Ovi Nia Anggraini 1730203154
Bab I
PENDAHULUAN
Saya tertari untuk melakukan penelitian ini karena saya ingin mengetahui bagaimana cara anak bersosialisasi dengan guru, teman dan orang tua dan sejauh mana proses belajar mengajar peserta didik disekolah itu. dalam proses sosialisasi ini seorang individu/ anak didik belajar tentang perilaku, kebiasaan, dan kebudayaan lainnya. Anak didik juga belajar tentang keterampilan social seperti berbahasa, bergaul, berpakaian, dan cara makan. Sosialisasi proses membimbing individu kedalam dunia social di dalam sosialisas anak didik ini terdapat media sosialisasi yaitu keluarga, teman sepermainan, lingkungan kerja dan media massa. Di sekolah seorang pendidik dapat memahami dan medorong proses sosialisasi anak didik seoptimal mungkin dengan berbagai latar belakang social anak didk. Dapat di jelaskan disini bahwa proses sosialisasi anak didik dapat menentukan perkembangan kepribadian anak didik dengan wajar.
A. Rumusan masalah
1. Apakah sosialisasi anak didik berjalan dengan baik di Sekolah nya?
2. Bagaimana Proses belajar megajar di Sekolah?
B. Kajian teoritas
Sosialisasi menurut S Nasution (2009) adalah proses membimbing individu kedalam dunia social. Sosialiasi dilakukan dengan mendidik individu tentang kebudayaan yang harus dimiliki dan diikutinya, agar ia menjadi anggota yang baik dalam masyarakat dan dalam berbagai kelompok khusu, sosialiasi dapat di anggap sama dengan Pendidikan.
Sedangkan menurut Kimball young dalam Ary H.Gunawan (2000) mengatakan bahwa sosialisasi merupakan hubungan interaktif di mana seseorang dapat mempelajari kebutuhan social dan kultural yang menjadikan sebagai anggota masyarakat.
C. Metodelogi
Metode penelitian yang digunakan untuk pengumpulan data adalah metode observasi dan model wawancara.
Model sistematis yaitu dimana sebelum melakukan penelitian terlebih dahulu membuat perencanaan, dalam observasi ini ditujukan kepada siswa kelas rendah (1 dan 3) dan kelas tinggi (5 dan 6) SD Negeri Plalangan 01, yang dilaksanakan diluar proses belajar mengajar. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan model wawancara yang terstruktur. Wawancara terstruktur (Sugiyono, 2010) digunakan sebagai teknik pengumpulan data, bila peneliti atau pengumpul data telah mengetahui dengan pasti tentang informasi apa yang akan diperoleh. Dalam melakukan wawancara, pengumpul data telah menyiapkan instrument penelitian berupa pertanyaan-pertanyaan tertulis yang alternatif jawabannya pun telah disiapkan sama dan pengumpul data mencatatnya. Selain harus membawa instrument sebagai pedoman wawancara, maka pengumpul data menggunakan alat bantu perekam suara. disamping melakukan wawancara dengan masing-masing wali kelas dan beberapa siswa serta pembagian angket untuk kelas tinggi. Hal yang sangat utama kami lakukan dalam observasi adalah memperhatikan kegiatan yang dilakukan siswa diluar jam pembelajaran baik di dalam maupun di luar kelas.
D. HASIL OBSERVASI DAN PEMBAHASAN
A.Identifikasi
1. Identifikasi sekolah
Nama : SD Negeri 1 Pulawan
Alamat : jalan raya desa pulawan
2. Identitas kepala sekolah
Nama : Murtoto, S.Pd
NIP : 195603191977011002
B. Pelaksananan observasi
Observasi dilakukan selama dua hari di SDN1 PULAWAN, yaitu:
Observasi pertama
Tanggal : 04 Mei 2018
Waktu : pukul 07.00-10.00 WIB (jam efektif sekolah)
Objek : kelas rendah(1 dan 3), kelas tinggi(5 dan 6), dan wali kelas
Kegiatan : pengamatan siswa didalam kelas pada saat Ulangan semester dan wawancara terhadap wali kelas masing-masing.
Observasi kedua
Tanggal : 15 Mei 2018
Waktu : pukul 08.30-11.00 WIB (jam efektif, istirahat dan pulang sekolah)
Objek : kelas rendah(1 dan 3) dan kelas tinggi(5 dan 6)
Kegiatan : wawancara terhadap beberapa siswa untuk kelas rendah, pengamatan di luar maupun di dalam kelas saat tidak ada Kegiatan Belajar Mengajar, pembagian angket dan pendekatan terhadap siswa kelas tinggi.
C. Hasil observasi
1. Observasi terhadap kelas rendah
1.1 Kelas 1
Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan melalui metode wawancara dengan guru kelas satu dan beberapa sampel siswa kelas satu. Pengamat dapat memaparakan datanya bahwa siswa-siswi SD kelas 1 di SDN1 PULAWA1 bila di tinjau dari tingkah lakunya di dalam kelas yaitu:
Anak senang bergerak maksudnya dalam masa pertumbuhan fisik dan mentalnya anak menjadi hiperaktif. tidak mau diam dan duduk saja menurut pengamatan para ahli anak duduk tenang paling lama sekitar 30 menit. Namun,tingkah laku ini terjadi saat minggu-minggu pertama anak masuk sekolah untuk selanjutnya anak-anak mulai bisa menyesuaikan dengan lingkungan karena peran serta guru yang membimbingnya. Kemudian anak masih cengeng dan manja. Mereka selalu ingin diperhatikan dan dituruti semua keinginannya mereka masih belum mandiri dan harus selalu dibimbing. Terkadang ada pula anak yang menangis karena di suruh maju oleh ibu gurunya untuk mengerjakan soal. Walau mereka belum sepenuhnya mandiri, tetapi ada beberapa anak yang sudah mandiri dan berani untuk maju kedepan untuk mengerjakan soal serta beberapa anak lainnya sudah mulai disiplin seperti mengerjakan PR, tidak gaduh di kelas, memperhatikan guru dikelas. Kemudian, anak SD kelas satu juga masih tergolong polos sebagai contoh saat mereka membuat kegaduhan lalu mereka di beri ancaman tidak istirahat, maka mereka langsung menurut dan diam. Contoh lain saat anak melakukan pekerjaan baik bila di beri pujian anak-anak menyukainya, dan cenderung akan mengulanginya lagi. Untuk sopan santun, siswa kelas satu belum begitu bisa menerapkan, untuk itu disini peran guru sangat di butuhkan dalam membimbing siswa untuk bersikap sopan kepada orang dewasa, sebagai contoh untuk menghormati orang yang lebih dewasa siswa di didik untuk bersalaman dengan bapak atau ibu guru dan mengucapakan salam. Anak-anak juga masih senang diperhatikan,di dalam suatu interaksi social anak biasanya mencari perhatian teman atau gurunya mereka senang apabila orang lain memperhatikannya, dengan berbagai cara dilakukan agar orang memperhatikannya. Seperti tingkah laku yang di lakukan siswa kelas satu yang bernama Bima dan Lutfi, mereka mencari perhatian ibu gurunya dengan menepuk-nepuk bokong ibu guru dan memainkan gelang ibu guru. Sebagian besar anak-anak kelas satu sudah bisa bersosialisasi dengan baik mereka saling mengenal satu sama lain dan mereka berteman namun ada seorang siswi benama Dania terlihat kurang atraktif seperti teman-temannya yang lain, ia lebih suka duduk diam dan sedikit bicara, ini merupakan suatu penyimpangan. Bila di tinjau dari tingkah laku anak di luar kelas yaitu:
Anak kelas satu masih senang bermain, dalam usia yang masih dini anak cenderung untuk ingin bermain dan menghabiskan waktunya hanya untuk bermain karena anak masih polos yang dia tahu hanya bermain dan jajan. Mereka lebih dominan untuk bermain ketimbang mereka harus pergi ke perpustakaan. Beberapa dari mereka senang bermain kejar-kejaran di luar dan di dalam kelas. Namun, terdapat tingkah laku yang menyimpang dari beberapa anak kelas satu ini seperti yang bernama Bima dimana anak ini suka menjaili anak perempuan dengan membuka roknya. Ada pula anak-anak perempuan yang berperilaku seperti orang dewasa, di tunjukan dengan mereka memakai bandana lalu mereka menyisir-nyisir rambut menggunakan tangan dengan centilnya dan mereka saling bercerita, sepertinya anak-anak perempuan ini mencoba menirukan gaya seorang remaja.
1.2 Kelas 3
Berdasarkan hasil observasi dengan wawancara dan pengamatan yang telah dilakukan pada siswa Sekolah Dasar kelas 3 di SD Negeri Plalangan 1 maka di bawah ini dikemukakan hasil observasi dan pembahasannya yang dikaitkan dengan sifat-sifat khas anak usia SD yang dijelaskan oleh S.Z.Arbi dan S. Syahurun (1991:58) yaitu, sebagai berikut
Sangat ingin tahu tentang segala sesuatu yang ada dalam dunia realita di sekitarnya. Sedikit-sedikit mereka mengenal apa yang mereka lihat selalu bertanya jika belum mengerti.
Telah mulai terbentuk dan disadarinya aturan-aturan dirinya. Anak kelas rendah di Sekolah Dasar terutama kelas 3 Mereka sudah bisa membiasakan diri untuk melakukan hal-hal yang terkecil,.misalnya membuang sampah pada tempatnya.
Tidak lagi semata-mata tergantung pada orang yang lebih tua. Siswa Sekolah Dasar sudah bisa membuktikan semuanya disekolah. Mereka sudah biasa bersifat mandiri jikalau gurunya terlambat masuk ke kelas. Setiap bel masuk berbunyi semuanya sudah dengan sadar berbaris didepan kelas, lalu masuk ke dalam kelas untuk berdoa terlebih dahulu
Suka melakukan kegiatan-kegiatan yang berguna terhadap lingkungannya. Meskipun kegiatan yang dilakukan anak usia SD hanya melaksanakan piket kelas yang sudah di jadwal setiap minggunya ini mendorong rasa tanggung jawab dalam melaksanakan tugasnya. Sudah mulai muncul kesadaran terhadap diri sendiri dan orang lain. Pada masa ini mereka mulai berfikir apa yang mereka lakukan dan tidak mereka lakukan dalam hal ini juga mereka mulai bersosialisasi dengan temannya sadar akan kebersamaan dan saling tolong menololng, misalnya dalam wawancara kami terhadap beberapa siswa kelas 3 jika ada salah satu teman mereka yang sakit di dalam kelas maka dengan segera mereka akan membawa ke UKS dan melapor kepada bapak/ibu guru.
Sudah memiliki self-esteem (pertimbangan) tentang kemampuan, kekuatan dan keistimewaan yang dimiliki sendiri. Siswa-siswi kelas 3 SD sudah mempunyai kemampuan dan kekuatan untuk menangkap ilmu dari guru secara cepat dan tanggap. Ketika melakukan observasi Ternyata para siswa sangat antusias dan senang menerima kami. Disitu kami dapat melihat kemampuan dan ketangkasan para siswa. Contohnya saja ketika kami mencontohkan sebuah simulasi berupa nyanyian dengan menggunakan gerakan. Ketika kami mencontuhkannya sebanyak 2 kali, terdapat 1 sampai 2 siswa yang langsung hafal, kemudian siswa tersebut mampu dan berani mencontohkan simulasi tersebut kepada teman-temannya didepan kelas. Telah dapat memainkan peranan sesuai dengan jenis kelaminnya. Siswa-siswi kelas 3 SD sudah bisa dan mampu menyesuaikan diri mereka, antara siswa laki-laki dan siswi perempuan. Contohnya pada saat istirahat anak-anak cenderung bermain dengan sesama jenisnya misalnya yang laki-laki bermain sepak bola di lapangan dan yang perempuan lebih memilih didalam kelas untuk memakan bekalnya masing-masing.
Telah mempunyai sifat kepemimpinan. Ketika akan memasuki kelas anak sudah terbiasa melakukan kegiatan baris berbaris yang dipimpin oleh ketua kelasnya. Juga dalam pembentukan kelompok masing-masing kelompok sudah ada ketua kelompok dalam belajarnya.
Telah dapat berkompetesi yang sehat. Pada anak usia sekolah dasar pada saat menjawab pertanyaan-pertanyaan, mereka saling menghargai temannya yang sedang berbicara merekapun telah memiliki sikap suportif kepada temannya, ketika sedang diadakan pembelajaran guru menanyakan kepada siswanya yang tidak paham dan mereka bahkan membantu temannya untuk menjawab suatu pertnyaan tersebut.
Telah muncul kebutuhan akan persahabatan. Sebenarnya sebelum mereka memasuki SD mereka sudah ada kebutuhan seorang teman dan terjalinnya persahabatan. Pada saat guru meminta siswanya untuk mengerjakan tugas dengan teman sebangkunya. Mereka semua sangat berantusias sekali ketika guru tersebut menugaskan mereka melakukan itu. Kemudian mereka menghafal surat tersebut secara bergantian dan saling mengoreksi kesalahan temannya.
2. Observasi Kelas Tinggi
2.1 Kelas 5
Bila ditinjau dari tingkah lakunya siswa kelas V saat berada diluar kelas yaitu ternyata banyak siswa pada saat jam istirahat yang bermain dengan teman-temannya daripada harus membeli jajan di kantin sekolah. Selain itu, ada juga yang pergi ke perpustakaan untuk membaca buku, ada yang tetap di kelas belajar untuk mempersiapkan mata pelajaran yang selanjutnya. Kegiatan mereka saat jam istirahat tidak hanya itu saja, namun banyak kegiatan yang mereka lakukan seperti berolahraga di lapangan sekolah, berbincang-bincang dengan teman, maupun hanya duduk di depan kelas. Apabila mereka bertemu dengan Bapak Ibu guru rasa hormat mereka terlihat dengan bersalaman dan meemberi salam kepada Bapak Ibu guru, tidak hanya dilingkungan sekolah, diluar sekolah mereka juga menghormati Bapak Ibu guru.
Pada saat jam istirahat, siswa yanng ingin membeli jajan biasanya dianjurkan untuk mencuci tangan terlebih dahulu, agar kebersihan mereka tetap terjaga. Berdasarkan data angket yang telah diambil, rata-rata siswa terkadang tidak mencuci tangan terlebih dahulu sebelum makan. Namun, mereka selalu membuang sampah makanan di tempat sampah, jika mereka melihat temannya yang membuang sampah sembarangan mereka akan segera menegurnya. Siswa-siswi kelas V ini sangat peduli dengan teman dan suka tolong-menolong, jika ada temannya yang sakit di kelas, yang piket untuk dokter kecil langsung akan membawanya ke UKS. Selain itu, jika mereka mendapati barang atau uang di lingkungan sekolah mereka akan segera melapor dan memberikan barang atau uang tersebut kepada Bapak Ibu guru. Berbeda saat diluar kelas, didalam kelas siswa-siswi kelas V lebih tenang dan lebih komunikatif saat mengikuti pelajaran. Antusiasnya sangat baik, pada saat dijelaskan juga memperhatikan, jika ada yang kurang dimengerti siswa langsung bertanya kepada Bapak atu Ibu guru yang sedang mengajar. Para siswa juga tidak terlihat bosan atau jenuh saat mengikuti pelajaran di kelas, justru mereka sangat aktif. Namun, ada juga siswa yang berbicara sendiri saat kegiatan belajar mengajar berlangsung, walaupun hanya satu dua. Pada saat sedang melaksanakan ulangan ataupun tes semua siswa bisa tenang, tidak ada yang menyontek. Berdasarkan data angket yang telah terkumpul, kebanyakan siswa tidak akan memberikan jawaban kepada temannya sendiri saat sedang ulangan atau tes. Kedisiplinan telah tertanam dalam diri siswa-siswi kelas V ini, semua berangkat ke sekolah tepat waktu dan tidak ada yang terlambat.
2.2 Kelas 6
Berdasarkan teori Piaget (Dahar 1996; Hasan 1996; Surya 2003), Siswa Kelas VI sudah merupakan Tahap Formal Operations (11 tahun ke atas), jadi para siswa sudah tahu apa tanggungjawabnya ketika mereka berada didalam kelas maupun diluar kelas. Contohnya ketika didalam kelas mereka sangat patuh terhadap guru. Siswa berbicara dengan gurunya juga dengan sopan. Dalam jalannya KBM pun siswa sangat antusias dan aktif. Pada waktu diberi pertanyaan semua siswa saling berebut menjawab. Bila materi disampaikan dirasa kurang dimengerti mereka pun bertanya kepada gurunya. Namun kadang mereka juga berbicara sendiri ketika gurunya sedang menerangkan didepan. pemahaman mereka tentang pelajaran yang sedang diajarkan oleh guru mereka. Disaat ulangan pun mereka juga sudah banyak yang sadar bahwa mereka sudah kelas VI yang sebentar lagi akan menempuh ujian nasional, jadi wajar siswa mengerjakan ulangan dengan sungguh-sungguh dan tidak saling menyontek atau bertukar jawaban dengan temannya. Ini juga tidak terlepas dari bimbingan guru mereka yang menanamkan sikap jujur pada anak didiknya sejak dini. Sedangkan perilaku mereka saat berada diluar kelas seperti saat istirahat banyak dari mereka yang jajan dikantin sekolah, bermain dihalaman sekolah namun ada juga yang pergi ke perpustakaan sekolah untuk membaca buku-buku pelajaran atau sekadar membaca-baca buku cerita. Selain itu disekolah ini juga diajarkan pola hidup sehat yaitu dengan mencuci tangan baik sebelum ataupun sesudah bermain. Meraka juga diajarkan tentang kedisplinan dalam hal kebersihan dan keindahan kelas maupun sekolah, hal ini dibuktikan dengan Adanya aturan tentang semua siswa wajib membuang sampah pada tempatnya dan menjaga kebersihan dilingkungan sekolahnya. Selain kedisplinan juga ditanamkan nilai kejujuran dan jiwa social antar sesama Misalnya ketika melihat ada uang yang jatuh dilantai, mereka akan memberikannya ke guru mereka dan selanjutnya akan diumumkan siapa yang meresa kehilangan uang tersebut. Dan untuk nilai jiawa social antar sesame, misalnya ketika ada temannya yang sedang sakit, mereka akan segera mengantarnya ke UKS atau menjenguknya kerumah. Di luar kelas siswa sangat patuh dan sopan terhadap gurunya. Setiap bertemu dengan gurunya siswa selalu menyapa dan berjabat tangan dengan gurunya. Dalam berbicara dengan gurunya pun siswa menggunakan bahasa yang sopan.
3. Tanggapan guru
Dalam hal tingkah laku rata-rata tingkah laku siswa sekolah dasar adalah masih labil dan sangat berkembang. Peran guru dan orang-orang di sekitar anak sangat berpengaruh terhadap perkembangan mereka, misal pada kelas rendah jika mereka telah dikenalkan dengan rasa kebersamaan dengan belajar kelompok siswa akan terbiasa bekerja sama dengan orang lain dan tidak menonjolkan sifat individualnya.
Dalam wawancara kami terhadap bapak/Ibu guru wali murid yang berbeda dari kelas tinggi dan kelas rendah adalah tingkat kesadaran dan kedewasaan mereka. Pada kelas rendah memang pada usia ini mereka belum bisa untuk penuh dalam belajar, dalam diri mereka masih terbiasa untuk bermain, jadi sebagai guru tidak boleh memberikan pelajaran yang terlalu serius pada siswa, guru harus bisa mengemas suatu pelajaran menjadi menarik, dan mudah diterima oleh siswa, dalam hal ini guru menerapkan cara belajar sambil bermain, misalnya menghitung dengan bernyanyi. ciri khas dari mereka yaitu mencari perhatian guru dengan bertanya-tanya atau mengadu kepada guru. Sedangkan pada kelas tinggi karakter anak sudah terbentuk dengan kebiasaan-kebiasaan yang baik dikelas, misalnya memperhatikan guru saat menjelaskan, tenang saat mengerjakan ulangan,dan sosialisasi mereka yang sudah baik.
Tingkah laku anak kelas tinggi pun cenderung lebih dewasa, sudah mandiri, pemberian materi pelajaran pun sudah dapat dengan mudah diterima oleh siswa. Namun, pada usia-usia ini guru justru sangat waspada dengan perkembangan mereka, karena anak-anak SD pada jaman sekarang mudah terpengaruh dunia luar yang tidak baik, guru harus memperhatikan dengan baik perkembangan mereka di sekolah agar tidak terpengaruh hal-hal yang selayaknya belum pantas diterima siswa SD.
E. KESIMPULAN
Sosialisasi menunjukan pada semua factor dan proses yang membuat setiap manusia menjadi selaras dalam hidupnya ditengah-tengah orang lain. Segala sesuatu yang dipelajari idividu harus dipelajari dari anggota masyarakat lain, secara sadar apa yang diajarkan orang tua, saudara-saudaradan orang luar. Jadi sosialisasi merupkana proses membimbing dan membina individu terhadap tatanan kehidupan social masyarakat yang meliputi kebudayaan kebiasan, sikap dan ide-ide, norma-norma yang berlaku dalam suatu kelompok masyarakat dengan tujuan agar individu tersebut diterima dan menjadi anggota masyarakat yang lebih baik.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar