Nama : Novita Sari
NIM : 1730203150
Kelas : MPI E
PENDAHULUAN
Sekolah adalah sebuah konsep yang mempunyai makna ganda. Pertama, berarti suatu bangunan atau lingkungan fisik dengan segala perlengkapannya yang merupakan tempat untuk menyelenggarakan proses pendidikan tertentu bagi kelompok manusia tertentu. Dengan demikian, apabila kita mendengar perkataan “sekolah” maka yang terbayang adalah lingkungan fisik seperti itu. Banyangan sekolah sebagai lingkungan fisik seperti itu diperkuat dengan keseragaman relative mengenai bentuk bangunan dan perlengkapannya, sehingga dapa dikatakan kondisi fisik sekolah - sekolah yang sejenis dan setingkat relative sama. Kedua, sekolah berarti suatu proses atau kegiatan belajar mengajar. kita bisa menggunakan istilah “menyekolahkan” anak, atau mengatakan “anak saya bersekolah di SMP Negeri 18 Palembang”. Dalam hal ini apabila mendengar perkataan “sekolah” maka yang terbayang di kepala kita adalah proses pendidikan itu sendiri.
Jadi dalam hal ini, sekolah sangat penting untuk memenuhi kebutuhan khusus. Bisa juga “sekolah” di artikan sebagai sebuah “organisasi” , yaitu organisasi sosial yang mempunyai struktur tertentu yang melibatkan sejumlah orang dengan tugas melaksanakan suatu fungsi untuk memenuhi suatu kebutuhan. Proses belajar berjalan dalam sebuah lokasi dan diselenggarakan oleh organisasi yang mempunyai struktur dan tujuan tertentu. Karena itulah mengapa saya tertarik untuk melakukan penelitian tentang “SEKOLAH SEBAGAI ORGANISASI”.
A. RUMUSAN MASALAH
1. Apakah hubungan sekolah dan organisasi di smp negeri 18 palembang ?
2. Apa fungsi sekolah sebagai organisasi ?
3. Siapa saja sasaran organisasi sekolah ?
B. KAJIAN TEORITIS
1. Kata sekolah berasal dari bahasa lati yakni skhole, scola, scolae, atau skhola yang memiliki arti waktu luang atau waktu senggang, dimana ketika itu sekolah adalah kegiatan di waktu luang bagi anak – anak ditengah kegiatan utama mereka, yakni bermain untuk menghabiskan waktu menikmati masa anak – anak dan remaja.
Kini kata sekolah, dikatakan Sunarto (1993), telah berubah berupa bangunan atau lembaga untuk belajar dan mengajar serta tempat untuk menerima dan memberi pelajaran.[1]
Sekolah adalah sebuah lembaga yang dirancang untuk pengajaran siswa (anak didik) dibawah pengawasan pendidik (guru). Sekolah sebagai organisasi adalah perkumpulan sosial yang dibentuk oleh masyarakat, baik yang berbadan hukum maupun yang tidak berbadan hukum, yang berfungsi sebagai sarana pertisipasi masyarakat dalam pembangunan bangsa dan negara.[2]
Sekolah merupakan contoh organisasi formal, dimana pada 1957, persons menulis: “Banyak pekerjaan yang harus dilakukan sebelum kita memiliki sesuatu yang pantas diberi nama teori mengenai organisasi formal. Hal yang sama, dikemukakan oleh Bidwell (1965) dan Davies (1973), yang mengatakan meskipun sekolah merupakan benda yang sudah tidak asing lagi bagi kita dan college-college bagi banyak orang, kemampuan kita untuk menjelaskan menggeneralisasikan cara kerja dengan mendalam masih terkendala pada masalah kekurangan dalam analisis organisasi itu sendiri dan kelangkaan telaah empiris dalam pendidikan”.
Menurut Sondang P.Siagian organisasi adalah setiap bentuk persatuan antara dua orang atau lebih yang bekerja sama untuk sesuatu tujuan bersama dan terikat secara formal.
Atmosudirjo berpendapat bahwa organisasi adalah suatu bentuk kerja sama antara sekelompok orang – orang berdasarkan suatu perjanjian untuk bekerja sama guna mencapai tujuan yang tertantu.
Robert Presthus dalam bukunya The Organizatioal Society (1962) mengatakan bahwa masyarakat kita merupakan yang terdiri dari organisasi – organisasi. Pernyataan tersebut menunjukkan betapa organisasi telah menjadi fenomena yang menonjol dalam kehidupan.
Sekolah sebagai organisasi adalah perkumpulan sosial yang dibentuk oleh masyarakat, baik yang berbadam hukum, yang berfungsi sebagai sarana partisipasi masyarakat dalam pembangunan bangsa dan negara. Sebagai makhluk yang selalu hidup bersama – sama, manusia membentuk organisasi sosial untuk mencapai tujuan – tujuan tertentu yang tidak dapat mereka capai sendiri. Terbentuknya lembaga sosial berawal dari individu yang saling membutuhkan kemudian timbul aturan – aturan yang dinamakan norma kemasyarakatan.[3]
Hubungan antara organisasi dengan sekolah sangat penting bagi sautu sekolah karena sekolah harus memiliki suatu struktur yang baik dengan adanya organisasi suatu sekolah akan berjalan dengan lancar dan baik.
