Kamis, 21 Juni 2018

laporan observasi


Nama          : Novita Sari
Nim            : 1730203149

PENDAHULUAN
A.    LATAR BELAKANG
Pendidikan merupakan upaya untuk membentuk manusia yang berilmu, bermoral dan berkarakter.Sekolah sebagai lembaga sosial yang diselenggarakan dan dimiliki oleh masyarakat, harus memenuhi kebutuhan masyarakatnya. Sekolah mempunyai kewajiban kewajiban secara dan moral untuk selalu memberikan penerangan kepada masyarakat dengan tujuan-tujuan, program-program, kebutuhan dan keadaannya, dan sebaliknya sekolah harus mengetahui dengan jelas apa kebutuhan, harapan dan tuntunan masyarakat. Makin majunya pengertian akan pentingnya pendidikan anak-anaknya, maka merupakan kebutuhan vital bagi sekolah dan masyarakat untuk menjalin kerjasama.
Sekolah merupakan lembaga sosial yang tidak dapat dipisahkan dari masyarakat lingkungannya, sebaliknya masyarakat pun tidak dapat dipisahkan dari sekolah. Dikatakan demikian , karena keduanya memiliki kepentingan, sekolah merupakan lembaga formal yang bertujuan untuk mendidik, melatih dan mebimbing generasi muda bagi peranannya di masa depan, sementara masyarakat merupakan pengguna jasa pendidikan itu.
Apapun alasannya yang membuat partisipasi masyarakat dalam pendidikan disekolah belum banyak, perlu diteliti dikaji oleh sekolah dijadikan bahan untuk mengembangkan hubungan sekolah dengan masyarakat. Berdasarkan uraian pada latar belakang yang ditelah dikemukakan, maka saya tertarik untuk melakukan penelitian tentang “PENDIDIKAN DAN MASYARAKAT”.

B.     RUMUSAN MASALAH
1.      Apakah hubungan antara pendidikan dan masyarakat di SMP Negeri 1 tanjung lubuk?
2.      Bagaimanakah prinsip hubungan pendidikan dan masyarakat di SMP Negeri 1 tanjung lubuk?

C.    TUJUAN
1.      Untuk mengetahui hubungan antara pendidikan dan masyarakat di SMP Negeri 1 tanjung lubuk
2.      Untuk mengetahui prinsip hubungan pendidikan dan masyarakat di SMP Negeri 1tanjung lubuk

D.    KAJIAN TEORITIS
1.      Pendidikan dan sumber daya manusia
Menurut H.A.R Tilaar, “ pendidikan merupakan suatu proses yang berkesinambungan, proses tersebut berimplikasikan bahwa didalam peserta didik terdapat kemampuan-kemampuan yang imanen sebagai makhluk yang hidup di dalam suatu masyarakat[1].
Antara pendidikan dan perkembangan masyarakat tidak dapat dipisahkan satu sama lain. Kemajuan suatu masyarakat dan suatu bangsa angat ditentukan pembangunan sektor pendidikan dalam penyiapan Sumber Daya Manusia (SDM) yang sesuai dengan perkembangan zaman Sumber Daya Manusia bangsa indonesia ke depan tidak terlepas dari fungsi pendidikan nasional. Dalam pasal 3 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional dikatakan :
Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.
Tujuan pendidikan menurut A. Tresna Sastrawijaya adalah mencakup kesiapan jabatan, keterampilan mmecahkan masalah, penggunaan waktu senggang secara membangun, dan sebagainya karena tiap siswa/anak mempunyai harapan yang berbeda.
S. Nasution mengakatan bahwa pada dasarnya setiap sekolah mendidik anak agar menjadi anggota masyarakat yang berguna. Namun pendidikan di sekolah sering kurang relevan dengan kehidupan masyarakat. Kurikulum kebanyakan berpusat pada bidang studi yang tersusun secara logis dan sistematis yang tidak nyata hubungannya dengan kehidupan sehari-hari anak didik.
Ferdinand Tonnies dalam J. Dwi Narwoko Dan Bagong Suyanto mengungkapkan masyarakat terbagi atas dua tipe yaitu : pertama hubungan primer merupakan bentuk kehidupan bersama. Antara anggotanya mempunyai hubungan batin murni yang sifatnya alamiah dan kekal. Dasar hubungannya adalah rasa cinta dan persatuan batin yang nyata dan organis. Kedua hubungan sekunder merupakan bentuk kehidupan bersama yang anggotanya mempunyai hubungan sifat pamrih dan dalam jangka waktu yang pendek, bersifat mekanis.
Disamping itu, masyarakat mempunyai perbedaan lain, seperti masyarakat pada kota industri berbeda dengan daerah pertambangan atau kampung nelayan, kota universitas berbeda dengan kampung pertanian. Pada setiap masyarakat mempunyai suatu sistem nilai sendiri yang coraknya berbeda dengan masyarakat lain. Dalam sistem nilai itu senantiasa terjalin nilai-nilai kebudayaan nasional dengan nilai-nilai lokal yang unik. Nilai-nilai itu terdapat jenjang prioritas, ada milai yang dianggap lebih tinggi daripada yang lain, dan dapat berbeda menurut pendirian individual. Kedua tipe masyarakat diatas mempunyai persamaan , yakni mereka semua adalah anggota suatu bangsa yang mempunyai kebudayaan nasional yang sama baik dari segi falsafah, bahasa, sejarah, dan budaya. Meskipun ada beberapa daerah mempunyai ciri khas. Tiap sekolah, seorang guru harus mengenal lingkungan sosial tempat mereka berada agar dapat memahami latar belakang kultural anak didik.
Dikatakan bahwa hubungan pendidikan disekolah dan masyarakat masih sangat minim dan rendah karena pendidikan disekolah dipandang terutama sebagai persiapan untuk kelanjutan pelajaran. Kurikulum sekolah bersifat akademis dan dapat dijalankan berdasarkan buku pelajaran tanpa menggunakan sumber-sumber masyarakat[2].

2.      Sekolah dan masyarakat
Sekolah dan masyarakat merupakan satu kesatuan yang tak dapat dipisahkan dimana sekolah sebagai pusat pendidikan formal dan merupakan suatu lembaga sosial yang lahir dan berkembang dari pemikiran dan efisiensi dalam pemberian pendidikan kepada warga masyarakat. Sekolah juga merupakan fartner dalam memberikan pendidikan kepada masyarakat. Dengan demikian pendidikan dapat diartikan sebagai sosialisasi, seperti bayi yang harus menyesuaikan diri di saat minum asi, kemudian anak menyesuaikan diri dengan program-program belajar disekolah, menyesuaikan diri dengan norma serta nilai-nilai dalam masyarakat[3].
Pendidikan memegang peranan penting dalam membentuk dan menciptakan masyarakat sesuai dengan yang diharapkan. Dengan adanya pendidikan, apa yang dicita-citakan masyarakat dapat diwujudkan melalui anak didik sebagai generasi masa depan..
Dikatakan E. Mulyasa bahwa salah satu faktor yang menyebabkan kesenjangan antara masyarakat sekolah dan masyarakat adalah minimnya informasi yang bertalian dengan pendidikan disekolah dan kurang kuatnya hubungan antara masyarakat dengan pemerintah. Untuk memperoleh dukungan yang lebih luas dari masyarakat perlu dilakukan upaya sosialisasi yang bertujuan memperkenalkan beragam hal tentang implementasi kurikulum dan kondisi objektifnya.
                Ditinjau dari hubungan sekolah dengan masyarakat, disaming sekolah merupakan partner masyarakat, sekolah juga merupakan produsen yang melayani pesanan pendidikan dari masyarakat sekelilingnya. Sebagai produsen kebutuhan pendidikan masyarakat, sekolah dan masyarakat memiliki ikatan hubungan rasional diantara keduanya yaitu adanya kesesuaian antara fungsi pendidikan yang diperankan oleh sekolah dengan apa yang dibutuhkan oleh masyarakat ( orang tua, pemerintah, lembaga-lembaga sosial, dan sebagainya ) dengan semua tujuan pendidikan. Pendidikan dapat dimaknai sebagai proses mengajar dan belajar pola-pola kelakuan manusia menurut apa yang diharapkan oleh masyarakat[4].
            Pendidikan memegang peranan penting dalam membentuk dan menciptakan masyarakat sesuai dengan yang diharapkan. Dengan adanya pendidikan, apa yang dicita-citakan masyarakat dapat diwujudkan melalui anak didik sebagai generasi masa depan. Salah satu peranan pendidikan dalam masyarakat adalah dalam fungsi sosial, yakni sekolah merupakan salah satu sarana pendidikan yang diharapkan masyarakat. Sekolah dalam menanamkan nilai-nilai dan totalitas terhadap tatanan tradisional masyarakat berfungsi sebagai lembaga pelayanan sekolah untuk melakukan mekanisme kontrol sosial (social kontrol).
            Sekolah mengajarkan bagaimana menjadi seorang yang akan memangku jabatan tertentu, patuh terhadap pimpinan, rasa tanggung jawab akan tugas, disiplin mengerjakan tugas sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan. Sekolah juga mendidik agar seorang dapat menghargai harkat martabat manusia, memperlakukan manusia sebagai manusia, dengan memperhatikan segala bakat yang dimilikinya demi keberhasilan dalam tugasnya[5].

E.     METODOLOGI
1.      Jenis penelitian
Jenis penelitian yang saya gunakan adalah jenis metodologi kualitatif adalah suatu prosedur penelitian yang menghasilkan data deskristif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang dapat diamati. Penelitian kualitatif ini penelitian yang dimaksudkan untuk memahami fenomena tentang apa yang dialami oleh subjek penelitian.
2.      Tempat dan waktu
Penelitian yang saya lakukan pada lembaga pendidikan yaitu, tempatnya di SMP Negeri 1 tanjung lubuk.
3.      Data dan sumber data
Jenis data dalam penelitian ini meliputi data primer dan data sekunder, namun penelitian ini menitikberatkan pada data primer yaitu data yang diperoleh langsung dari lapangan yakni tempat penelitian ini dilakukan. Sedangkan data sekunder bersifat penunjang yang diperoleh, literatur, serta dokumen-dokumen yang berhubungan dengan fokus penelitian.
4.      Teknik pengumpulan data
Mengingat, penelitian ini memusatkan perhatian pada data primer, maka data diperoleh dari lapangan atau obyek penelitian yang ditempuh melalui teknik:
a.       Observasi, yakni kami melakukan pengamatan langsung terhadap gejala-gejala yang diteliti secara langsung.
b.      Wawancara, yakni bertujuan memperoleh data dan informasi yang benar secara lisan dari sumber yang telah ditetapkan. Wawancara yang dimaksud ialah wawancara terpimpin yang dilakukan langsung pada obyek yang diteliti.





















PEMBAHASAN
F.     HASIL WAWANCARA
Berdasarkan hasil wawancara yang kami lakukan hubungan sekolah dan masyarakat di SMP Negeri 1 Tanjung Lubuk dapat dikatak cukup baik, hal ini terlihat adanya beberapa program yang dibentuk untuk menjalin hubungan ini. Tapi meskipun begitu masih ada sedikit kendala dalam hubungan yang terjalin antara sekolah dengan masyarakat. Hal ini disebabkan adanya anggapan bahwa peningkatan mutu sekolah dan peningkatan proses pembelajaran cukup dilakukan oleh pihak sekolah atau pihak pemerintah secara sepihak. Sedangkan pihak masyarakat dan orang tua murid cukup dimintakan bantuannyadalam bantuk keuangan saja, atau seolah-olah sekolah yang bertanggung jawab dalam peningkatan mutu. Sedangkan orang tua (masyarakat) tidak perlu terlibat dalam upaya peningkatan mutu di sekolah. Keterlibatan orang tua/masyarakat sering diinterprestasikan atau dipersepsi sebagai bentuk hubungan yang terlalu jauh memasuki kawasan otonomi sekolah. Keadaan ini juga turut berpengaruh terhadap terciptanya hubungan yang akrab antar sekolah dengan pihak oarng tua/masyarakat maupun pihak sekolah. Hal ini akan menjadi kartu kendali bagi sekolah untuk bersikap, berprilaku dan bertindak diluar aturan sekolah yang ada. Kendali/kontrol yang dilakukan bersama antara sekolah dan masyarakat secara terpadu akan akan memeberikan ruang sempit bagi siswa, maupun warga sekolah lainnya yang akan bertindak atau tidak sesuai dengan norma dan nilai yang berlaku dilingkungan sekolah dan lingkungan masyarakat sehingga akan tercipta suatu kondisi yang harmonis di lingkungan-lingkungan tersebut.














KESIMPULAN
Dapat disimpulkan bahwapendidikan merupakan suatu proses yang berkesinambungan, proses tersebut berimplikasikan bahwa didalam peserta didik terdapat kemampuan-kemampuan yang imanen sebagai makhluk yang hidup di dalam suatu masyarakat. Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa.
Pendidikan memegang peranan penting dalam membentuk dan menciptakan masyarakat sesuai dengan yang diharapkan. Dengan adanya pendidikan, apa yang dicita-citakan masyarakat dapat diwujudkan melalui anak didik sebagai generasi masa depan.
Pendidikan memegang peranan penting dalam membentuk dan menciptakan masyarakat sesuai dengan yang diharapkan. Dengan adanya pendidikan, apa yang dicita-citakan masyarakat dapat diwujudkan melalui anak didik sebagai generasi masa depan.





















DAFTAR PUSTAKA
Abdullah Prof. Dr. H. Idi, M. Ed. 2011. Sosiologi Pendidikan,  Jakarta : PT . Raja Grafindo Persada.
Abu Ahmadi, Sosiologi Pendidikan,1999  Jakarta : PT. Cipta .
Gunawan Ary H. 2000. Sosiologi Pendidikan Jakarta : Rineka Cipta.
J. Dwi. Narwoko Dan Bagong Suyanto,2007, Sosiologi Teks Pengantar Dan Terapan,  Jakarta : Kencana Prenada.
Tilaar H.A.R. 1999. Pendidikan, Kebudayaan Dan Masyaraka, Bandung : PT. Remaja Rosdakarya.



[1]H.A.R Tilaar, Pendidikan, Kebudayaan Dan Masyarakat , ( Bandung : Pt Remaja Rosdakarya, 1999), Hlm. 28
[2] Prof.Dr.H.Abdullah Idi,M.Ed. Sosiologi Pendidikan, ( Jakarta : PT . Raja Grafindo Persada, 2011 ), hlm. 60-63
[3] Ary H. Gunawan, Sosiologi Pendidikan (Jakarta : Rineka Cipta, 2000), Hlm. 54
[4]Abu Ahmadi, Sosiologi Pendidikan, ( Jakarta : Pt. Rineka Cipta 1999 ), Hlm 182
[5] J. Dwi. Narwoko Dan Bagong Suyanto, Sosiologi Teks Pengantar Dan Terapan,  (Jakarta : Kencana Prenada, 2007 ), Hlm 77

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

SEKOLAH SEBAGAI ORGANISASI LAPORAN PENELITIAN “ SEKOLAH SEBAGAI ORGANISASI” Oleh : YOLI AMRIL SYAFIRA (1730203181) PENDAHULUAN...