LAPORAN PENELITIAN
"PERAN PENDIDIKAN TERHADAP MASYARAKAT"
Oleh : Opi Silpia (1730203152)
I.
PENDAHULUAN
Antara pendidikan dan
perkembangan masyarakat tidak dapat dipisahkan satu sama lain. Kemajuan suatu
masyarakat dan suatu bangsa sangat ditentukan pembangunan sektor pendidikan
dalam penyiapan Sumber Daya Manusia (SDM) yang sesuai dengan perkembngan zaman.
Sumber daya manusia bangsa indonesia kedepan tidak terlepas dari fungsi
pendidikan nasional. Dalam pasal 3 Undang-Undang Repubik Indonesia Nomor 20
Tahun 2003 tentang Sistem pendidikan nasional, dikatakan :
Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan
membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka
mecerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta
didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha
Esa, berakhlak mulia, berilmu, cakap, kreative, mandiri dan menjadi warga
negara yang demokratisserta bertanggungjawab.[1]
Pendidikan
adalah upaya mengembangkan potensi-potensi manusiawi peserta didik baik potensi
fisik potensi cipta, rasa, maupun karsanya, agar potensi itu menjadi
nyata dan dapat berfungsi dalam perjalanan hidupnya sebagai individu dan
masyarakat. Dasar pendidikan adalah cita-cita kemanusiaan universal. Pendidikan
bertujuan menyiapkan pribadi dalam keseimbangan, kesatuan. organis, harmonis,
dinamis. guna mencapai tujuan hidup kemanusiaan. Yang tentu dalam menjalankan
kelanjutan pendidikan tersebut harus ada alat sebagai pegangan yang salah
satunya adalah adanya kurikulum.Pendidikan merupakan proses memanusiakan
manusia secara manusiawi yang harus disesuaikan dengan situasi dan kondisi
serta perkembangan zaman.[2]
Hidup
dalam masyarakat berarti adanya interaksi sosial dengan orang-orang disekitar
dan demikian mengalami pengaruh dan mempengaruhi orang lain. Beberapa
pengertian yang diberikan oleh beberapa pakar sosiologi mengenai masyarakat
antara lain:
1.
Masyarakat merupakan jalinan hubungan
sosial dan selalu berubah. (Mac Iver dan Page)
2.
Masyarakat adalah kesatuan hidup
mahluk-mahluk manusia yang terikat oleh suatu sistem adat-istiadat tertentu.
(Koentjaraningrat)
3.
Masyarakat adalah tempat orang-orang
hidup bersama yang menghasilkan kebudayaan. (Selo Soemardjan dan Soelaiman)
4.
Jadi dapat disimpulkan bahwa masyarakat
adalah suatu kesatuan hidup manusia dalam suatu kelompok yang memiliki suatu
sistem adat-istiadat, kebiasaan, norma-norma yang dapat menghasilkan suatu
kebudayaan.[3]
Kecepatan
perubahan sosial dalam berbagai masyarakat berbeda-beda. Perubahan dalam
masyarakat yang terpencil berjalan lambat, akan tetapi bila dengan terbukanya
komunikasi dan transportasi daerah itu berkenalan dengan dunia modern, maka
masyarakat ini akan berkembang dengan lebih cepat.
Ada
aspek-aspek kebudayaan yang masih tetap dalam bentuk aslinya dan ada juga adat
kebiasaan yang telah mengalami perubahan, terutama dalam masyarakat modern.
Usaha untuk mencegah perubahan tidak selalu mudah karena sering ada hubungan
antara perubahan materill dengan perubahan kultural. Dibukanya jalan raya ke
daerah terpencil, terbukanya desa bagi surat kabar, radio, TV dan film membawa
perubahan dalam berbagai aspek kebudayaan. Pola hubungan antara manusia seperti
pergaulan antara anak dengan orang tua, hubungan antar-seks, dan sebagainya,
sering mengalami perubahan yang sukar dielakan. Demikian pula pendidikan dan
sekolah tak luput dari perubahan, karena pendidikan senantiasa berfungsi di
alam terhadap sistem sosial tempat sekolah itu berada.
Adapun
faktor pendorong perubahan sosial, menurut beberapa ahli adalah:
1.
Menurut Alvin Betrand, awal dari proses
perubahan social adalah komunikasi yaitu penyampaian ide, gagasan, nilai,
kepercayaan, keyakinan dsb, dari satu pihak ke pihak lainnya sehingga dicapai
kata kesepahaman.
2. Menurut
David Mc Clelland, dorongan untuk perubahan adalah adanya hasrat meraih
prestasi ( need for achievement) yang melanda masyarakat
3. Prof.
Soerjono Soekanto, Perubahan sosial disebabkan oleh faktor intern dalam
masyarakat itu dan faktor ekstern.
Faktor
Intern antara lain:
a)
Bertambah dan berkurangnya penduduk
(kelahiran, kematian, migrasi)
b)
Adanya Penemuan Baru:
·
Discovery :
penemuan ide atau alat baru yang sebelumnya belum pernah
ada.
·
Invention :
penyempurnaan penemuan baru
·
Innovation/Inovasi : pembaruan atau
penemuan baru yang diterapkan dalam kehidupan masyarakat sehingga menambah,
melengkapi atau mengganti yang telah ada. Penemuan baru didorong oleh :
kesadaran masyarakat akan kekurangan unsure dalam kehidupannya, kualitas ahli
atau anggota masyarakat
·
Konflik yang terjadii dalam masyarakat
·
Pemberontakan atau revolusi.
Faktor
ekstern antara lain:
a) Perubahan
alam
b) Peperangan
c) pengaruh
kebudayaan lain melalui difusi(penyebaran kebudayaan), akulturasi ( pembauran
antar budaya yang masih terlihat masing-masing sifat khasnya), asimilasi
(pembauran antar budaya yang menghasilkan budaya yang sama sekali baru batas
budaya lama tidak tampak lagi).
Maka dari itu, saya mencoba
mengamati tentang bagaimana pendidkan mampu membuat perubahan sosial. Dan juga laporan ini dibuat untuk memenuhi
tugas mata kuliah “Sosiologi Pendidikan”.
Saya harap setelah dilakukan pengamatan ini, saya dapat menegatahui secara lebih detail lagi tentang
pentingnya pendidikan untuk memajukan atu memberikan perubahan sosial.
A. Rumusan
Masalah
1.
Seberapa
besar pengaruh pendidikan untuk kemajuan masyarakat ?
2.
Apakah
jenjang pendidikan seseorang mempengaruhi pola pikirnya?
B. Kajian
Teoritis
Penelitian yang dilakukaan
Lenki et al. (1995) yang memfokuskan pada judul penelitian : Sociocultural Revolution : the process of
change that results from a society’s gaining new information, particulary
technology, setidaknya dapat di deskripsikan lima tipe umum dari suatu
masyarakat yang berbeda dalam
teknologinya : huntung and gethering societies,
horticutural and pastoral societies, agrarian societies, and post-industrial
societies.[4]
Adanya tarik menarik antara dua
kekuatan diatas cenderung terlupakan, ketika dibicarakan tentang pendidikan,
dan juga tentang perkembangan zaman dengan semua tantangannya. Terhadap
permasalahan pendidikan, seringkali hanya mengartikan secara sempit, dan belum
mengangkatnya kedalam cakupan yang lebih luas. Padahal tanpa memerhatikan
dimnsi makro seperti kekuatan ekonomi, politik dan birokrasi yang berkembang, masalah
besar yang sifatnya mendasar dalam proses pendidikan sulit tersentuh. Bertalian
dengan tantangan perkembngan zaman pada masyarakat modern, sumber daya manusia
(human power) sering diabaikan yang
seharusnya dipersiapkan. Padahal SDM yang unggul terbukti lebih menentukan
kemajuan suatu masyarakat.[5]
Tujuan pendidikan sebagaimana diungkapkan
oleh A. Tresna Sastrawijaya (1991) adalah mencakup kesiapan jabatan,
ketrampilan memecahkan masalah, penggunaan waktu senggang secara membangun, dan
sebagainya karena tiap siswa/anak mempunyai harapan yang berbeda. Sementara itu
tujuan pendidikan berkaitan dengan bidang studi dapat dinyatakan lebih
spesifik. Misalnya dalam pelajaran bahasa untuk mengembangkan kemampuan
berkomunikasi secara mahir baik lisan maupun tertulis. Tujuan pendidikan secara
umum seperti itu menyangkut kemampuan luas yang akan membantu siswa untuk
berpartisipasi dalam masyarakat.[6]
S. Naution mengatakan bahwa
pada dasarnya setiap sekolah mendidik anak agar menjadi anggota masyarakat yang
berguna.Namun pendidikan di sekolah sering kurang relevan dengan kehidupan
masyarakat. Kurikulum kebanyakan berpusa pada bidang studiyang tersusun secara
logis dan sistematis yang tidak nyata hubungannya dengan kehidupan sehari-hari
anak didik. Apa yang dipelajari anak didik tampaknya hanya memenuhi kepentingan
sekolah untu ujian, bukan untu membantu totalitas anak didik agar hidup lebih
efektif dalam masyaraka.[7]
C. Metodelogi
1.
Pendekatan
Dalam melakukan penelitian ini saya mengunakan pendekatan kuantitatif dengan
mendapatkan data dari wawancara dengan narasumber.
2.
Sumber
yang di wawancarai
Sumber yang saya wawancarai adalah Pak Ridwan selaku ketua RT.38/RW.08,
Kelurahan Bukit Sangkal, Kec. Kalidoni
3.
Metode
yang digunakan
Metode yang saya gunakan adalah metode penelitian pekembangan.
II.
