikan formal di sekolah dimana mereka menuntut ilmu pengetahuan.  Setelah masuk sekolah, anak diharapkan dapat menyesuaikan diri dengan kondisi serta aturan-aturan sekolah yang berlaku.  Di sekolah anak berinteraksi dengan pendidik, staf karyawan, teman sejawat.  Anak di sekolah memperoleh pendidikan formal berupa nilai-nilai, pengetahuan, keterampilan, dan sikap terhadap mata pelajaran.  Dari proses sosialisasi disekolah anak akan membentuk kepribadia untuk tekun dan rajin belajar, memiliki cita-cita dan lain-lain.  Selain itu, anak juga dapat berinteraksi dengan teman sejawat yang berkonotasi negatif, misalnya suka bolos, melawan guru, berkelahi, berbohong, malas, boros uang jajan, sehingga akhirnya dapat berdampak pada prestasi akademik anak.  Elemen sekolah (kepala Sekolah, guru, karyawan, penjaga sekolah) sudah tentu memiliki tanggung jawab penuh dalam menempatkan proses sosialisasi yang positif pada anak didik di sekolah.  [4]
Menurut Binti Maunah secara umum ada lima faktor utama dalam mempengaruhi sosialiasi seseorang, yaitu sifat dasar, lingkungan parental, perbedaan perorangan, lingkungan, dan motivasi.  [5]
Dimasyarakat anak mendapatkan pendidikan berupa pengalaman hidup.  Setiap masyarakat menurunkan kebudayaannya kepada generasi penerus melalui interaksi sosial.  Lingkungan sekitar tempat tinggal anak sangat mempengaruhi perkembangan pribadi anak.  Disitulah anak memperoleh pengalaman bergaul dengan teman-teman di luar rumah dan sekolah lingkungan sekitar rumah memberikan pengaruh sosial pertama kepada anak di luar keluarga.
Sebagai suatu proses, sosialisasi memiliki beberapa metode yang digunakan untuk mempengaruhi sosialisasi anak.  Pertama, metode ganjaran dan hukuman.  Dalam proses sosialsasi, hukuman diberikan kepada anak yang bertingkah laku salah, tidak baik, kurang pantas, atau tidak diterima oleh masyarakat.  Sedangkan ganjaran diberikan kepada anak yang berperilaku baik.  Kedua, metode didactic teaching.  Metode ini mengutamakan pengajaran kepada anak tentang berbagai macam pengetahuan dan keterampilan.  Ketiga, metode pemberian contoh.  Anak-anak cenderung mencontoh semua tingkah laku orang yang ada di lingkungan sekitarnya.  [6]
Lingkungan yang dimaksud adalah kondisi sekitar individu baik lingkungan alam, kebudayaan dan masyarakat yang dapat mempengaruhi proses sosialisasi.  Walaupun sebenarnya kondisi sekitar tidak menentukan, tetapi mampu mempengaruhi dan membatasi proses sosialisasi seseorang.  Motivasi memiliki peran yang begitu penting dan pokok dalam kehidupan seseorang.  Motivasi merupakan sebuah konsep yang digunakan untuk menjelaskan inisisasi, arah intensitas perilaku individu dan ketentuan yang mendorong seseorang melakukan sesuatu  untuk mencapai tujuan.[7]



C.       METODELOGI
1.         Pendekatan
Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif.  Dimana saya mendapatkan data dari hasil wawancara dengan narasumber.

2.         Sumber yang diwawancarai
Narasumber yang saya wawancarai adalah Nurlaila Azizah yang merupakan siswi SMA YPI Tunas Bangsa Palembang.

3.         Metode yang digunakan
Metode yang digunakan adalah metode penelitian perkembangan yang bertujuan untuk mengetahui pola dan urutan pertumbuhan dan / atau perubahan sebagai fungsi waktu. 





II.            PEMBAHASAN
D.      Hasil Wawancara
Pada Rabu, 13 Juni 2018,  saya berkunjung ke rumah narasumber sekitar pukul 09.00 WIB.  Narasumber menyambut baik kedatangan saya dan mempersilahkan untuk masuk dan melaksanakan wawancara. 
Pertanyaan pembuka:
1.         Assalammu’alaikum dik, apakah saya boleh  mewawancarai adik?
·           Wa’alaikumsalam, ya boleh kak.
2.         Siapa nama lengkap adik?
·           Nama saya Nurlaila Azizah
3.         Pada saat ini adik usianya berapa?
·           16 tahun
4.         Sekolah dimana dan kelas berapa?
·           Sekolah di SMA YPI Tunas Bangsa Palembang dan kelas 11

Pertanyaan Isi:
1.         Berapa bersaudara?
·         2 bersaudara
2.         Menurut adik apakah pola didik yang dilakukan orang tua terhadap adik sudah baik?
·           Sudah
3.         Kenapa?
·           Karena orang tua saya mengajarkan saya tentang sopan santun, tingkah laku, norma-norma yang berlaku dan tutur kata yang baik.
4.         Apakah adik pernah mendapat hukuman saat melakukan kesalahan, jika pernah hukuman seperti apa yang diberikan orang tua terhadap adik?
·           Pernah, hukuman yang saya dapat yaitu berupa penyitaan handphone, karena saya waktu itu selalu bermain handphone tanpa mengingat waktu.
5.         Apakah hukuman yang diberikan memberikan efek positif untuk adik?
·           Ya, dengan begitu saya jera dan waktu yang pernah saya buat untuk hanya bermain handphone saya gunakan untuk belajar.
6.         Bagaimana respon yang ditunjukkan orang tua adik ketika adik mendapatkan sebuah prestasi atau melakukan hal-hal baik?
·           Responnya yaitu pastinya orant tua saya bahagia, dengan begitu saya semakin termotivasi untuk selalu melakukan hal baik yaitu dengan cara mendapatkan prestasi karena hanya itu yang dapat saya lakukan untuk sekarang.
7.         Apa saja peraturan atau kebiasaan yang ada di keluarga adik?
·           Tidak boleh telat makan, sebelum pergi sekolah harus sarapan, bangun pagi, tidak boleh tidur setelah sholat subuh, merapihkan rumah, jika berpergian dengan teman tidak boleh pulang setelah  magrib.
8.         Hmmmm, apakah disekolah ditetapkan aturan atau tata tertib yang sangat ketat?
·           Ya tentu, pastinya kan setiap sekolah itu menetapkan peraturan. Namun disekolah saya peraturan yang sangat sangat ketat yaitu jika teralambat datang sekolah maka pagi itulah  mendapat hukuman seperti mengepel, menyapu, atau yang lainnya, dan juga jika atribut sekolah yang ditetapkan tidak dipatuhi maka siap-siap akan mendapat hukuman berupa misalnya tidak menggunakan dasi maka pengganti dasi tersebut berupa tali rapia dan batu, dan lagi jika rok atau celana yang digunakan ketat maka rok atau celana tersebut di robek dan di coret-coret, gelang dan kalung juga disita bagi laki-laki maupun perempuan kecuali anting-anting bagi perempuan, dan satu hal lagi yang sangat ketat yaitu tidak perbolehkan membawa handphone ke sekolah, jika melanggar maka akan disita atau bahkan mungkin tidak akan dikembalikan lagi.  Dan jika ketahuan oleh guru handphone tersebut berisi konten yang tidak pantas maka hari itu juga siswa tersebut dikeluarkan secara tidak hormat.

9.         Apakah adik dekat dengan guru, staf atau karyawan yang ada disekolah?
·           Untuk dekat itu tidak, tapi pastinya saya kenal dengan  mereka, dan mereka pun ingat dengan nama murid-muridnya.
10.     Penghargaan apa saja yang pernah adik dapatkan disekolah?
·           Penghargaan yang saya dapatkan yaitu saya pernah meraih juara satu pada kelas 10, dan saya mendapat bebas biaya spp selama 3 bulan.
11.     Bagaimana keadaan pergaulan anak di seusia adik di lingkungan sekitar?
·         Hmmm, menurut saya masih dibilang biasa-biasa saja, tidak ada pergaulan yang bebas disini, dan jika terdapat orang yang nongkrong-nongkrong itu hanya di depan teras rumah mereka sendiri atau bahkan di dalam rumah mereka, itupun jika saya perhatikan mereka hanya mengobrol biasa saja dan teman-teman mereka pun tidak aneh-aneh yang nongkrong-nongkrong pun tidak bercampur dengan laki-laki dan perempuan, melainkan hanya jika laki-laki ya laki-laki saja, dan perempuan ya perempuan saja. Gitu...
12.     Dilingkungan masyarakat apakah adik mengikuti karang taruna tau remaja masjid atau sejenisnya?
·           Tidak, tidak sama sekali, karena disini tidak ada karang taruna atau remaja  masjid atau lainnya.  Hanya ada bapak-bapak masjid dan ibu-ibu pengajian.

Pertanyaan Penutup:
1.         Menurut adik apakah pergaulan di keluarga, sekolah, maupun masyarakat memberikan pengaruh yang besar terhadap pembentukan keperibadian adik?
·           Ya, tentu saja.  Karena pembentukan kepribadian yang amat besar bermula dari keluarga, kemudian sekolah, dan setelah itu masyarakat sekitar. 
2.         Terima kasih atas waktu dan kesempatan yang adik berikan.


E.       Kesimpulan
Berdasarkan hasil wawancara saya dengan Nurlaila Azizah dapat diambil kesimpulan bahwa pendidikan pertama yang didapat dari kelurga merupakan pendidikan yang baik dan dapat menjadi pondasi untuk menjalani pergaulan atau sosialisasi di sekolah maupun di masyarakat.  Di sekolah Nurlaila Azizah hanya mendapatkan pengajaran berupa ilmu pengetahuan dan minim mendapatkan pendidikan berupa pengalaman atau bimbingan untuk hidup di masyarakat.  Lingkungan masyarkat sekitar tempat tinggal Nurlaila merupakan lingkungan yang bisa dikatakan cukup baik, karena pergaulan yang terjadi masih dalam batas normal dan masih dalam pengawasan orang tua hanya saja dilingkungan tersebut minim organisasi atau perkumpulan remaja yang dapat menjadi wadah bagi remaja sekitar untuk menyalurkan kreativitasnya.




III.            DAFTAR PUSTAKA

Ahmadi, Abu. 1991. Sosiologi Pendidikan. Jakarta: Renikacipta.
Idi, Abdullah. 2011. Sosiologi Pendidikan. Jakarta: Rajawali Pers.
Khodijah, Nyayu. 2014. Psikologi Pendidikan. Jakarta: PT Raja Grafindo.
Maunah, Binti. 2016. Sosiologi Pendidikan. Yogyakarta: Kalimedia.
Nasution, S. 2009. Sosiologi Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara.




[1] S. Nasution, Sosiologi Pendidikan, (Jakarta: Bumi Aksara, 2009), hlm.126.
[2] Abdullah Idi, Sosiologi Pendidkan, (Jakarta: Rajawali Pers, 2011), hlm.100.
[3] Ibid., hlm.100-101.
[4] Ibid., hlm.105-106.
[5] Binti Maunah, Sosiologi Pendidikan, (Yogyakarta: Kalimedia, 2016), hlm.129.
[6] Abu Ahmadi, Sosiologi Pendidikan, (Jakarta: Renikacipta, 1991), hlm.162
[7] Nyayu Khodijah, Psikologi Pendidikan, (Jakarta: PT Raja Grafindo, 2014), hlm.150

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

SEKOLAH SEBAGAI ORGANISASI LAPORAN PENELITIAN “ SEKOLAH SEBAGAI ORGANISASI” Oleh : YOLI AMRIL SYAFIRA (1730203181) PENDAHULUAN...