Rabu, 20 Juni 2018
Laporan Observasi
Hasil Observasi Pendidikan dan Masyarakat
Di Kota Pagar Alam
Sindy Prasasti 1730203166
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Saya melakukan observasi atau survei ke masyarakat kota pagar alam, karena saya ingin mengetahui tentang pendidikan yang berkembang dikalangan masyarakat Besemah ini, tidak hanya itu saya juga ingn mengetahui kehidupan yang ada di dalam kota yang masih penuh diselimuti dengan alam ini. Dan hal ini membuat saya semakin yakin untuk survei tentang pendidikan dan masyarakat disini.
Kota Pagar Alam adalah kota yang dikenal dengan kata BESEMAH, hal ini terbukti karena adanya asal usul dari kakek/nenek moyang kami yakni Ratu Atung Bungsu, yang merupakan bangsawan dari Majapahit sebutan Ratu itu bukan berarti perempuan Ratu itu sebutan lain dari Raja[1]. Kata Besemah berasal dari nama Ikan semah, nama ikan ini memang kurang familiar dikalangan masyarakat sumsel. Karena, jenis ikan mas ini hanya bisa hidup di air yang jernih penuh dengan bebatuan dan lumut serta diteduhi dengan pohon. Nama ikan inilah yang menjadi nama etnis Besemah muncul. Ditambah awalah “be: yang berarti “ada”, berarti menunjukan kawasan besemah banyak ikan semahnya. Menariknya wilayah besemah ini diyakini para jurai tue merupakan kerajaan yang muncul setelah berakhirnya kerajaan majapahit seitar abad ke-6 masehi. Kerajaan yang bernama Jagat Besemah.
Jadi Kota Pagar Alam ini merupakan kota yang merupakan bagia dari suatu kerajaan. Dan dengan ini saya akan memulai observasi dikota ini yang merupakan kota sepeninggalan kakek/nenek moyang pada zaman dahulu.
B. Rumusan Masalah
1. Apakah yang dimaksud dengan pendidikan dan Masyarakat ?
2. Bagaimana pendidikan sebagai daya pengubah dalam masyarakat ?
3. Menjelaskan Peran dan Fungsi pendidikan pada masyarakat ?
C. Tujuan Penelitian
1. Mengetahui apa itu pendidikan dan Masyarakat
2. Menegtahui peran mendidikan sebagai peubah dalam masyarakat
3. Memahami Peran dan fungsi pendidikan pada masyarakat.
PEMBAHASAN
A. Kajian Teoritis
1. Pengertian Pendidikan dan Masyarakat
Pendidikan adalah proses pengubahan sikap dan tata laku seorang atau kelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan, proses dan cara mendidik. Program pendidikan didasarkan padda tujuan umum pengajaran yang diturunkan dari tiga sumber: Masyarakat, siswa dan bidang studi. [2] Tujuan pendidikan adalah mencangkup kesiapan jabatan, keterampilan, memecahkan masalah, penggunaan waktu senggang secara membangun, dan sebagainya karena tiap siswa/anak mempunyai harapan yang berbeda. Tujuan pendidikan secara umum addalah kemampuan luas yang membantu siswa untuk berpartisipasi dalam masyarakat. Masyarakat banyak menilai bahwa faktor pendidikan dalam masyarakat itu sangat penting dalam perkembangan manusia mengacu tentang istilah-istilah baku tentang konsep manusia.[3]
Masyarakat adalah sekumpulan orang yang menempati suatu wilayah dan bertempat tinggal disana yang memiliki sejumlah budaya. Ferdinand Tonnies dalam J Bagong suyanto (2007) Mengungkapkan bahwa masyarakat itu terbagi menjadi 3 tipe yaitu: 1). Ganeibschaft (hubungan primer), merupakan bentuk kehidupan bersama antara anggotanya mempunyai hubungan batinmurni yang sifatnya alamiah dan kekal. 2). Gessellschaft (hubungan skunder) merupakan bentuk kehidupan bersama yang anggotanya mempunyai hubungan sifat pamrih dan dalam jangka waktu yang pendek, bersifat mekanis.[4]
2. Pendidikan sebagai daya peubah
Kecepatan perubahan sosial dalam berbagi masyarakat berbeda-beda. Perubahan dalam masyarakat berjalan lambat, akan tetapi dengan adanya sistem komunikasi dan transportasi daerah maka bisa juga disebuat daerah tersebut sudah modern dan membantu perkembangan pada era massyarakat akan lebih cepat. Ada aspek-aspek kebudyaan seperti adat istiadat yang disampaikan secara turun temurun dalam bentuk aslinya, akan tetapi banyak juga terdapat perubahan terutama dalam masyarakat modern seperti sekarang ini. Disamping itu terdapat perubahan kecepatan dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat. Perubahan mengenai benda-benda seperti alat-alat, pakaian, mobil,radio, tv dan sebagainya sangat cepat orang senantiasa mencari barang yang paling modern dan paling baru.
Adapun pendidik yang menaruh kepercayaan yang besar sekali akan kekuasaanpendidikan dalam membentuk masyarakat baru, karena itu setiap anak diharapkan memasuki sekolah dan membuat ideide baru tentang masyarakat yang lebih indah dari yang sudah-sudah. Sekolah dapat merekomendasi dan mengubah dan membentuk masyarakat yang lebih maju dan modern sehingga dapat mengenal pendidikan yang lebih baru dalam suatu sekolah tertentu. Sekolah adalah lembaga pendidikan formal karena diadakan disekolah/tempat tertentu, teratur, sistematis, dan mempunyai jenjang dan dalam kurun waktu tertentu serta berlangsung dari mulai taman kanak-kanak sampai perguruan tinggi.[5]
3. Peran dan fungsi pendidikan dalam masyarakat
Sebagian besar masyarakat modern memandang lembaga-lembaga pendidikan sebagai peranan kunci dalam mencapai tujuan sosial pemerintah bersama orang tua telah menyediakan anggaran pendidikan yang diperlukan secara besar-besaran untuk kemajuan sosial dan pembangunnan bangsa, untuk mempertahankan nilai-nilai tradisional yang berupa nilai-nilai luhur yang harus dilestarikan seperti rasa hormat kepada orang tua, kepada pemimpin kewajiban untuk mematuhi hukum-hukum dan norma-norma yang berlaku, jiwa patriotisme dan sebagainya. Ditinjau dari segi pendidikan masyarakat bisa juga disebut dengan sekumpulan orang banyak dengan berbagai ragam dan kualitas dari mulai yang tidak berpendidikan sampai kepada orang yang berpendidikan tinggi.[6]
Masyarakat sangat luas dan dapat meliputi seluruh umat manusia. Masyarakat terdiri atas berbagai kelompok, yang besar maupun kecil bergantung pada beberapa jumlah anggotanya, Nasution membedakan antara kelompok primer dan skunder.[7] Pendidikan juga berharap pada masyarakat untuk meningkatkan rasa taqwa kepada Tuhan yang Maha esa, meningkatkan kemajuan-kemajuan dan pembangunan politik, ekonomi, sosial, budaya dan pertahanan keamanan. Pendek kata pendidikan dapat diharapkan untuk mengembangkan wawasan anak terhadap ideologi, politik, ekonomi, sosial, budaya dan pertahanan keamanan secara tepat dan benar, sehingga membawa kemajuan pada individu masyarakat dan negawa untuk mencapai tujuan pembangunan nasional. Jeane H. Ballantine (1983) menyatakan bahwa fungsi pendidikan dalam masyarakat itu sebagai berikut:
a. Fungsi sosialisasi
b. Fungsi seleksi, latihan dan alokasi
c. Fungsi inovasi dan perubahan sosial
d. Fungsi pengembangan pribadi dan sosial.
B. Metodologi
a. Jenis Pendekatan Penelitian
Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian survei dan penelitian eksperimen. Penelitian survei adalah penelitian yang mengumpulkan informasi dengan banyak masyarakat dan untuk kepentingan pendidikan. Sedangkan penelitian eksperimen adalah metode penelitian yang sistematis, penelitian ini merupakan metode yang menggunakan model penelitian kuantitatif. Dalam menggunakan metode eksperimen peneliti harus melakukan syarat yakni: Kegiatan Mengontrol, dan kegitan Observasi.
Dari uraian diatas dapat kita simpulkan bahwa metode pendekatan penelitian yang digunakan adalah metode yang dapat mengumpulkan informasi-informasi yang dibutuhkan di kalangan masyarakat dan berguna dalam pendidikan. Dengan metode diatas kita masih dapat mengontrol segala sesuatu kegiatan yang sedang kita laksanakan.
b. Lokasi dan Waktu Observasi
1. Lokasi Observasi
Dalam observasi ini Lokasi nya bertempat di Jalan gunung Sidorejo Rt.010/Rw004 Kota Pagar Alam, Kec Pagar Alam Selatan.
2. Pelaksanaan Observasi
Pelaksanaan telah dilakukan pada:
Senin, 18 Juni 2018 pada pukul 10:00 s/d Selesai
Melakukan seangkaian wawancara kepada masyarakat sekitar dan para masyarakat yang berprofesi sebagai seorang Guru yang dapat membantu saya dalam hal pendidikan dikalangan masyarakat.
3. Subyek Observasi
Sumber Observasi berasal dari Masyarakat Jalan Gunung Kota Pagar Alam.
C. Metode Penelitian
1. Wawancara
Wawancara adalah percakapan antara dua orang atau lebih dan berlangsung antara narasumber dan pewawancara, guna untuk mendapatkan informasi yang akurat dan juga informasi yang diinginkan oleh pewawancara untuk suatu kegiatan tertentu.
2. Tekhnik pengumpulan data
Instrumen pengumpulan data yang didapat dari masyarakat sekitar baik data berbentuk primer maupun sekunder yang dapat menghasilkan informasi yang tepat. 3. Observasi
Observasi adalah suatu kegiatan yang dilaksanakan secara terencana, tersusun, terarah dan sistematis, guna untuk mengamati dan mencatat kegiatan-kegiatan tertentu dan mempunyai suatu tujuan yang telah ditetapkan.
HASIL PENELITIAN
A. Agama
Telah kita ketahui bahwa mayoritas bangsa indonesia ini menganut Agama Islam, Masyarakat Kota Pagar Alam mayoritas beragama Islam tetapi tidak semua ada juga yang menganut agama Kristen.
B. Pendapatan Penduduk
Setelah survei yang saya lakukan telah terlihat bahwa profesi masyarakat yang ada dikota pagar alam ini adalah petani, pedagang dan pegawai.pendapatan masyarakat disini cukup memadai. Tetapi profesi seorang petani hanya mendapatkan pendapatannya pada saat musim saja seperti Kopi, tetapi meskipun begitu tidak menutup kemungkinan penghasilan yang didapat kurang memadai.
Tetapi ada juga masyarakat disini yang minimnya pendidikan semasa dahulu karena keterbatasan ruang dan waktu, tidak hanya berhenti disitu meskipun kebanyakan orang tua yang minimnya pendidikan pada zaman dahulu mereka tetap mengerti akan etika, moral dan akhlak yang baik dan mengajarkan kepada anak-anaknya untuk menuntut ilmu setinggi-tingginya dan tetap menjaga etika, moral dan akhlak nya. Jadi dapat saya simpulkan meskipun masih ada masyarakat yang minim akan pendidikan tetapi mereka masih bisa mengerti yang mana yang baik dilakukan dan yang buruk sekalipun.
C. Kebudayaan
Kota Pagar Alam kota ini dikenal dengan alam yang sejuk dan segar, tanpa kita sadari kebudayaan yang ada dikota pagar alam ini masih sangat kental masyarakat disini dapat melestarikan kebudayaan dengan baik, berbagai macam kebudayaan yang ada membuat kota kecil ini semakin dikenal dikalangan masyarakat luar kota ini. Mereka mampu mempertahankan kebudayaan yang sudah ada sejak turun temurun kakek nenek moyang, kota pagar alam ada berbagai macam jenis kebudayaan yang ada, baik dari segi adat istiadat, keseniannya, masakannya dan tata laku serta tutur katanya yang sulit untuk diubah-ubah apalagi dihilangkan.
PENUTUP
A. Kesimpulan
Kesimpulan yang dapat diambil dari penelitian di Kota pagar alam ini adalah, Mayoritas masyarakat masih mempunyai tata cara dalam pendidikan dan menjaga kelestarian kebudayaan kakek nenek moyang Atung Bungsu. Kota yang disebut dengan kota Besemah ini adalah kota yang dipenuhi dengan alam dan memiliki adat istiadat dan kebudayaan yang kental. Meskipun begitu masyarakat disini sangat mementingkan pendidikan meskipun masih ada masyarakat yang minim akan pendidikan. Masyarakat Besemah mayoritas bekerja sebagai Petani, Pedagang dan Pegawai.
DAFTAR PUSTAKA
Abdullah Idi, M.Ed,Prof. Dr. H. 2016 Sosiologi Pendidikan, jakarta: PT RajaGrafindo Persada hlm. 61
Bastari Suan, AhmadLampik Mpat Mardike Duwe. (Pagar alam: Pemkot Pagar Alam,2008)
Laporan Observasi
Hasil Observasi Pendidikan dan Masyarakat
Di Kota Pagar Alam
Sindy Prasasti 1730203166
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Saya melakukan observasi atau survei ke masyarakat kota pagar alam, karena saya ingin mengetahui tentang pendidikan yang berkembang dikalangan masyarakat Besemah ini, tidak hanya itu saya juga ingn mengetahui kehidupan yang ada di dalam kota yang masih penuh diselimuti dengan alam ini. Dan hal ini membuat saya semakin yakin untuk survei tentang pendidikan dan masyarakat disini.
Kota Pagar Alam adalah kota yang dikenal dengan kata BESEMAH, hal ini terbukti karena adanya asal usul dari kakek/nenek moyang kami yakni Ratu Atung Bungsu, yang merupakan bangsawan dari Majapahit sebutan Ratu itu bukan berarti perempuan Ratu itu sebutan lain dari Raja[1]. Kata Besemah berasal dari nama Ikan semah, nama ikan ini memang kurang familiar dikalangan masyarakat sumsel. Karena, jenis ikan mas ini hanya bisa hidup di air yang jernih penuh dengan bebatuan dan lumut serta diteduhi dengan pohon. Nama ikan inilah yang menjadi nama etnis Besemah muncul. Ditambah awalah “be: yang berarti “ada”, berarti menunjukan kawasan besemah banyak ikan semahnya. Menariknya wilayah besemah ini diyakini para jurai tue merupakan kerajaan yang muncul setelah berakhirnya kerajaan majapahit seitar abad ke-6 masehi. Kerajaan yang bernama Jagat Besemah.
Jadi Kota Pagar Alam ini merupakan kota yang merupakan bagia dari suatu kerajaan. Dan dengan ini saya akan memulai observasi dikota ini yang merupakan kota sepeninggalan kakek/nenek moyang pada zaman dahulu.
B. Rumusan Masalah
1. Apakah yang dimaksud dengan pendidikan dan Masyarakat ?
2. Bagaimana pendidikan sebagai daya pengubah dalam masyarakat ?
3. Menjelaskan Peran dan Fungsi pendidikan pada masyarakat ?
C. Tujuan Penelitian
1. Mengetahui apa itu pendidikan dan Masyarakat
2. Menegtahui peran mendidikan sebagai peubah dalam masyarakat
3. Memahami Peran dan fungsi pendidikan pada masyarakat.
PEMBAHASAN
A. Kajian Teoritis
1. Pengertian Pendidikan dan Masyarakat
Pendidikan adalah proses pengubahan sikap dan tata laku seorang atau kelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan, proses dan cara mendidik. Program pendidikan didasarkan padda tujuan umum pengajaran yang diturunkan dari tiga sumber: Masyarakat, siswa dan bidang studi. [2] Tujuan pendidikan adalah mencangkup kesiapan jabatan, keterampilan, memecahkan masalah, penggunaan waktu senggang secara membangun, dan sebagainya karena tiap siswa/anak mempunyai harapan yang berbeda. Tujuan pendidikan secara umum addalah kemampuan luas yang membantu siswa untuk berpartisipasi dalam masyarakat. Masyarakat banyak menilai bahwa faktor pendidikan dalam masyarakat itu sangat penting dalam perkembangan manusia mengacu tentang istilah-istilah baku tentang konsep manusia.[3]
Masyarakat adalah sekumpulan orang yang menempati suatu wilayah dan bertempat tinggal disana yang memiliki sejumlah budaya. Ferdinand Tonnies dalam J Bagong suyanto (2007) Mengungkapkan bahwa masyarakat itu terbagi menjadi 3 tipe yaitu: 1). Ganeibschaft (hubungan primer), merupakan bentuk kehidupan bersama antara anggotanya mempunyai hubungan batinmurni yang sifatnya alamiah dan kekal. 2). Gessellschaft (hubungan skunder) merupakan bentuk kehidupan bersama yang anggotanya mempunyai hubungan sifat pamrih dan dalam jangka waktu yang pendek, bersifat mekanis.[4]
2. Pendidikan sebagai daya peubah
Kecepatan perubahan sosial dalam berbagi masyarakat berbeda-beda. Perubahan dalam masyarakat berjalan lambat, akan tetapi dengan adanya sistem komunikasi dan transportasi daerah maka bisa juga disebuat daerah tersebut sudah modern dan membantu perkembangan pada era massyarakat akan lebih cepat. Ada aspek-aspek kebudyaan seperti adat istiadat yang disampaikan secara turun temurun dalam bentuk aslinya, akan tetapi banyak juga terdapat perubahan terutama dalam masyarakat modern seperti sekarang ini. Disamping itu terdapat perubahan kecepatan dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat. Perubahan mengenai benda-benda seperti alat-alat, pakaian, mobil,radio, tv dan sebagainya sangat cepat orang senantiasa mencari barang yang paling modern dan paling baru.
Adapun pendidik yang menaruh kepercayaan yang besar sekali akan kekuasaanpendidikan dalam membentuk masyarakat baru, karena itu setiap anak diharapkan memasuki sekolah dan membuat ideide baru tentang masyarakat yang lebih indah dari yang sudah-sudah. Sekolah dapat merekomendasi dan mengubah dan membentuk masyarakat yang lebih maju dan modern sehingga dapat mengenal pendidikan yang lebih baru dalam suatu sekolah tertentu. Sekolah adalah lembaga pendidikan formal karena diadakan disekolah/tempat tertentu, teratur, sistematis, dan mempunyai jenjang dan dalam kurun waktu tertentu serta berlangsung dari mulai taman kanak-kanak sampai perguruan tinggi.[5]
3. Peran dan fungsi pendidikan dalam masyarakat
Sebagian besar masyarakat modern memandang lembaga-lembaga pendidikan sebagai peranan kunci dalam mencapai tujuan sosial pemerintah bersama orang tua telah menyediakan anggaran pendidikan yang diperlukan secara besar-besaran untuk kemajuan sosial dan pembangunnan bangsa, untuk mempertahankan nilai-nilai tradisional yang berupa nilai-nilai luhur yang harus dilestarikan seperti rasa hormat kepada orang tua, kepada pemimpin kewajiban untuk mematuhi hukum-hukum dan norma-norma yang berlaku, jiwa patriotisme dan sebagainya. Ditinjau dari segi pendidikan masyarakat bisa juga disebut dengan sekumpulan orang banyak dengan berbagai ragam dan kualitas dari mulai yang tidak berpendidikan sampai kepada orang yang berpendidikan tinggi.[6]
Masyarakat sangat luas dan dapat meliputi seluruh umat manusia. Masyarakat terdiri atas berbagai kelompok, yang besar maupun kecil bergantung pada beberapa jumlah anggotanya, Nasution membedakan antara kelompok primer dan skunder.[7] Pendidikan juga berharap pada masyarakat untuk meningkatkan rasa taqwa kepada Tuhan yang Maha esa, meningkatkan kemajuan-kemajuan dan pembangunan politik, ekonomi, sosial, budaya dan pertahanan keamanan. Pendek kata pendidikan dapat diharapkan untuk mengembangkan wawasan anak terhadap ideologi, politik, ekonomi, sosial, budaya dan pertahanan keamanan secara tepat dan benar, sehingga membawa kemajuan pada individu masyarakat dan negawa untuk mencapai tujuan pembangunan nasional. Jeane H. Ballantine (1983) menyatakan bahwa fungsi pendidikan dalam masyarakat itu sebagai berikut:
a. Fungsi sosialisasi
b. Fungsi seleksi, latihan dan alokasi
c. Fungsi inovasi dan perubahan sosial
d. Fungsi pengembangan pribadi dan sosial.
B. Metodologi
a. Jenis Pendekatan Penelitian
Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian survei dan penelitian eksperimen. Penelitian survei adalah penelitian yang mengumpulkan informasi dengan banyak masyarakat dan untuk kepentingan pendidikan. Sedangkan penelitian eksperimen adalah metode penelitian yang sistematis, penelitian ini merupakan metode yang menggunakan model penelitian kuantitatif. Dalam menggunakan metode eksperimen peneliti harus melakukan syarat yakni: Kegiatan Mengontrol, dan kegitan Observasi.
Dari uraian diatas dapat kita simpulkan bahwa metode pendekatan penelitian yang digunakan adalah metode yang dapat mengumpulkan informasi-informasi yang dibutuhkan di kalangan masyarakat dan berguna dalam pendidikan. Dengan metode diatas kita masih dapat mengontrol segala sesuatu kegiatan yang sedang kita laksanakan.
b. Lokasi dan Waktu Observasi
1. Lokasi Observasi
Dalam observasi ini Lokasi nya bertempat di Jalan gunung Sidorejo Rt.010/Rw004 Kota Pagar Alam, Kec Pagar Alam Selatan.
2. Pelaksanaan Observasi
Pelaksanaan telah dilakukan pada:
Senin, 18 Juni 2018 pada pukul 10:00 s/d Selesai
Melakukan seangkaian wawancara kepada masyarakat sekitar dan para masyarakat yang berprofesi sebagai seorang Guru yang dapat membantu saya dalam hal pendidikan dikalangan masyarakat.
3. Subyek Observasi
Sumber Observasi berasal dari Masyarakat Jalan Gunung Kota Pagar Alam.
C. Metode Penelitian
1. Wawancara
Wawancara adalah percakapan antara dua orang atau lebih dan berlangsung antara narasumber dan pewawancara, guna untuk mendapatkan informasi yang akurat dan juga informasi yang diinginkan oleh pewawancara untuk suatu kegiatan tertentu.
2. Tekhnik pengumpulan data
Instrumen pengumpulan data yang didapat dari masyarakat sekitar baik data berbentuk primer maupun sekunder yang dapat menghasilkan informasi yang tepat. 3. Observasi
Observasi adalah suatu kegiatan yang dilaksanakan secara terencana, tersusun, terarah dan sistematis, guna untuk mengamati dan mencatat kegiatan-kegiatan tertentu dan mempunyai suatu tujuan yang telah ditetapkan.
HASIL PENELITIAN
A. Agama
Telah kita ketahui bahwa mayoritas bangsa indonesia ini menganut Agama Islam, Masyarakat Kota Pagar Alam mayoritas beragama Islam tetapi tidak semua ada juga yang menganut agama Kristen.
B. Pendapatan Penduduk
Setelah survei yang saya lakukan telah terlihat bahwa profesi masyarakat yang ada dikota pagar alam ini adalah petani, pedagang dan pegawai.pendapatan masyarakat disini cukup memadai. Tetapi profesi seorang petani hanya mendapatkan pendapatannya pada saat musim saja seperti Kopi, tetapi meskipun begitu tidak menutup kemungkinan penghasilan yang didapat kurang memadai.
Tetapi ada juga masyarakat disini yang minimnya pendidikan semasa dahulu karena keterbatasan ruang dan waktu, tidak hanya berhenti disitu meskipun kebanyakan orang tua yang minimnya pendidikan pada zaman dahulu mereka tetap mengerti akan etika, moral dan akhlak yang baik dan mengajarkan kepada anak-anaknya untuk menuntut ilmu setinggi-tingginya dan tetap menjaga etika, moral dan akhlak nya. Jadi dapat saya simpulkan meskipun masih ada masyarakat yang minim akan pendidikan tetapi mereka masih bisa mengerti yang mana yang baik dilakukan dan yang buruk sekalipun.
C. Kebudayaan
Kota Pagar Alam kota ini dikenal dengan alam yang sejuk dan segar, tanpa kita sadari kebudayaan yang ada dikota pagar alam ini masih sangat kental masyarakat disini dapat melestarikan kebudayaan dengan baik, berbagai macam kebudayaan yang ada membuat kota kecil ini semakin dikenal dikalangan masyarakat luar kota ini. Mereka mampu mempertahankan kebudayaan yang sudah ada sejak turun temurun kakek nenek moyang, kota pagar alam ada berbagai macam jenis kebudayaan yang ada, baik dari segi adat istiadat, keseniannya, masakannya dan tata laku serta tutur katanya yang sulit untuk diubah-ubah apalagi dihilangkan.
PENUTUP
A. Kesimpulan
Kesimpulan yang dapat diambil dari penelitian di Kota pagar alam ini adalah, Mayoritas masyarakat masih mempunyai tata cara dalam pendidikan dan menjaga kelestarian kebudayaan kakek nenek moyang Atung Bungsu. Kota yang disebut dengan kota Besemah ini adalah kota yang dipenuhi dengan alam dan memiliki adat istiadat dan kebudayaan yang kental. Meskipun begitu masyarakat disini sangat mementingkan pendidikan meskipun masih ada masyarakat yang minim akan pendidikan. Masyarakat Besemah mayoritas bekerja sebagai Petani, Pedagang dan Pegawai.
DAFTAR PUSTAKA
Abdullah Idi, M.Ed,Prof. Dr. H. 2016 Sosiologi Pendidikan, jakarta: PT RajaGrafindo Persada hlm. 61
Bastari Suan, AhmadLampik Mpat Mardike Duwe. (Pagar alam: Pemkot Pagar Alam,2008)
Hj.
Rusmaini, M.Pd.I, Dra Ilmu pendidikan isalam, (Palembang:
Grafika Telindo Press, 2016), hlm. 50
Jalalludin,
Prof, Dr.H. Filsafat penddidikan islam
dari zaman ke zaman, (jakarta: PT. Raja Grafindo Persada 2017), hlm. 99
Nasution, S
Sosiologi Pendidikan, (Jakarta: Bumi Aksara 1983), hlm. 60
[2]Prof. Dr. H.
Abdullah Idi, M.Ed, Sosiologi Pendidikan,
(jakarta: PT RajaGrafindo Persada, 2016), hlm. 61
[3]Prof, Dr.H.
Jalalludin, Filsafat penddidikan islam
dari zaman ke zaman, (jakarta: PT. Raja Grafindo Persada 2017), hlm. 99
[4]Prof. Dr. H.
Abdullah Idi, M.Ed, Sosiologi Pendidikan,
(Jakarta: PT RajaGrafindo Persada 2016), hlm. 61
[5]Dra. Hj. Rusmaini, M.Pd.I, Ilmu pendidikan isalam, (Palembang: Grafika Telindo Press, 2016),
hlm. 50
Tidak ada komentar:
Posting Komentar