PEMBAHASAN
D. Hasil
Wawancara
Saya berkunjung ke rumah Pak Ridwan selaku ketua RT.38/RW.08, Kelurahan
Bukit Sangkal, Kec. Kalidoni, pada hari Selasa 19 Juni 2018. Sebelumnya saya
sudah membuat janji untuk bertemu dengan beliau.
1.
Assalamualaikum
pak, bolehkah saya meminta sedikit waktunya untuk saya wawancarai?
Ø
Wa’alaikum
salam, iya silahkan.
2.
Berapa
ahun bapak menjabat sebgai ketua RT disini?
Ø
Saya
menjabat sebagai ketua RT selama 2 tahun.
3.
Ada
berapa jumlah kepala keluarga yang ada disini pak?
Ø
Disini
ada 50 kepala keluarga.
4.
Permasalahan
apa yang biasanya dihadapi oleh warga bapak?
Ø
Permasalahan
yang selalu menjadi masalah utama disini adalah masalah kemiskinan mengingat
mayoritas warna disini pada taraf ekonomi menengah kebawah.
5.
Pekerjaan
warga disini apa saja pak?
Ø
Ada
yang bekerja sebagai tukang becak, pedagang dan juga ada yang bekerja sebagai
buruh.
6.
Bagaimana
dengan jenjang pendidikan disini pak?
Ø
Mayoritas
warga disini hanya lulusan Sekolah Menengah Pertama dan Sekolah Menengah Atas.
7.
Menurut
bapak apakah jenjang pendidikan mempengaruhi pola pikir masyarakat?
Ø
Iya,
masyarakat yang memiliki jenjang pendidikan tidak terlalu tinggi biasanya
memiliki pemikiran yang sempit dan kurang terbuka sehingga agak susah ketika
diajak bersosialisasi dalam hal kewirausahaan misalnya. Dan juga menurut saya
lemahnya pendidikan itu mengakibatkan terhambatnya kemajuan masyarakat. Namun
di RT ini juga ada bebebrapa yang memiliki pendidikan cukup tinggi.
8.
Menurut
bapak apakah dengan pendidikan kta mampu memutus tali kemiskinan?
Ø
Iya,
menurut saya pendidikan itu sangat penting dan untuk memajukan suatu bangsa
atau mensejahterakan masyarakat.
9.
Baikah
terimakasih pak atas waktu dan kesempatannya maaf telah mengganggu.
E. Kesimpulan
Dapat disimpulkan bahwa pendidikan
itu mendorong kemajuan suatu masyarakat, dengan adanya pendidikan masyarakat
menjadi lebih terbuka wawasannya dan cara berpikirnya. Masyarakaat juga perlu
menambah ilmu pengetahuan agar mampu mengikuti perkembangan zaman. Dengan
pendidikan kita bisa merubah nasib atau mengangkat derajat keluarga,
memperbaiki keadaan perekonomian keluarga karna dengan pendidikan kita bisa
memperoleh kesempatan untuk mendapatkan pekerjaan yang lebih baik dan juga kita
mampu bersaing dengan orang-orang diluar sana. Orang yang cenderung tidak
peduli akan pendidikan tanpaa disadari akan susah hidupnya karena ia tidak
mampu mengikuti perkembangan zaman yang terus berkembang dan semakin pesat.
III.
DAFTAR PUSTAKA
Badan Litbang Agama dan Diklat Keagamaan Departemen Agama
RI.2003, Memelihara Tradisi, Merayakan
Inovasi, 25 Tahun Puslitbang Pendidikan Agama dan Keagamaan, Penyunting
Maudjahid AK dan Achmad Syahid, Jakarta.
Gunawan, Ary H.2010.Sosiologi
Pendidikan. Jakarta:
Rineka Cipta.
John J.Mahionis & Linda M. Gerber. 2002. Sociology, Updated Fourth Canadian
Edition, Prentice Hall, USA
Nasution,S. 1995. Sosiologi Pendidikan. Jakarta:
Bumi Aksara.
Sastrawijaya, A. Tresna.1991, Pengembangan Program Pengajaran. Jakarta : Rineka Cipta.
Undang-undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003
tentang Sistem Pendidikan Nasional, Bab II, Pasal 3.
[1] Undang-undang Republik Indonesia Nomor 20
Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Bab II, Pasal 3.
[3]
S. Nasution, Sosiologi Pendidikan, (Jakarta: Bumi Aksara, 1995) hal. 60
[4] John J.Mahionis & Linda M. Gerber, Sociology, Updated Fourth Canadian
Edition, Prentice Hall, USA, 2002, p.87-94
[5] Badan Litbang Agama dan Diklat Keagamaan
Departemen Agama RI, Memelihara Tradisi,
Merayakan Inovasi, 25 Tahun Puslitbang Pendidikan Agama dan Keagamaan,
Penyunting Maudjahid AK dan Achmad Syahid, Jakarta,2003, hal.57-58
[6] A. Tresna Sastrawijaya, Pengembangan Program Pengajaran. (Jakarta
: Rineka Cipta, 1991) hal.26
[7] S. Nasution, Sosiologi Pendidikan, op.cit., hal.148.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar