Kamis, 21 Juni 2018

PENDIDIKAN DAN MASYARAKAT


LAPORAN OBSERVASI
PENDIDIKAN DAN MASYARAKAT”
Oleh : Uzlifatil Jannah (1730203176)

I. PENDAHULUAN
            Secara singkat pendidikan merupakan produk dari masyarakat, karena apabila kita sadari arti pendidikan sebagai proses transmisi pengetahuan, sikap, kepercayaan, keterampilan dan aspek-aspek kelakuan lainnya kepada generasi muda maka seluruh upaya tersebut sudah dilakukan sepenuhnya oleh kekuatan-kekuatan masyarakat. Hampir segala sesuatu yang kita pelajari merupakan hasil hubungan kita dengan orang lain baik di rumah, sekolah, tempat permainan, pekerjaan dan sebagainya. Wajar pula apabila segala sesuatu yang kita ketahui adalah hasil hubungan timbal balik yang ternyata sudah sedemikian rupa dibentuk oleh masyarakat kita.[1]
Pendidikan adalah upaya mengembangkan potensi-potensi manusiawi peserta didik baik potensi fisik, potensi cipta, rasa, maupun karsanya, agar potensi itu menjadi nyata dan dapat berfungsi dalam perjalanan hidupnya sebagai individu dan masyarakat. [2]
Antara pendidikan dan perkembangan masyarakat tidak dapat dipisahkan satu sama lain. Kemajuan suatu masyarakat dan suatu bangsa sangat ditentukan pembangunan sektor pendidikan  dalam penyiapan sumber daya manusia ( SDM ) yang sesuai dengan perkembangan zaman.[3]
Dengan demikian saya tertarik untuk mengamati bagaimana pentingnya pendidikan bagi masyarakat dan bagaimana pengaruh dalam kehidupan. Dan juga laporan ini dibuat untuk memenuhi tugas mata kuliah “Sosiologi pendidikan” saya harap setelah dilakukan pengamatan ini saya, dapat mengetahui peran penting dan pengaruh pendidikan bagi masyarakat.


A. RUMUSAN MASALAH
            1. Bagaimana pentingnya pendidikan bagi masyarakat?
            2. Bagaimana pengaruh pendidikan bagi masyarakat saat ini?

B. KAJIAN TEORITIS
Bagi masyarakat sendiri hakikat pendidikan sangat bermanfaat bagi kelangsungan dan proses kemajuan hidupnya. Agar masyarakat itu dapat melanjutkan eksistensinya, maka kepada anggota mudanya harus diteruskan nilai-nilai, pengetahuan, keterampilandan bentuk tata perilaku lainnya yang diharapkan akan dimiliki oleh setiap anggota. Setiap masyarakat berupaya meneruskan kebudayaannya dengan proses adaptasi tertentu sesuai corak masing-masing periode jaman kepada generasi muda melaluipendidikan, secara khusus melalui interaksi sosial. Dengan demikian pendidikan dapat diartikan sebagai proses sosialisasi.
Tiga-Tipe dasar pendidikan yang hadir di dalam kehidupan Masyarakat dunia, yakni:
1. Pertama jenis pendidikan keterampilan dan praktis, yakni pendidikan yang dilaksanakan untuk memberikan bekal keterampilan maupun kemampuan teknis tertentu agar dapat diaplikasikan kepada bentuk mata pencaharian masyarakat. Jenis pendidikan ini dominan di dalam masyarakat yang masih sederhana baik itu berburu dan meramu, nelayan atau juga masyarakat agraris awal.
2. Pendidikan kelompok status, yaitu pengajaran yang diupayakan untuk mempertahankan prestise, simbol serta hak-hak istimewa (privilige) kelompok elit dalam masyarakat yang memiliki pelapisan sosial. Pada umumnya pendidikan ini dirancang bukan untuk digunakan dalam pengertian teknis dan sering diserahkan kepada pengetahuan dan diskusi badan-badan pengetahuan esoterik. Pendidikan ini secara luas telah dijumpai dalam masyarakat-masyarakat agraris dan industri.
3. Tipe pendidikan birokratis yang diciptakan oleh pemerintahan untuk melayani kepentingan kualifikasi pekerjaan yang berhubungan dengan pemerintahan serta berguna pula sebagai sarana sosiolisasi politik dari model pemerintahan kepada masyarakat awam. Tipe pendidikan ini pada umumnya member penekanan pada ujian, syarat kehadiran, peringkat dan derajat.
Dalam dunia yang dimana tak dapat tidak setiap masyarakat akan mengalami perubahan, tidak turut berubah dan mengikuti pertukaran zaman akan membahayakan eksistensi masyarakat itu. Tiap pemerintahan akan mengadakan perubahan yang diinginkan demi kesejahteraan rakyatnya dan keselamatan bangsa dan negaranya. Dalam pada itu diusahakan adanya keseimbangan antara dinamika dengan stabilitas perubahan-perubahan itu antara lain tercermin dalam perubahan dan pembaruan kurikulum dan sistem pendidikan. Peralihan dari zaman kolonial ke zaman kemerdekaan memerlukan  berbagai perubahan kurikulum sampai sesuai dengan falsafah bangsa kita.
Kontrol Eksternal dalam Pendidikan
Tak ada lembaga pendidikan yang bebas dari kontrol eksternal, baik sekolah yang didiriokan oleh pemerintah maupun swasta.
1. Sumber Kontrol
Kontrol langsung di sekolah bersumber pada kepala sekolah dan guru. Merekalah yang menentukan kelakuan yang bagaimana yang diharapkan dari murid-murid. Bila anak-anak melakukan pelanggaran guru  dapat menggunakan otoritas untuk menindak murid itu. Dalam hal guru menhadapi situasi yang tidak jelas dituangkan dalam bentuk peraturan, ia harus berunding dengan kepala sekolah. Kepala sekolah dapat mentransferkan kekuasaannya kepada bawahannya. Di sekolah kepala sekolah mempunyai kekuasaan yang lebih besar dari pada guru akan tetapi ia juga mempunyai tanggung jawab yang lebihbesaratas segala sesuatu yang terjadi di sekolah.
2.  Tujuan Kontrol
Tujuan kontrol bermacam-macam, pada satu pihak diinginkan perubahan, pembangunan perluasan mobilitas sosial. Di lain pihak ada usaha untuk mkempertahankan status guru dan melestarikan norma-norma budaya yang ada. Ada kemungkinan golongan tertentu, sering golongan atas yang menginginkan perbaikan pendidikan tinggi, sedangkan golongan rendah menginginkan perluasan pendidikan kejuruan bagi anaknya agar cepat mencari nafkahnya sendiri. Ada pula kemungkinan golongan agama akan berusaha memasukkan atau memperluas pendidikan agama.
Mereka yang merasa prihatin atas kemerosotan moral generasi muda karena pengaruh narkoba, film seks dan kriminal menginginkan diperkuatnya pendidikan moral atau pendidikan agama di sekolah.
3.  Alat Kontrol
Alat kontrol yang digunakan antara lain : berupa syarat pemilihan dan pengangkatan guru, serta peraturan – peraturan kepegawaian. Alat lain yang maupun adalah kurikulum sekolah sebagai usaha untuk membentuk manusia sesuai dengan falsafat serta cita-cita bangsa dan negara. Dalam kurikulum ditentukan apa yang diajarkan, bidang studi apa yang diberikan dan disamping itu ditentukan pula buku pelajaran apa yang telah digunakan. Mengontrol kurikulum serta buku pelajaran merupakan alat yang ampuh   untuk mengontrol pendidikan.
Kontrol eksternal itu biasanya diterima dan disetujui oleh guru dan diinternalisasikan dalam sikap mereka lalu menjadi norma yang dijadikan pegangan dalam kelakuan dan tindakan mereka sebagai pengajar.[4]
Sekolah tak dapat melepaskan diri dari masyarakat tempat ia berada dan dari kontrol pihak yang berkuasa. Sekolah hanya dapat mengikuti perkembangan dan perubahan masyarakat dan tak mungkin mempelopori atau mendahuluinya. Jadi tidak ada harapan sekolah dapat membangun masyarakat baru lepas dari proses perubahan sosial yang berlangsung dalam masyarakat itu.[5]
Pendidikan memegang peranan penting dalam membentuk dan menciptakan masyarakat sesuai dengan yang diharapkan. Dengan adanya pendidikan, apa yang dicita-citakan masyarakat dapat diwujudkan melalui anak didik sebagai generasi masa depan. Salah satu peranan peranan pendidikan dalam masyarakat adalah dalam fungsi sosial, yakni sekolah merupakan salah satu sarana pendidikan yang diharapkan masyarakat. KI. Hajar dewantoro pernah mengatakan ada tiga lingkungan pendidikan: keluarga, sekolah, dan masyarakat. Sejak awal, dalam Tap MPR No. 1/MPR/1998 tentang Garis-Garis Besar Haluan Negara (GBHN) telah mencantumkan bahwa pendidikan merupakan tanggung jawab: orang tua, pemerintah, dan masyarakat. Tampak dalam Undang-Undang No. 2/2009 tentang sistem Pendidikan Nasional, dikatakan pula bahwa bentuk pendidikan juga dibagi menjadi tiga: Pendidikan formal, pendidikan informal, dan pendidikan nonformal.[6]

C. KAJIAN METODOLOGI
1. Pendekatan
Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif.  Dimana saya mendapatkan data dari hasil wawancara dengan narasumber.
2.  Sumber yang diwawancarai
Narasumber yang saya wawancarai adalah Uswatun Hasanah yang merupakan siswi SMA Negeri 1 Tanjung Batu.
3.         Metode yang digunakan
Metode yang digunakan adalah metode penelitian perkembangan

II. PEMBAHASAN
D. Hasil Wawancara
            Proses wawancara saya lakukan di rumah narasumber pada tanggal 18 Juni 2018 pada pukul 14:00 Bertempat di Desa Tanjung Batu Kab. Ogan Ilir dengan narasumber Uswatun Hasanah.
1. Assalamu’alaikum Wr.Wb apakah boleh saya mewawancarai adik?
·         Iya boleh kak
2.  disini saya akan mewawancarai adik mengenai pendidikan dan masyarakat saat ini.
·         Iya baiklah kak
3.baiklah sebelumnya, adik anak keberapa dari berapa bersaudara?
·         Saya anak pertama dari tiga bersaudara.
4.  saat ini adik sudah kelas berapa?
·         Alhamdulillah sudah lulus 3 SMA tahun ini kak.
5. oh sudah lulus, apakah adik ingin melanjutkan pendidikan?
·         Iya tentu kak, saya akan melanjutkan pendidikan.
6. kalau boleh tahu adik mau melanjutkan ke mana?
·         Saat ini saya sudah mencoba SBMPTN, mohon doanya ya kak semoga hasilnya sesuai dengan harapan.
7. aamiin dik semoga hasilnya memuaskan, kalau boleh tau apa motivasi adik sehingga tertarik untuk melanjutkan pendidikan?
·         Motivasi saya melanjutkan pendidikan karena saya tidak ingin melihat kedua orang tua saya kesusahan dalam bekerja lagi kak, saya ingin mengangkat derajat kedua orang tua saya karena dengan pendidikan InsyaAllah saya bisa merubah kehidupan keluarga menjadi lebih baik ,minimal mampu membuat kedua orang tua tersenyum bangga melihat anaknya berpendidikan tinggi.
8. bagaimana dengan jenjang pendidikan dikeluarga adik?
·         Alhamdulillah kak dalam keluarga saya berpendidikan semua, karena bagi mereka pendidikan sangat penting dan harus dikedepankan.
9. menurut adik apakah sangat penting pendidikan itu?
·         Tentu dengan sangat penting kak karena dengan pendidikan kita mampu mengubah kehidupan menjadi lebih berguna untuk masyarakat, dengan pendidikan kita bisa mengubah pola pikir menjadi lebih luas, kita mempunyai wawasan yang tinggi, mempunyai banyak pergaulan dan tentunya dengan pendidikan kita dapat membahagiakan kedua orang tua dan keluarga
10. baiklah terima kasih atas waktu dan kesempatan yang adik berikan

E. KESIMPULAN
            Berdasarkan hasil wawancara saya dengan narasumber dapat ditarik kesimpulan bahwa pendidikan itu sangat berperan penting bagi kehidupan karena dengan pendidikan dapat membantu perkembangan indidvidu menjadi makhluk sosial, makhluk yang dapat beradaptasi dengan baik di masyarakat. Dengan pendidikan kita mampu merubah nasib dan mengangkat derajat kedua orang tua dan keluarga, serta mampu mengikuti perkembangan zaman yang semakin pesat dan mampu bersaing dengan orang-orang diluar sana.
           

III. DAFTAR PUSTAKA
Ravik Karsidi. 2005. Sosiologi Pendidikan. Surakarta: UNS Press dan LPP UNS
Gunawan, Ary H. 2010. Sosiologi Pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta
Idi, A. 2011. Sosiologi Pendidikan. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada
Nasution, S. 1995. Sosiologi pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara.
Maunah, B. 2016. Sosiologi Pendidikan. Yogyakarta: Kalimedia.






[1] Ravid Karsidi, Sosiologi Pendidikan, UNS Press dan LPP UNS, Surakarta, 2005, hlm. 62.
[2] Ari H Gunawan ,Sosiologi Pendidikan, Rineka Cipta, Jakarta, 2010, hlm. 50.
[3]  Abdullah Idi, Sosiologi Pendidikan, PT RAJAGRAFINDO PERSADA, Jakarta, 2011, hlm. 60.
[4] S. Nasution, Sosiologi Pendidikan, Bumi Aksara, Jakarta, 1995, hlm. 62-64.

[5] Binti, Maunah , Sosiologi Pendidikan, Kalimedia, Yogyakarta, 2016, hlm. 72.
[6] Abdullah Idi, op.cit. hlm.69-70.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

SEKOLAH SEBAGAI ORGANISASI LAPORAN PENELITIAN “ SEKOLAH SEBAGAI ORGANISASI” Oleh : YOLI AMRIL SYAFIRA (1730203181) PENDAHULUAN...