Rabu, 20 Juni 2018

laporan observasi




Hasil Observasi Pada Masyarakat Desa Saleh Mukti Rt 16 Rw 08
Ratna Anjani  1730203158
PENDAHULUAN
A.      Latar Belakang
Alasan saya mengapa ingin melakukan survei atau penelitian kecil ke masyarakat Desa Saleh Mukti ini karena  saya ingin mengetahui lebih dalam lagi tentang kehidupan masyarakat di desa saleh mukti. Selain itu juga saya ingin lebih mengetahui bagaimana kehidupan sehari hari di masyarakat Desa Saleh Mukti dan itu yang  menjadikan saya semakin berantusias dalam memperdalam penelitian saya.
Desa Saleh Mukti Kab. Banyuasin Rt 16 Rw 08  adalah tempat yang saya jadikan objek sebagai penelitian saya. Hal ini yang mendasari saya untuk melakukan penelitian di Desa Saleh Mukti adalah Desa yang sebagian masih melakukan tradisi nenek moyang dan sebagian sudah tidak melakukan tradisi tersebut.
Kehidupan masyarakat Desa Saleh Mukti ini masih bersahabat dengan alam juga termasuk hal yang melatarbelakangi saya untuk melakukan penelitian ini di Desa Saleh Mukti.
1.    Rumusan Masalah
Rumusan penelitian yang menjadi fokus dalam penelitian adalah:
a.         Bagaimana aktifitas-aktifitas pada masyarakat desa Saleh Mukti Kabupaten Banyuasin?
b.        Bagaimana tingkat pendidikan pada masyarakat Desa Saleh Mukti?
c.         Bagaimana kebudayaan di masyarakat Desa Saleh Mukti?
d.        Apa pendapatan penduduk di masyarakat Desa Saleh Mukti?
2.      Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian ini adalah:
a.         Untuk mengetahui aktifitas-aktifitas pada masyarakat Desa Saleh Mukti Kabupaten Banyuasin.
b.        Untuk mengetahui tingkat pendidikan pada masyarakat Desa Saleh Mukti
c.         Untuk mengetahui kebudayaan di masyarakat Desa Saleh Mukti.
d.        Untuk mengetahui pendapatan penduduk di masyarakat Desa Saleh Mukti.

3.      Manfaat Penelitian
Penelitian ini memberikan manfaat:
a.         Memberikan pengetahuan tentang kehidupan masyarakat di Desa Saleh Mukti Kabupaten Banyuasin.
b.        Memberikan pengetahuan tentang bagaimana pendidikan di masyarakat Desa Saleh Mukti.
c.         Dapat menggali  nilai-nilai kehidupan sosial dari masyarakat desa Saleh Mukti dan menerapkanya dalam kehidupan masyarakat.

4.      Kajian Teoritis
R. Linton: Seorang antropologi mengemukakan bahwa masyarakat adalah setiap kelompok manusia yang telah cukup lama hidup dan bekerja sama, sehingga mereka dapat mengeorganiasikan dirinya, berpikir tentang dirinya dalam satu kesatuan sosial dengan batas-batas tertentu.
Sebuah  masyarakat harus memiliki syarat-syarat sebagai berikut:
a.         Harus ada  pengumpulan manusia dan harus banyak.
b.         Telah bertempat tinggal dalam waktu yang lama.
c.         Adanya peraturan perundang-undangan yang mengatur mereka untuk menuju kepada kepentingan dan tujuan bersama.


Ciri-ciri Masyarakat:
a.         Manusia yang hidup berkelompok
b.         Yang melahirkan kebudayaan
c.         Mengalami perubahan
d.        Manusia yang berinteraksi
e.         Terdapat kepemimpinan
f.          Terdapat stratifikasi sosial
Untuk mempelajari tentang proses terbentuknya masyarakat, perlu dilakukan berbagai analisis dari proses-proses yang ada:
a.    Proses belajar kebudayaan sendiri
1)        Proses internalisasi
Sebuah proses jangka panjang sejak individu itu dilahirkan sampai meninggal, dimana manusia tersebut belajar untuk menanamkan ke dalam kepribadianya segala perasaan, nafsu, emosi, dan hasrat yang dibutuhkan disepanjang hidupnya.
2)        Proses Sosialisasi
Proses sosialisasi yang mana saat masa anak-anak sampai di masa tuanya mendalami pola-pola tindakan untuk interaksi dengan berbagai macam individu yang ada di sekelilingnya.
3)        Proses Enkulturasi
Proses menyesuaikan dan mempelajari alam pikiran serta sikap terhaap sistem norma, pertauran-peraturan, dan adat istiadat tang hidup dalam kebudayaanya.

b.    Proses Evolusi Sosial
Masyarakat dan kebudayaan dapat di analisis oleh para peneliti seolah-olah dari dekat dengan detail ataupun dipandang dari jauh dengan cara memperhatikanya adanya berbagai macam perubahan besar.

c.    Proses difusi
d.   Akulturasi atau asimilasi
Proses sosial yang dapat timbul apabila kelompok  manusia dengan kebudayaan-kebudayaan tertentu yang dihadapkan dengan berbagai unsur dari kebudayaan yang masih asing yeng sedemikian rupa, yang pada akhirnya unsur-unsur dari kebudayaan asing tersebut akan lambat laun diterima serta diolah ke dalam kebudayaan sendiri dengan tidak menghilangkan kepribadian dari suatu kebudayaan itu sendiri.
e.    Inovasi
Proses pembaruan dari pemakaian berbagai macam sumber alam, modal, dan energi pengaturan baru untuk tenaga kerja, serta pemakaian teknologi yang lebih baru untuk semua yang akan menyebabkan terjadinya sistem produksi, dan dibuatnya macam produk baru.

5.       Metodologi
a.       Jenis Pendekatan penelitian
Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif atau fenomena dengan pendekatan kualitatif. Suwandi (2008;1) menyatakan bahwa penelitian kualitatif adalah jenis penelitian yang menghasilkan penemuan-penemuan yang tidak dapat dicapai dengan menggunakan prosedur-prosedur statistik atau dengan cara kuantitatif lainya. Penelitian kualitatif dapat digunakan untuk meneliti kehidupan masyarakat, sejarah, tingkah laku, fungsionalisasi organisasi, gerakan sosial atau hubungan kekerabatan (Strauss dan corbin, 1997:1) dalam suwandi (2008:1).
Denzin dan Lincoln (Moleong, 2005:5) menyatakan bahwa penelitian kualitatif adalah penelitian yang menggunakan latar ilmiah dengan maksud menafsirkan fenomena yang terjadi dan dilakukan dengan jalan melibatkan berbagai metode yang ada. Sedangkan Meleong sendiri (2005:6) mendefinisikan penelitian kualitatif adalah penelitian yang bermaksud untuk memahami fenomena tentang apa yang dialami oleh subjek penelitian misalnya, perilaku, persepsi, motivasi dan tindakan dan lain-lain. Secara holistik dengan cara deskriptif dalam bentuk kata-kata dan bahasa, pada suatu konteks khusus yang alamiah dan dengan memanfaatkan berbagai metode alamiah.
Dari semua uraian di atas maka dapt disimpulkan bahwa penelitian kualitatif adalah penelitian yang dilakukan dalm kondisi objek alamiah, dimana antar individu (peneliti) dengan latar (lokus penelitianya) tidak di isolasi ke dalam bentuk variabel dan atau hipotesis, karena antara peneliti dengan tempat di aman dia melakukan penelitianya merupakan suatu kesatuan yang utuh (holistik). Selain itu penelitian menjadi instrumen kunci penelitianya, karena penelitian itu sendiri bergantung pada pengamatan yang dilakukan peneliti dalam suatu kawasan tersendiri dan hanya peneliti yang mampu berinteraksi dengan orang-orang di dalam kawasan tersebut, baik dalam bahasanya maupun di dalam penelitianya.
Penelitian kualitatif berfokus pada fenomena sosial dan pada pemberian suara pada perasaan dan persepsi dari partisipan di bawah studi. Hal ini didasarkan pada kepercayaan bahwa pengetahuan di hasilkan dari setting sosial dan bahwa pemahaman pengetahuan sosial adalah suatu proses ilmiah yang sah (legitimate).
Lodico, Spaulding, dan Voegtle (2006) dalam Emzir (2011:2) mengemukakan penelitian kualitatif, yang juga disebut penelitian interpretatif atau penelitian lapangan adalah suatu metode yang dipinjam dari disiplin ilmu seperti sosiologi dan antrolopohi dan di adaptasi ke dalam setting pendidikan. Peneliti kualitatif menggunakan metode penalaran induktif, dan sangat percaya bahwa terdapat banyak perspektif yang akan dapat di ungkapkan
Dari uraina di atas dapat disimpulkan bahwa, penelitian kualitatif adalah penalaran induktif, berfokus pada senomena sosial tentang apa yang dialami oleh subjek penelitian dan sangat percaya bahwa terdapat banyak perspektif yang akan dapat diungkapkan berupa kata-kata, gambar dan bukan angka-angka yang dapat dari fenomena dilapangan yang bersifat empiris.

b.      Metode
1.      Observasi
Menurut Prof.Heru Observasi adalah studi yang dilaksanakan secara sengaja, terarah, sistematis, dan terencana sesuai tujuan yang akan dicapai dengan mengamati dan mencatat seluruh kejadian dan fenomena yang terjadi dan mengacu pada syarat dan aturan dalam penelitian atau karya ilmiah. Hasil observasi ilmiah ini dijelaskan secara teliti, tepat dan akurat, serta tidak diperbolehkan untuk ditambah atau dikurangi dan dibuat-buat sesuai keinginan peneliti.
Secara umum Observasi adalah proses pengamatan dan pencatatan secara sistematis mengenai gejala-gejala yang diteliti.
Dapat dikatakan juga bahwa Observasi adalah salah satu metode pengumpulan data dengan mengamati atau meninjau secara cermat dan langsung di likasi penelitian atau lapangan untuk mengetahui secara langsung kondisi yang terjadi atau untuk membuktikan kebenaran dari sebuah desain penelitian.
Kegiatan observasi ini menjadi salah satu dari teknik pengumpulan data apabila sesuai dengan tujuan penelitian, yang direncanakan dan di catat secara sistematis, serta dapat dikontrol keandalan (reliabilitas)dan kesahihanya (validitasnya).
2.      Wawancara
Meurut  Lexy J Meleong, Wawancara adalah suatu percakapan dengan tujuan tertentu. Pada metode ini peneliti dan responden berhadapan langsung (face to face) untuk memperoleh informasi secara lisan dengan tujuan mendapatkan data yang dapat menjelaskan permasalahan penelitian.
Menurut  Robert Kahn dan Channel, Wawancara adalah suatu pola khusus dari sebuah interaksi yang dimulai secara lisan untuk suatu tujuan tertentu dan difokuskan pada daerah konten yang spesifik dengan suatu proses eliminasi dari bahan-bahan yang tidak ada hubunganya secara berkelanjutan.
Wawancara atu interview adalah suatu percakapan antara dua orang atau lebih dan berlangsung antara narasumber dan pewawancara. Tujuan dari wawancara adalah untuk memperoleh informasi yang tepat dari narasumber yang terpercaya. Wawancara dilakukan dengan cara penyampaian sejumlah petanyaan dari pewawancara kepada narasumber.

c.    Analisis Data
Data yang dihasilkan dari lapangan baik data primer maupun sekunder terlebih dahulu diorganisasikan ke dalam suatu pola, kategori dan satuan uraian dasar. Kemudian data tersebut di analisis dengan cara yang kualitatif.
d.      Waktu penelitian
Survei lapangan penelitian: 12 juni 2018
Penelitian lapangan             : 12-14 juni 2018













HASIL PENELITIAN

A.           Kebudayaan Masyarakat Desa Saleh Mukti
Masyarakat di Desa Saleh Mukti ini masih melestarikan budaya-budaya zaman dahulu seperti adat dalam pernikahan tetapi sudah tidak terlalu kental lagi kebudayaanya seperti dahulu. Dan juga di masyarakat Desa Saleh Mukti ini mereka mampu menerima perubahan-perubahan modern tetapi tidak langsung menerimanya, melainkan dengan bertahap secara perlahan-lahan dan tetap mengikuti perubahan zaman. Kebudayaanya di masyarakat Desa Saleh Mukti ini ada sebagian masyarakat yang  masih melakukan budaya-budaya nenek moyang dan sebagian sudah tidak melakukan budaya-budaya tersebut.
Tempat: Desa Saleh Mukti  kecamatan Air Saleh Kabupaten Banyuasin
Waktu: pukul 09:00-04:00 WIB

B.            Agama
Masyarakat di Desa Saleh Mukti ini 90% menganut agama islam, dan sebagian masyarakat menganut agama. Tetapi walaupun masyarakat di Desa Saleh Mukti ini sudah mempunyai agama, tetapi ada sebagian masyarakat yang mempercayai dengan adanya aliran animisme ataupun dinamisme.

C.           Pendapatan Penduduk
Setelah survei dan penelitian saya lakukan, dari sekian jumlah penduduk masyarakat di Desa Saleh Mukti rata-rata menduduki kerja sebagai petani, karena kebanyakan warga masyarakat di Desa Saleh Mukti tidak bisa mengikuti pendidikan sampai tuntas, salah satunya yaitu karena faktor ekonomi. Maka dari segi kemampuan skill dan pengalaman-pengalaman sangat minim. Tetapi dari sebagian anak-anaknya sudah banyak mulai merantau untuk sekolah di luar desanya seperti ke Palembang, Jawa, Lampung dan Belitang.

Meskipun mereka banyak yang kurang dalam pendidikan dan kebanyakan juga masyarakat di Desa Saleh Mukti ini pendidikan terakhir mereka adalah Sekolah Menengah Pertama, mereka tetap sangat bersemangat untuk menyekolahkan anak-anaknya setinggi mungkin.
Keinginan orang tua di masyarakat Desa Saleh Mukti ialah ia tidak ingin anak-anaknya atau generasinya bernasib yang sama seperti mereka, ia ingin anak-anaknya bisa bernasib yang bagus dan bisa mengangkat derajat orang tuanya di desa dan bisa memperbaiki nasib keluarganya.


PENUTUP
A.      Kesimpulan
Kesimpulan yang di dapat dari penelitian di Desa Saleh Mukti Rt 16 Rt 08 adalah:
Penduduk desa saleh mukti sebagian masih mempercayai adanya mistis atau makhluk gaib, dan juga masyarakat desa saleh mukti bisa menerima adanya modernisasi dan mengikuti perkembangan zaman tetapi tidak secepat di kota-kota. Dan di desa saleh mukti ini setiap dibulan ramadhan mereka selalu melakukan kebiasaan orang-orang jaman dulu, mereka selalu memberi Gula dan teh, atau nasi dan lauk-lauknya seperti ayam, mie, tempe, tahu dan lain-lain ke sesama tetangga. Sering di sebut juga dalam bahasa jawanya yaitu Ater-Ater dan itu masih dilakukan hingga sekarang
Penduduk desa saleh mukti rata-rata pekerja sebagai petani padi, sayur dan sawit. Penduduk di desa saleh mukti ini kebanyakan pendidikan terakhirnya itu ialah Sekolah Menengah Pertama. juga sudah banyak generasinya yang melanjutkan pendidikanya di luar desa atau merantau.
Penduduk di Desa Saleh Mukti ini bisa disebut masih bersifat gemeinschaft atau solidaritasnya antar penduduk masih sangat tinggi. Masih terjalin silaturahmi antar tetangga, dan saling gotong royong .

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

SEKOLAH SEBAGAI ORGANISASI LAPORAN PENELITIAN “ SEKOLAH SEBAGAI ORGANISASI” Oleh : YOLI AMRIL SYAFIRA (1730203181) PENDAHULUAN...