2. sekolah sebagai organisasi sosial dalam sosiologi, fungsinya sebagai berikut:
• fungsi manestifasi pendidikan yaitu membantu orang untuk mencari nafkah, menolong mengembangkan potensinya demi pemenuhan kebutuhan hidupnya, melestarikan kebudayaan dengan cara mengajarkan kepada generasi ke generasi berikutnya, merangsang partisipasi demokrasi melalui pengajaran keterampilan berbicara dan mengembangkan cara berfikir rasional dll.
• fungsi laten lembaga pendidikan dimana fungsi ini bertalian dengan fungsi pendidikansecara tersembunyi yakni menciptakan atau melahirkan kedewasaan anak didik. [4]
3. sasaran organisasi sekolah
a. sasaran formal, dimana ruang lingkup sasaran ini meliputi tujuan formal dari suatu organisasi.
b. sasaran informal, diaman tidak sepenuhnya bekerja sesuai dengan ketentuan formal.
c. sasaran ideologis, yang bertalian dengan seperangkat sistem eksternal atau sistem nilai yang diyakini bersama.
d. sasaran – sasaran lain yang kurang begitu kuat. [5]
C. METODOLOGI
1. pendekatan (teori)
Adalah suatu proses penelitian dan pemahaman yang berdasarkan pada metodologi yang menyeliki suatu fenomena sosial dan masalah manusia.
2. sumber
Sumber data primer yaitu sumber data yang diterima dari tangan pertama, yaitu ketua pengelola koperasi sekolah, guru pembina, gurur pembina, dan anggota koperasi sekolah smp negeri 18 palembang. Data ini diperoleh dan dikumpulkan peneliti langsung dari lapangan pada proses penelitian melalui wawancara, observasi dan catatan di lapangan.
3. metode yan dipakai
• wawancara merupakan serangkaian langakah – langkah yang diperluakan dalam pelaksanaan wawancara kualitatif.
• observasi merupakan salah satu alat penting untuk pengumuman data dalam penelitian kualitatif.
D. HASIL
Berdasarkan hasil wawancara atau observasi yang kami lakukan hubungan sekolah dan organisasi smp negeri 18 palembang dapat dikatakan cukup baik, hal ini terlihat dari beberapa kegiatan organisasi yang dilakukan oleh sekolah ini. Tapi meskipun begitu masih ada sedikit kendalam dalam hubungan sekolah dan organisasi yang disebabkan banyak yang belum memahami bagaimana cara berorganisasi. Maka dari itulah sekolah dikatana sebagai organisasi karena banyak melibatkan banyak orang yang memiliki tujuan yang sama.
E. KESIMPULAN
Sekolah sebagai organisasi adalah perkumpulan sosial yang dibentuk oleh masyarakat, baik yang berbadam hukum, yang berfungsi sebagai sarana partisipasi masyarakat dalam pembangunan bangsa dan negara. Sebagai makhluk yang selalu hidup bersama – sama, manusia membentuk organisasi sosial untuk mencapai tujuan – tujuan tertentu yang tidak dapat mereka capai sendiri. Terbentuknya lembaga sosial berawal dari individu yang saling membutuhkan kemudian timbul aturan – aturan yang dinamakan norma kemasyarakatan. [6]
Hubungan antara organisasi dengan sekolah sangat penting bagi sautu sekolah karena sekolah harus memiliki suatu struktur yang baik dengan adanya organisasi suatu sekolah akan berjalan dengan lancar dan baik.
DAFTAR PUSTAKA
Sunarto, 1993. pengatar sosiologi, Bandung: LPFE-UI.
Prof. Dr. H. Abdullah Idi, M. Ed. 2011. Sosiologi pendidikan, jakarta: PT. Rajagrafindo Persada.
Mahmud, 2012. sosiologi pendidikan, Bandung: Pustaka setia.
Horton dan hurt. 1996. Sosiologi, penerjemah: amirudin ram dan tita sobari. jakarta: penerbit erlangga.
Mahmud. 2012. sosiologi pendidikan, Bandung: Pustaka setia.
1. Sunarto, pengatar sosiologi, (Bandung: LPFE-UI, 1993), hlm. 76-77.
2. Prof. Dr. H. Abdullah Idi, M. Ed. Sosiologi pendidikan, (jakarta: PT. Rajagrafindo Persada, 2011), hlm. 142-143.
3. Mahmud, sosiologi pendidikan, (Bandung: Pustaka setia, 2012), hlm. 163.
4 Abdullah Idi, op.cit, hlm. 157-158.
5 Horton dan hurt, sosiologi, penerjemah: amirudin ram dan tita sobari, (jakarta: penerbit erlangga, 1996), hlm. 38-54.
6 Mahmud, sosiologi pendidikan, (Bandung: Pustaka setia, 2012), hlm. 163.
Jumat, 22 Juni 2018
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
SEKOLAH SEBAGAI ORGANISASI LAPORAN PENELITIAN “ SEKOLAH SEBAGAI ORGANISASI” Oleh : YOLI AMRIL SYAFIRA (1730203181) PENDAHULUAN...
-
SEKOLAH DAN MASYARAKAT LAPORAN OBSERVASI HUBUNGAN SEKOLAH DAN MASYARAKAT SD NEGERI 22 TALANG KELAPA Via Anjela Sari (1730203...
-
LAPORAN OBSERVASI TENTANG LINGKUNGAN MASYARAKAT DISUSUN OLEH : UMIYATI (1730203174) BAB I PENDAHULUAN 1. Latar Belakang Ma...
-
Laporan Observasi Tentang Sekolah Sebagai Organisasi Oleh : Seli Arindah (1730203163) BAB 1 PEMBAHASAN 1. Alasan tertarik m...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar