Hasil Observasi Pada Masyarakat
Desa Saleh Mukti Rt 16 Rw 08
Ratna Anjani 1730203158
PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang
Alasan
saya mengapa ingin melakukan survei atau penelitian kecil ke masyarakat Desa
Saleh Mukti ini karena saya ingin
mengetahui lebih dalam lagi tentang kehidupan masyarakat di desa saleh mukti.
Selain itu juga saya ingin lebih mengetahui bagaimana kehidupan sehari hari di
masyarakat Desa Saleh Mukti dan itu yang
menjadikan saya semakin berantusias dalam memperdalam penelitian saya.
Desa
Saleh Mukti Kab. Banyuasin Rt 16 Rw 08
adalah tempat yang saya jadikan objek sebagai penelitian saya. Hal ini
yang mendasari saya untuk melakukan penelitian di Desa Saleh Mukti adalah Desa
yang sebagian masih melakukan tradisi nenek moyang dan sebagian sudah tidak
melakukan tradisi tersebut.
Kehidupan
masyarakat Desa Saleh Mukti ini masih bersahabat dengan alam juga termasuk hal
yang melatarbelakangi saya untuk melakukan penelitian ini di Desa Saleh Mukti.
1.
Rumusan
Masalah
Rumusan penelitian yang menjadi fokus
dalam penelitian adalah:
a.
Bagaimana aktifitas-aktifitas pada
masyarakat desa Saleh Mukti Kabupaten Banyuasin?
b.
Bagaimana tingkat pendidikan pada
masyarakat Desa Saleh Mukti?
c.
Bagaimana kebudayaan di masyarakat Desa
Saleh Mukti?
d.
Apa pendapatan penduduk di masyarakat
Desa Saleh Mukti?
2.
Tujuan
Penelitian
Tujuan penelitian ini adalah:
a.
Untuk mengetahui aktifitas-aktifitas
pada masyarakat Desa Saleh Mukti Kabupaten Banyuasin.
b.
Untuk mengetahui tingkat pendidikan pada
masyarakat Desa Saleh Mukti
c.
Untuk mengetahui kebudayaan di
masyarakat Desa Saleh Mukti.
d.
Untuk mengetahui pendapatan penduduk di
masyarakat Desa Saleh Mukti.
3.
Manfaat
Penelitian
Penelitian ini memberikan manfaat:
a.
Memberikan pengetahuan tentang kehidupan
masyarakat di Desa Saleh Mukti Kabupaten Banyuasin.
b.
Memberikan pengetahuan tentang bagaimana
pendidikan di masyarakat Desa Saleh Mukti.
c.
Dapat menggali nilai-nilai kehidupan sosial dari masyarakat
desa Saleh Mukti dan menerapkanya dalam kehidupan masyarakat.
4.
Kajian
Teoritis
R.
Linton: Seorang antropologi mengemukakan bahwa masyarakat adalah setiap
kelompok manusia yang telah cukup lama hidup dan bekerja sama, sehingga mereka
dapat mengeorganiasikan dirinya, berpikir tentang dirinya dalam satu kesatuan
sosial dengan batas-batas tertentu.
Sebuah masyarakat harus memiliki syarat-syarat
sebagai berikut:
a.
Harus ada pengumpulan manusia dan harus banyak.
b.
Telah bertempat tinggal dalam waktu yang
lama.
c.
Adanya peraturan perundang-undangan yang
mengatur mereka untuk menuju kepada kepentingan dan tujuan bersama.
Ciri-ciri
Masyarakat:
a.
Manusia yang hidup berkelompok
b.
Yang melahirkan kebudayaan
c.
Mengalami perubahan
d.
Manusia yang berinteraksi
e.
Terdapat kepemimpinan
f.
Terdapat stratifikasi sosial
Untuk mempelajari tentang proses terbentuknya
masyarakat, perlu dilakukan berbagai analisis dari proses-proses yang ada:
a. Proses
belajar kebudayaan sendiri
1)
Proses internalisasi
Sebuah
proses jangka panjang sejak individu itu dilahirkan sampai meninggal, dimana
manusia tersebut belajar untuk menanamkan ke dalam kepribadianya segala
perasaan, nafsu, emosi, dan hasrat yang dibutuhkan disepanjang hidupnya.
2)
Proses Sosialisasi
Proses
sosialisasi yang mana saat masa anak-anak sampai di masa tuanya mendalami
pola-pola tindakan untuk interaksi dengan berbagai macam individu yang ada di
sekelilingnya.
3)
Proses Enkulturasi
Proses
menyesuaikan dan mempelajari alam pikiran serta sikap terhaap sistem norma,
pertauran-peraturan, dan adat istiadat tang hidup dalam kebudayaanya.
b. Proses
Evolusi Sosial
Masyarakat
dan kebudayaan dapat di analisis oleh para peneliti seolah-olah dari dekat
dengan detail ataupun dipandang dari jauh dengan cara memperhatikanya adanya
berbagai macam perubahan besar.
c. Proses
difusi
d. Akulturasi
atau asimilasi
Proses
sosial yang dapat timbul apabila kelompok
manusia dengan kebudayaan-kebudayaan tertentu yang dihadapkan dengan
berbagai unsur dari kebudayaan yang masih asing yeng sedemikian rupa, yang pada
akhirnya unsur-unsur dari kebudayaan asing tersebut akan lambat laun diterima
serta diolah ke dalam kebudayaan sendiri dengan tidak menghilangkan kepribadian
dari suatu kebudayaan itu sendiri.
e. Inovasi
Proses
pembaruan dari pemakaian berbagai macam sumber alam, modal, dan energi
pengaturan baru untuk tenaga kerja, serta pemakaian teknologi yang lebih baru
untuk semua yang akan menyebabkan terjadinya sistem produksi, dan dibuatnya
macam produk baru.
5.
Metodologi
a. Jenis
Pendekatan penelitian
Jenis
penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif atau fenomena
dengan pendekatan kualitatif. Suwandi (2008;1) menyatakan bahwa penelitian
kualitatif adalah jenis penelitian yang menghasilkan penemuan-penemuan yang
tidak dapat dicapai dengan menggunakan prosedur-prosedur statistik atau dengan
cara kuantitatif lainya. Penelitian kualitatif dapat digunakan untuk meneliti
kehidupan masyarakat, sejarah, tingkah laku, fungsionalisasi organisasi,
gerakan sosial atau hubungan kekerabatan (Strauss dan corbin, 1997:1) dalam
suwandi (2008:1).
Denzin
dan Lincoln (Moleong, 2005:5) menyatakan bahwa penelitian kualitatif adalah
penelitian yang menggunakan latar ilmiah dengan maksud menafsirkan fenomena
yang terjadi dan dilakukan dengan jalan melibatkan berbagai metode yang ada.
Sedangkan Meleong sendiri (2005:6) mendefinisikan penelitian kualitatif adalah
penelitian yang bermaksud untuk memahami fenomena tentang apa yang dialami oleh
subjek penelitian misalnya, perilaku, persepsi, motivasi dan tindakan dan
lain-lain. Secara holistik dengan cara deskriptif dalam bentuk kata-kata dan
bahasa, pada suatu konteks khusus yang alamiah dan dengan memanfaatkan berbagai
metode alamiah.
Dari
semua uraian di atas maka dapt disimpulkan bahwa penelitian kualitatif adalah
penelitian yang dilakukan dalm kondisi objek alamiah, dimana antar individu
(peneliti) dengan latar (lokus penelitianya) tidak di isolasi ke dalam bentuk
variabel dan atau hipotesis, karena antara peneliti dengan tempat di aman dia
melakukan penelitianya merupakan suatu kesatuan yang utuh (holistik). Selain
itu penelitian menjadi instrumen kunci penelitianya, karena penelitian itu
sendiri bergantung pada pengamatan yang dilakukan peneliti dalam suatu kawasan
tersendiri dan hanya peneliti yang mampu berinteraksi dengan orang-orang di
dalam kawasan tersebut, baik dalam bahasanya maupun di dalam penelitianya.
Penelitian
kualitatif berfokus pada fenomena sosial dan pada pemberian suara pada perasaan
dan persepsi dari partisipan di bawah studi. Hal ini didasarkan pada
kepercayaan bahwa pengetahuan di hasilkan dari setting sosial dan bahwa
pemahaman pengetahuan sosial adalah suatu proses ilmiah yang sah (legitimate).
Lodico,
Spaulding, dan Voegtle (2006) dalam Emzir (2011:2) mengemukakan penelitian
kualitatif, yang juga disebut penelitian interpretatif atau penelitian lapangan
adalah suatu metode yang dipinjam dari disiplin ilmu seperti sosiologi dan
antrolopohi dan di adaptasi ke dalam setting pendidikan. Peneliti kualitatif
menggunakan metode penalaran induktif, dan sangat percaya bahwa terdapat banyak
perspektif yang akan dapat di ungkapkan
Dari
uraina di atas dapat disimpulkan bahwa, penelitian kualitatif adalah penalaran
induktif, berfokus pada senomena sosial tentang apa yang dialami oleh subjek
penelitian dan sangat percaya bahwa terdapat banyak perspektif yang akan dapat
diungkapkan berupa kata-kata, gambar dan bukan angka-angka yang dapat dari
fenomena dilapangan yang bersifat empiris.
b. Metode
1. Observasi
Menurut
Prof.Heru Observasi adalah studi yang dilaksanakan secara sengaja, terarah,
sistematis, dan terencana sesuai tujuan yang akan dicapai dengan mengamati dan
mencatat seluruh kejadian dan fenomena yang terjadi dan mengacu pada syarat dan
aturan dalam penelitian atau karya ilmiah. Hasil observasi ilmiah ini
dijelaskan secara teliti, tepat dan akurat, serta tidak diperbolehkan untuk
ditambah atau dikurangi dan dibuat-buat sesuai keinginan peneliti.
Secara
umum Observasi adalah proses pengamatan dan pencatatan secara sistematis
mengenai gejala-gejala yang diteliti.
Dapat dikatakan juga
bahwa Observasi adalah salah satu metode pengumpulan data dengan mengamati atau
meninjau secara cermat dan langsung di likasi penelitian atau lapangan untuk
mengetahui secara langsung kondisi yang terjadi atau untuk membuktikan
kebenaran dari sebuah desain penelitian.
Kegiatan
observasi ini menjadi salah satu dari teknik pengumpulan data apabila sesuai
dengan tujuan penelitian, yang direncanakan dan di catat secara sistematis,
serta dapat dikontrol keandalan (reliabilitas)dan kesahihanya (validitasnya).
2. Wawancara
Meurut Lexy J Meleong, Wawancara adalah suatu
percakapan dengan tujuan tertentu. Pada metode ini peneliti dan responden
berhadapan langsung (face to face) untuk memperoleh informasi secara lisan
dengan tujuan mendapatkan data yang dapat menjelaskan permasalahan penelitian.
Menurut Robert Kahn dan Channel, Wawancara adalah
suatu pola khusus dari sebuah interaksi yang dimulai secara lisan untuk suatu
tujuan tertentu dan difokuskan pada daerah konten yang spesifik dengan suatu
proses eliminasi dari bahan-bahan yang tidak ada hubunganya secara
berkelanjutan.
Wawancara
atu interview adalah suatu percakapan antara dua orang atau lebih dan
berlangsung antara narasumber dan pewawancara. Tujuan dari wawancara adalah
untuk memperoleh informasi yang tepat dari narasumber yang terpercaya.
Wawancara dilakukan dengan cara penyampaian sejumlah petanyaan dari pewawancara
kepada narasumber.
c.
Analisis Data
Data
yang dihasilkan dari lapangan baik data primer maupun sekunder terlebih dahulu
diorganisasikan ke dalam suatu pola, kategori dan satuan uraian dasar. Kemudian
data tersebut di analisis dengan cara yang kualitatif.
d. Waktu
penelitian
Survei lapangan
penelitian: 12 juni 2018
Penelitian lapangan : 12-14 juni 2018
HASIL
PENELITIAN
A.
Kebudayaan
Masyarakat Desa Saleh Mukti
Masyarakat di
Desa Saleh Mukti ini masih melestarikan budaya-budaya zaman dahulu seperti adat
dalam pernikahan tetapi sudah tidak terlalu kental lagi kebudayaanya seperti
dahulu. Dan juga di masyarakat Desa Saleh Mukti ini mereka mampu menerima
perubahan-perubahan modern tetapi tidak langsung menerimanya, melainkan dengan
bertahap secara perlahan-lahan dan tetap mengikuti perubahan zaman. Kebudayaanya
di masyarakat Desa Saleh Mukti ini ada sebagian masyarakat yang masih melakukan budaya-budaya nenek moyang
dan sebagian sudah tidak melakukan budaya-budaya tersebut.
Tempat:
Desa Saleh Mukti kecamatan Air Saleh
Kabupaten Banyuasin
Waktu:
pukul 09:00-04:00 WIB
B.
Agama
Masyarakat di
Desa Saleh Mukti ini 90% menganut agama islam, dan sebagian masyarakat menganut
agama. Tetapi walaupun masyarakat di Desa Saleh Mukti ini sudah mempunyai
agama, tetapi ada sebagian masyarakat yang mempercayai dengan adanya aliran
animisme ataupun dinamisme.
C.
Pendapatan
Penduduk
Setelah survei
dan penelitian saya lakukan, dari sekian jumlah penduduk masyarakat di Desa
Saleh Mukti rata-rata menduduki kerja sebagai petani, karena kebanyakan warga
masyarakat di Desa Saleh Mukti tidak bisa mengikuti pendidikan sampai tuntas,
salah satunya yaitu karena faktor ekonomi. Maka dari segi kemampuan skill dan
pengalaman-pengalaman sangat minim. Tetapi dari sebagian anak-anaknya sudah
banyak mulai merantau untuk sekolah di luar desanya seperti ke Palembang, Jawa,
Lampung dan Belitang.
Meskipun mereka
banyak yang kurang dalam pendidikan dan kebanyakan juga masyarakat di Desa
Saleh Mukti ini pendidikan terakhir mereka adalah Sekolah Menengah Pertama,
mereka tetap sangat bersemangat untuk menyekolahkan anak-anaknya setinggi
mungkin.
Keinginan orang
tua di masyarakat Desa Saleh Mukti ialah ia tidak ingin anak-anaknya atau
generasinya bernasib yang sama seperti mereka, ia ingin anak-anaknya bisa
bernasib yang bagus dan bisa mengangkat derajat orang tuanya di desa dan bisa
memperbaiki nasib keluarganya.
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Kesimpulan
yang di dapat dari penelitian di Desa Saleh Mukti Rt 16 Rt 08 adalah:
Penduduk
desa saleh mukti sebagian masih mempercayai adanya mistis atau makhluk gaib,
dan juga masyarakat desa saleh mukti bisa menerima adanya modernisasi dan
mengikuti perkembangan zaman tetapi tidak secepat di kota-kota. Dan di desa
saleh mukti ini setiap dibulan ramadhan mereka selalu melakukan kebiasaan
orang-orang jaman dulu, mereka selalu memberi Gula dan teh, atau nasi dan
lauk-lauknya seperti ayam, mie, tempe, tahu dan lain-lain ke sesama tetangga.
Sering di sebut juga dalam bahasa jawanya yaitu Ater-Ater dan itu masih
dilakukan hingga sekarang
Penduduk
desa saleh mukti rata-rata pekerja sebagai petani padi, sayur dan sawit.
Penduduk di desa saleh mukti ini kebanyakan pendidikan terakhirnya itu ialah
Sekolah Menengah Pertama. juga sudah banyak generasinya yang melanjutkan
pendidikanya di luar desa atau merantau.
Penduduk
di Desa Saleh Mukti ini bisa disebut masih bersifat gemeinschaft atau
solidaritasnya antar penduduk masih sangat tinggi. Masih terjalin silaturahmi
antar tetangga, dan saling gotong royong .
Tidak ada komentar:
Posting Komentar