Kamis, 21 Juni 2018

hasil penelitian kebersihan lingkungan UIN Raden

Hasil Penelitian Kebersihan Lingkungan UIN Raden Fatah Palembang
Ratu Dyah Permata Bunda (1730203159)
I.PENDAHULUAN
A.Latar Belakang
Kebersihan pangkal kesehatan. Kata-kata ini sudah tidak asing lagi bagi kita. Di suatu lingkungan sekolah seringkali sebuah sekolah mengalami permasalah tentang kebersihan. Hal ini disebabkan oleh para mahasiswa/i yang membuang sampah sembarangan. Motivasi penulis mengangkat tema ini karena sangat kurang sekali kesadaran mahasiswa/i untuk membuang sampah pada tempat sampah atau tong sampah yang telah disediakan.
            Walaupun sudah tiap hari diingatkan atau dinasehati namun sampah tetap saja berserakan di halaman maupun di dalam kelas.Seringkali kita mendengar slogan-slogan di berbagai tempat terutama di sekolah, yang isinya mengajak kita untuk menjaga kebersihan lingkungan. Akan tetapi slogan tadi tidak kita pedulikan, slogan tadi fungsinya hanya seperti hiasan belaka tanpa ada isinya, padahal isi dari sebuah slogan sangat penting bagi kita. Banyak slogan yang mengajak kita untuk menjaga kebersihan, tapi apa kenyataannya? Mahasiswa/i masih membuang sampah sembarangan, selain ini mahasiswa/i juga merobek-robek kertas dalam kelas dan bila memakan jajan di tempat A bungkusnya dibuangnya juga di tempat A, padahal di tempat-tempat tersebut telah disediakan tempat sampah.
            Tentu kita tidak mau sekolah kita menjadi kotor, kumuh dan penuh dengan sampah. Disamping itu sampah yang kita buang sembarangan tadi juga dapat mencemari lingkungan, baik di dalam kelas maupun di luar kelas dan juga dapat menyebabkan suasana belajar kita tidak nyaman. Oleh karena itulah saya selaku penulis tertarik untuk melakukan penelitian terhadap kebersihan lingkungan sekolah untuk membantu untuk lebih paham akan arti kebersihan lingkungan, terutama lingkungan disekitar sekolah/kampus.

 B.Rumusan masalah
1. Bagaimana cara penanggulangan sampah jajanan dalam lingkungan sekolah/kampus?
2. Arti mengenai kebersihan dalam lingkungan sekolah/kampus?
3. Manfaat kebersihan sekolah terhadap proses belajar mengajar?
C.Tujuan penelitian
Tujuan penelitian ini adalah:
1. untuk membangkitkan kesadaran para mahasiswa/i untuk menjaga kebersihan lingkungan sekolah/kampus.
2. untuk memberikan pengarahan bahwa kebersihan lingkungan itu sangat penting bagi proses belajar mengajar.
3. untuk mengetahui bagaimana proses pelaksanaan kebersihan dilingkungan sekolah/kampus
4. untuk mengetahui kondisi kebersihan lingkungan UIN Raden Fatah Palembang.
5. untuk mengetahui peran serta mahasiswa/i dalam menjaga kebersihan di lingkungan sekolah.
6. untuk mengetahui pengaruh kondisi kebersihan lingkungan sekolah terhadap mahasiswa/i .
D.Manfaat penelitian
1. Penelitian ini dapat membuka wawasan penulis tentang kondisi kebersihan lingkungan UIN Raden Fatah Palembang dan pengaruhnya bagi mahasiswa/i serta membuka wawasan pembaca tentang lingkungkungan yang baik untuk meningkatkan prestasi belajar mahasiswa/i
2. Menambah pengetahuan bagi peneliti dan pembaca serta memperkenalkan manfaat kebersihan lingkungan.
3. Hasil penelitian ini diharapkan menjadi sumbangan bagi kalangan pelajar khususnya kalangan mahasiswa/i mengenai latar belakang kebersihan sekolah.
4. Sebagai bahan referensi bagi para peneliti lain yang tertarik melakukan penelitian yang berkaitan dengan permasalahan yang diteliti dalam penelitian penulis lebih lanjut.
5. Sebagai penambah pengetahuan dan keterampilan peneliti dalam pembuatan karya tulis ilmiah berupa Skripsi.

 E.Kajian Teoritis
1. Pelaksanaan kebersihan disekolah
Kegiatan pembersihan harian
Kegitan ini dilakukan setiap hari kerja efektif pada waktu sebelum kegiatan pembelajaran di kelas di mulai, mulai jam 07.00 – 07.30 wib. Tujuannya untuk membersihkan ruang kelas dan halaman sekitar ruang kelas masing-masing, serta halaman sekitar kantor atau ruang lainnya yang berdekatan dengan kelas.
2. Permasalahan dalam membersihkan lingkungan kampus
Beberapa kesulitan yang dialami dalam membersihkan lingkungan kampus adalah sebagai berikut:
1. setiap keluar istirahat sampah jajanan mulai banyak berserakan.
2. kurangnya kesadaran para mahasiswa/i dalam membersihkan lingkungan kampus.
3. kurangnya fasilitas untuk membersihkan lingkungan sekolah terutama dalam membersihkan kamar mandi.
3. Pengaruh Kebersihan Terhadap Proses Belajar Mengajar
Lingkungan belajar yang efektif adalah sebuah lingkungan belajar yang produktiv, dimana sebuah lingkungan belajar yang didesain atau dibangun untuk membantu pelajar meningkatkan produktifitas belajar mereka sehingga proses belajar mengajar tercapai sesuai dengan apa yang diharapkan. Hal ini dapat digambarkan dengan, kemudahan para pelajar dalam berfikir, berkreasi juga mampu secara aktif dikarenakan lingkungan belajar yang bersih sangat mendukung sehingga timbul ketertiban dan kenyamanan pada saat proses belajar mengajar berlangsung. Berbeda halnya dengan pelajar yang memiliki sebuah lingkungan belajar yang kotor, tentunya akan menimbulkan kesan malas dan membosankan sehingga tidak timbul rasa semangat pada proses belajar mengajar dikarenakan lingkungan yang kotor dan tidak konduktif dan efektif.
4. Arti kebersihan lingkungan
kebersihan adalah upaya manusia untuk memelihara diri dan lingkungan dari segala yang kotor dan keji dalam rangka mewujudkan dan melestarikan kehidupan yang sehat dan nyaman. Kebersihan merupakan syarat bagi terwujudnya kesehatan dan sehat adalah salah satu faktor yang dapat memberikan kebahagiaan. Sebaliknya, kotor tidak hanya merusak keindahan tetapi, juga menyebabkan timbulnya berbagai penyakit.
kebersihan adalah keadaan bebas dari kotoran, termasuk diantaranya debu, sampah, dan bau.
Kebersihan adalah salah satu tanda dari keadaan higienis yang baik.
Kebersihan lingkungan adalah kebersihan tempat tinggal, tempat kerja, dan berbagai sarana umum.
F.Metodelogi
1. Pendekatan
pada teknik ini penulis terjun langsung meneliti Kelapangan untuk mengetahui bagaimana kebersihan lingkungan pada kampus UIN Raden Fatah Palembang.
2 . Teknik wawancara
tujuan pada teknik wawancara ini adalah agar di peroleh gambaran yang lebih mengenai kasus yang di bawah.responden meliputi para Mahasiswa dan Masyarakat sekitar. Dan sebagi sumber informasi tentang studi kasus dalam masalah kebersihan kampus di UIN Raden Fatah Palembang.
3. Teknik pengumpulan data
Simple random sampling yaitu pengambilan sample dari populasi yang dilakukan secara acak tanpa memperhatikan strata dalam populasi tersebut. juga dengan memberikan beberapa angket kepada naarsumber untuk diisi sesuai dengan jawaban dan pikiran masing-masing narasumber.
4. Teknik analisis data
Cara penulis dalam menganalisis data yang kami dapat yaitu dengan pertama-tama memastikan bahwa semua data dan landasan teori yang diperlukan telah diperoleh dengan baik. Lalu penulis mulai menghitung jumlah data, setelah itu penulis mengklasifikasikan jawaban-jawaban dari tiap pertanyaan pada angket berdasarkan jumlah responden yang memilih. . Langkah berikutnya, sesuai dengan jenis penelitian, penulis menghubungkan data-data yang satu dengan yang lain dan juga dengan landasan teori yang ada. Langkah terakhir, penulis menuangkannya dalam karya tulis ini.


II.PEMBAHASAN
G. Hasil Penelitian
Pada Rabu,13 juni 2018, saya kekampus UIN Raden Fatah Palembang sekitar pukul 09.30 WIB. Saya bertanya dengan mahasiswa/I yang ada di kampus.
Berikut pertanyaan pertanyaan yang diberikan kepada subjek penelitian:
1.  Menurut kamu apa yang dimaksud dengan kebersihan.
2.  Apakah sekolah kita sudah bersih?
3.  Apa yang perlu diperbaiki dari kebersihan sekolah kita?
4.  Apa harus ada peraturan atau kebijakan baru untuk kebersihan sekolah kita?
5.  Apa yang anda lakukan untuk menunjang kebersihan sekolah kita?
            Berikut jawaban dari beberapa subjek penelitian:
A. Andre
“Kebersihan adalah sebagian dari iman, kebersihan adalah kesehatan. menurut saya sekolah kita belum bersih dari sampah dan yang perlu diperbaiki adalah sampah-sampah yang berserakan dimana-mana sebaiknya dibuang pada tempatnya. kebijakan yang harus diberi kepada orang yang melanggar peraturan atau yang membuang sampah sembarangan yaitu dengan memberikan sanksi-sanksi yang setimbang.”
berikut beberapa tindakan yang harus dilakukan untuk menunjang kebersihan sekolah:
a) membuang sampah pada tempatnya.
b) selalu menjaga kebersihan lingkungan.
B. Siska
“kebersihan merupakan awal dari kehidupan sehat, sebab jika lingkungan bersih pasti orang-orang yang didalamnya hidup sehat. Menurut saya sekolah ini kurang bersih, karena masih banyak sampah-sampah disekitar pekarangan sekolah yang masih berserakan. yang perlu diperbaiki yaitu penambahan tong sampah atau tempat sampah agar kampus ini bisa semakin bersih dan saya juga berusaha untuk membuang sampah pada tempatya serta melakukan kegiatan piket.”
C. Reza
“kebersihan merupakan sebagian dari iman juga mencerminkan kepribadian yang bersih dan jiwa yang bersih. Dan menurut saya, kebersihan itu sangat perlu dijaga dimanapun kita berada. sekolah kita memang sudah bersih, namun belum begitu maksimal kebersihannya. yang perlu diperbaiki dari kebersihan sekolah kita adalah banyaknya sampah yang masih berserakan. selain itu, fasilitas kamar mandi yang tidak maksimal dan ruangan-ruangan seperti perpustakaan . oleh karena adanya peraturan mungkin dapat membuat mahasiswa/i semakin disiplin dan teratur dalam proses kebersihan kampus. Yang saya lakukan secara pribadi yaitu harus memiliki kesadaran sendiri dalam proses kebersihan sekolah, karena kalau bukan kita yang peduli terhadap lingkungan sekolah siapa lagi.”
D. Media selfiana
“kebersihan adalah sebuah ungkapan yang menyatakan suatu kegiatan dalam menata dengan rapi dan bersih yang membuat sekiktarnya terlihat indah dan terasa nyaman. sekolah kita ini belum bersih. yang perlu diperbaiki yaitu menjaga lingkungan dengan cara membersihkannya setiap hari. kebijakan baru tentang kebersihan harus diterapkan dalam sekolah kita. misalnya membuang sampah pada tempatnya, mencabut rumput liar, dll”
E. Nur asanah ( XI IPA III )
“kebersihan itu sebagian dari iman. sekolah ini belum bersih. yang perlu diperbaiki dari sekolah ini adalah kebersihan kamar mandi. peraturan atau kebijakan memang harus ada. yang harus dilakukan untuk menunjang kebersihan sekolah kita adalah dengan mengajak teman-teman untuk bergotong-royong.”
f. Emelda thesalonika ( XI IPA III )
“kebersihan adalah sebagian dari iman. sekolah kita belum bersih dan harus ada kebijakan baru tentang kebersihan sekolah ini. yang harus dilakukan untuk menunjang kebersihan sekolah kita ini adalah dengan membuang sampah pada tempatnya.”



H.Kesimpulan

Kondisi kebersihan UIN Raden Fatah Palembang masih tergolong belum sepenuhnya bersih , karena masih ditemukan sampah-sampah di dalam kelas.
Kebanyakan mahasiswa/i masih berlaku acuh-tak acuh terhadap kebersihan lingkungan kampus. Hal ini bisa dilihat dari coretan-coretan di bangku , dan dinding-dinding kampus.
Masih kurangnya tingkat kesadaran akan pentingnya kebersihan di kalangan mahasiswa/I UIN Raden Fatah Palembang.

III. DAFTAR PUSTAKA
Nasution, S. 2009. Sosiologi Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara.
Ahmadi, Abu. 1991. Sosiologi Pendidikan. Jakarta: Renikacipta.
Maunah, Binti. 2016. Sosiologi Pendidikan. Yogyakarta: Kalimedia.
Gunawan, Ary H.2010.Sosiologi Pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta.
Sastrawijaya, A. Tresna.1991, Pengembangan Program Pengajaran. Jakarta : Rineka Cipta.


[1] S. Nasution, Sosiologi Pendidikan, (Jakarta: Bumi Aksara, 2009), hlm.126
 Binti Maunah, Sosiologi Pendidikan, (Yogyakarta: Kalimedia, 2016), hlm.129.
 Abu Ahmadi, Sosiologi Pendidikan, (Jakarta: Renikacipta, 1991), hlm.162
Ary H Gunawan, Sosiologi Pendidikan, (Jakarta: Rineka Cipta, 2010), hal. 54.
A. Tresna Sastrawijaya, Pengembangan Program Pengajaran. (Jakarta : Rineka Cipta, 1991) hal.26

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

SEKOLAH SEBAGAI ORGANISASI LAPORAN PENELITIAN “ SEKOLAH SEBAGAI ORGANISASI” Oleh : YOLI AMRIL SYAFIRA (1730203181) PENDAHULUAN...