LAPORAN
OBSERVASI
“PENDIDIKAN
DAN MASYARAKAT”
Oleh
: Uzlifatil Jannah (1730203176)
I. PENDAHULUAN
Secara
singkat pendidikan merupakan produk dari masyarakat, karena apabila kita sadari
arti pendidikan sebagai proses transmisi pengetahuan, sikap, kepercayaan,
keterampilan dan aspek-aspek kelakuan lainnya kepada generasi muda maka seluruh
upaya tersebut sudah dilakukan sepenuhnya oleh kekuatan-kekuatan masyarakat.
Hampir segala sesuatu yang kita pelajari merupakan hasil hubungan kita dengan
orang lain baik di rumah, sekolah, tempat permainan, pekerjaan dan sebagainya.
Wajar pula apabila segala sesuatu yang kita ketahui adalah hasil hubungan
timbal balik yang ternyata sudah sedemikian rupa dibentuk oleh masyarakat kita.[1]
Pendidikan adalah upaya
mengembangkan potensi-potensi manusiawi peserta didik baik potensi fisik,
potensi cipta, rasa, maupun karsanya, agar potensi itu menjadi nyata dan dapat
berfungsi dalam perjalanan hidupnya sebagai individu dan masyarakat. [2]
Antara pendidikan dan
perkembangan masyarakat tidak dapat dipisahkan satu sama lain. Kemajuan suatu
masyarakat dan suatu bangsa sangat ditentukan pembangunan sektor pendidikan dalam penyiapan sumber daya manusia ( SDM )
yang sesuai dengan perkembangan zaman.[3]
Dengan demikian saya
tertarik untuk mengamati bagaimana pentingnya pendidikan bagi masyarakat dan
bagaimana pengaruh dalam kehidupan. Dan juga laporan ini dibuat untuk memenuhi
tugas mata kuliah “Sosiologi pendidikan” saya harap setelah dilakukan
pengamatan ini saya, dapat mengetahui peran penting dan pengaruh pendidikan
bagi masyarakat.
A.
RUMUSAN MASALAH
1. Bagaimana pentingnya pendidikan
bagi masyarakat?
2. Bagaimana pengaruh pendidikan
bagi masyarakat saat ini?
B.
KAJIAN TEORITIS
Bagi masyarakat sendiri hakikat pendidikan sangat bermanfaat bagi
kelangsungan dan proses kemajuan hidupnya. Agar masyarakat itu dapat
melanjutkan eksistensinya, maka kepada anggota mudanya harus diteruskan
nilai-nilai, pengetahuan, keterampilandan bentuk tata perilaku lainnya yang
diharapkan akan dimiliki oleh setiap anggota. Setiap masyarakat berupaya
meneruskan kebudayaannya dengan proses adaptasi tertentu sesuai corak
masing-masing periode jaman kepada generasi muda melaluipendidikan, secara
khusus melalui interaksi sosial. Dengan demikian pendidikan dapat diartikan
sebagai proses sosialisasi.
Tiga-Tipe dasar pendidikan yang hadir di dalam kehidupan Masyarakat dunia,
yakni:
1. Pertama jenis pendidikan keterampilan dan praktis, yakni pendidikan yang
dilaksanakan untuk memberikan bekal keterampilan maupun kemampuan teknis
tertentu agar dapat diaplikasikan kepada bentuk mata pencaharian masyarakat.
Jenis pendidikan ini dominan di dalam masyarakat yang masih sederhana baik itu
berburu dan meramu, nelayan atau juga masyarakat agraris awal.
2. Pendidikan kelompok status, yaitu pengajaran yang diupayakan untuk
mempertahankan prestise, simbol serta hak-hak istimewa (privilige)
kelompok elit dalam masyarakat yang memiliki pelapisan sosial. Pada umumnya
pendidikan ini dirancang bukan untuk digunakan dalam pengertian teknis dan
sering diserahkan kepada pengetahuan dan diskusi badan-badan pengetahuan
esoterik. Pendidikan ini secara luas telah dijumpai dalam masyarakat-masyarakat
agraris dan industri.
3. Tipe pendidikan birokratis yang diciptakan oleh pemerintahan untuk
melayani kepentingan kualifikasi pekerjaan yang berhubungan dengan pemerintahan
serta berguna pula sebagai sarana sosiolisasi politik dari model pemerintahan
kepada masyarakat awam. Tipe pendidikan ini pada umumnya member penekanan pada
ujian, syarat kehadiran, peringkat dan derajat.
Dalam dunia yang dimana tak dapat tidak setiap
masyarakat akan mengalami perubahan, tidak turut berubah dan mengikuti
pertukaran zaman akan membahayakan eksistensi masyarakat itu. Tiap pemerintahan
akan mengadakan perubahan yang diinginkan demi kesejahteraan rakyatnya dan
keselamatan bangsa dan negaranya. Dalam pada itu diusahakan adanya keseimbangan
antara dinamika dengan stabilitas perubahan-perubahan itu antara lain tercermin
dalam perubahan dan pembaruan kurikulum dan sistem pendidikan. Peralihan dari
zaman kolonial ke zaman kemerdekaan memerlukan berbagai perubahan
kurikulum sampai sesuai dengan falsafah bangsa kita.
Kontrol Eksternal dalam Pendidikan
Tak ada lembaga pendidikan yang bebas dari kontrol eksternal,
baik sekolah yang didiriokan oleh pemerintah maupun swasta.
1. Sumber
Kontrol
Kontrol langsung di sekolah bersumber pada kepala
sekolah dan guru. Merekalah yang menentukan kelakuan yang bagaimana yang
diharapkan dari murid-murid. Bila anak-anak melakukan pelanggaran guru
dapat menggunakan otoritas untuk menindak murid itu. Dalam hal guru menhadapi
situasi yang tidak jelas dituangkan dalam bentuk peraturan, ia harus berunding
dengan kepala sekolah. Kepala sekolah dapat mentransferkan kekuasaannya kepada
bawahannya. Di sekolah kepala sekolah mempunyai kekuasaan yang lebih besar dari
pada guru akan tetapi ia juga mempunyai tanggung jawab yang lebihbesaratas
segala sesuatu yang terjadi di sekolah.
2. Tujuan Kontrol
Tujuan kontrol bermacam-macam, pada satu pihak diinginkan perubahan,
pembangunan perluasan mobilitas sosial. Di lain pihak ada usaha untuk
mkempertahankan status guru dan melestarikan norma-norma budaya yang ada. Ada
kemungkinan golongan tertentu, sering golongan atas yang menginginkan perbaikan
pendidikan tinggi, sedangkan golongan rendah menginginkan perluasan pendidikan
kejuruan bagi anaknya agar cepat mencari nafkahnya sendiri. Ada pula
kemungkinan golongan agama akan berusaha memasukkan atau memperluas pendidikan
agama.
Mereka yang merasa prihatin atas kemerosotan moral generasi muda karena
pengaruh narkoba, film seks dan kriminal menginginkan diperkuatnya pendidikan
moral atau pendidikan agama di sekolah.
3. Alat
Kontrol
Alat kontrol yang digunakan antara lain : berupa syarat pemilihan dan
pengangkatan guru, serta peraturan – peraturan kepegawaian. Alat lain yang
maupun adalah kurikulum sekolah sebagai usaha untuk membentuk manusia sesuai
dengan falsafat serta cita-cita bangsa dan negara. Dalam kurikulum ditentukan
apa yang diajarkan, bidang studi apa yang diberikan dan disamping itu
ditentukan pula buku pelajaran apa yang telah digunakan. Mengontrol kurikulum
serta buku pelajaran merupakan alat yang ampuh untuk mengontrol
pendidikan.
Kontrol eksternal itu biasanya diterima dan disetujui oleh guru dan
diinternalisasikan dalam sikap mereka lalu menjadi norma yang dijadikan
pegangan dalam kelakuan dan tindakan mereka sebagai pengajar.[4]
Sekolah tak dapat melepaskan diri dari masyarakat tempat ia berada dan dari
kontrol pihak yang berkuasa. Sekolah hanya dapat mengikuti perkembangan dan
perubahan masyarakat dan tak mungkin mempelopori atau mendahuluinya. Jadi tidak
ada harapan sekolah dapat membangun masyarakat baru lepas dari proses perubahan
sosial yang berlangsung dalam masyarakat itu.[5]
Pendidikan memegang peranan penting dalam membentuk dan menciptakan
masyarakat sesuai dengan yang diharapkan. Dengan adanya pendidikan, apa yang
dicita-citakan masyarakat dapat diwujudkan melalui anak didik sebagai generasi
masa depan. Salah satu peranan peranan pendidikan dalam masyarakat adalah dalam
fungsi sosial, yakni sekolah merupakan salah satu sarana pendidikan yang
diharapkan masyarakat. KI. Hajar dewantoro pernah mengatakan ada tiga
lingkungan pendidikan: keluarga, sekolah, dan masyarakat. Sejak awal, dalam Tap
MPR No. 1/MPR/1998 tentang Garis-Garis Besar Haluan Negara (GBHN) telah
mencantumkan bahwa pendidikan merupakan tanggung jawab: orang tua, pemerintah,
dan masyarakat. Tampak dalam Undang-Undang No. 2/2009 tentang sistem Pendidikan
Nasional, dikatakan pula bahwa bentuk pendidikan juga dibagi menjadi tiga:
Pendidikan formal, pendidikan informal, dan pendidikan nonformal.[6]
C. KAJIAN METODOLOGI
1. Pendekatan
Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan
kuantitatif. Dimana saya mendapatkan data dari hasil wawancara dengan
narasumber.
2. Sumber yang diwawancarai
Narasumber yang saya wawancarai adalah Uswatun Hasanah yang
merupakan siswi SMA Negeri 1 Tanjung Batu.
3. Metode
yang digunakan
Metode yang digunakan adalah metode penelitian perkembangan
II. PEMBAHASAN
D. Hasil Wawancara
Proses wawancara
saya lakukan di rumah narasumber pada tanggal 18 Juni 2018 pada pukul 14:00
Bertempat di Desa Tanjung Batu Kab. Ogan Ilir dengan narasumber Uswatun
Hasanah.
1. Assalamu’alaikum Wr.Wb apakah boleh saya mewawancarai adik?
·
Iya boleh kak
2. disini saya akan mewawancarai
adik mengenai pendidikan dan masyarakat saat ini.
·
Iya baiklah kak
3.baiklah sebelumnya, adik anak keberapa dari berapa bersaudara?
·
Saya anak pertama dari tiga bersaudara.
4. saat ini adik sudah kelas berapa?
·
Alhamdulillah sudah lulus 3 SMA tahun ini
kak.
5. oh sudah lulus, apakah adik ingin melanjutkan pendidikan?
·
Iya tentu kak, saya akan melanjutkan
pendidikan.
6. kalau boleh tahu adik mau melanjutkan ke mana?
·
Saat ini saya sudah mencoba SBMPTN, mohon
doanya ya kak semoga hasilnya sesuai dengan harapan.
7. aamiin dik semoga hasilnya memuaskan, kalau boleh tau apa motivasi adik
sehingga tertarik untuk melanjutkan pendidikan?
·
Motivasi saya melanjutkan pendidikan
karena saya tidak ingin melihat kedua orang tua saya kesusahan dalam bekerja
lagi kak, saya ingin mengangkat derajat kedua orang tua saya karena dengan
pendidikan InsyaAllah saya bisa merubah kehidupan keluarga menjadi lebih baik
,minimal mampu membuat kedua orang tua tersenyum bangga melihat anaknya
berpendidikan tinggi.
8. bagaimana dengan jenjang pendidikan dikeluarga adik?
·
Alhamdulillah kak dalam keluarga saya
berpendidikan semua, karena bagi mereka pendidikan sangat penting dan harus
dikedepankan.
9. menurut adik apakah sangat penting pendidikan itu?
·
Tentu dengan sangat penting kak karena
dengan pendidikan kita mampu mengubah kehidupan menjadi lebih berguna untuk
masyarakat, dengan pendidikan kita bisa mengubah pola pikir menjadi lebih luas,
kita mempunyai wawasan yang tinggi, mempunyai banyak pergaulan dan tentunya
dengan pendidikan kita dapat membahagiakan kedua orang tua dan keluarga
10. baiklah terima kasih atas waktu dan kesempatan yang adik berikan
E. KESIMPULAN
Berdasarkan hasil
wawancara saya dengan narasumber dapat ditarik kesimpulan bahwa pendidikan itu
sangat berperan penting bagi kehidupan karena dengan pendidikan dapat membantu
perkembangan indidvidu menjadi makhluk sosial, makhluk yang dapat beradaptasi
dengan baik di masyarakat. Dengan pendidikan kita mampu merubah nasib dan
mengangkat derajat kedua orang tua dan keluarga, serta mampu mengikuti
perkembangan zaman yang semakin pesat dan mampu bersaing dengan orang-orang
diluar sana.
III. DAFTAR PUSTAKA
Ravik
Karsidi. 2005. Sosiologi Pendidikan.
Surakarta: UNS Press dan LPP UNS
Gunawan,
Ary H. 2010. Sosiologi Pendidikan.
Jakarta: Rineka Cipta
Idi,
A. 2011. Sosiologi Pendidikan.
Jakarta: PT RajaGrafindo Persada
Nasution,
S. 1995. Sosiologi pendidikan.
Jakarta: Bumi Aksara.
Maunah, B. 2016. Sosiologi Pendidikan. Yogyakarta:
Kalimedia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar