Kamis, 21 Juni 2018

laporan penelitian pendidikan dan pranata sosial


Pendidikan Dan Pranata Sosial

                LAPORAN PENELITIAN
“PENDIDIKAN DAN PRANATA SOSIAL”
             Oleh : SAWITRI NILAMSARI ( 1730203162 )

I.                   PENDAHULUAN
Bahasan ini tentang pendidikan dan pranata sosial di keluarga, masyarakat dan pemerintah. Menurut Koentjaraningrat (2006) mengatakan bahwa pranata sosial adalah suatu sistem tata kelakuan dan hubungan yang berpusat kepada aktivitas untuk memenuhi kompleksitas kebutuhan dalam kehidupan masyarakat yang menekankan pada sistem tata keakuan atau norma untuk memenuhi kebutuhan tersebut.
Pendidikan merupakan salah satu fungsi yang harus dilakukan dengan sebaik-baiknya oleh keluarga, masyarakat dan pemerintah secara terpadu untuk mengembangkan fungsi pendidikan. Jalaludin (2003) mengataka manusia sebagai makhluk sosial memerlukan pendidikan khusus. Pendidikan khusus itu diarahkan kepada usaha membimbing dan pengembangan potensi manusia agar serasi dengan lingkungan sosialnya. Berdasarkan ruang lingkup lingkungan sosial tersebut perlu dirumuskan pendidikan khusus dengan konsep perumusannya : 1. Pendidikan keluarga 2. Pendidikan kelembagaan yang terdiri atas kelembagaan formal dan non formal.[1]
Pendidikan sebagai pranata sosial sesungguhnya sebagai salah satu upaya dan strategi dalam mewujudkan tujuan pembangunan nasional. Tujuan pembangunan nasional yang mengharapkan terciptanya generasi masa depan yang berilmu pengetahuan-berteknolgidan beiman bertakwa dapat terwujud dengan efektif.  Tujuan tersebut akan terwujud apabila pendidikan berfungsi dengan normal dan efektif dalam menciptakan SDM yang berkualitas, ilmu pengetahuan yang relevan.

Maka dari itu saya mencoba mengamati pendidikan dan pranata sosial  dan juga laporan ini dibuat untuk memenuhi tugas mata kuliah “sosiologi pendidikan”.saya harap setelah dilakukan pengamatan ini, saya dapat mengetahui secara spesifik tentang pendidikan dan pranata sosial yang efektif serta dapat menambah informasi untuk diri saya sendiri maupun orang lain.[2]

A.    RUMUSAN MASALAH

1.      Apa yang dimaksud dengan pendidikan dan pranata sosial  ?
2.      Bagaimana fungsi pendidikan dalam keluarga, masyarakat,dan pemerintah ?

B.     KAJIAN TEORITIS

·         Kata prana dapat diartikan sebagai seperangkat aturan berkisar kegiatan atau kebutuhan sosial tertentu. Pranata sebagai suatu sistem tingkah laku sosial bersifat resmi serta adat-istiadat dan norma yang mengatur tingkah laku itu dan seluruh perlengkapan di berbagai kompleks manusia dalam masyarakat. Pranata dapat pula diartikan sebagai suatu sistem pola sosial yang tersusun rapi dan relatif bersifat permanen serta mengandung perilaku tertentu yang kokoh dan terpadu demi pemuasan dan pemenuhan kebutuhan pokok masyarakat.
Istilah pranata sangat relevan dengan istilah sosial, yang dalam perspektif sosiologi ditemukan sejumlah penegrtian. Istilah lembaga kemasyarakatan, merupakan terjemahan langsung dari istilah asing social-institution. Akan tetapi, hingga kini belum ada kesepakatan tentang istilah Indonesia yang dengan tepat dapat menggambarkan makna substansif dari social institution. Ada yang menggunakan istilah pranata sosial, tetapi social instution menunjukkan pada adanya unsur-unsur yang mengatur perilaku warga masyarakat. Untuk memberikan suatu batasan, dapat dikatakan bahwa lebaga kemasyarakatan merupakan himpunan norma-norma segala tingkatan yang berkisar pada suatu kebutuhan pokok dalam kehidupan masyarakat. Wujud konkret lembaga kemasyarakatan tersebut adalah asosiasi (association).
Dalam setiap masyarakat, setidaknya terdapat lima lembaga/pranata sosial, yakni keluarga, pendidikan, agama, ekonomi, dan pemerintah. Tiap pranata sosial memiliki fungsi dan tanggung jawab masing-masing.[3]
 Adapun ciri-ciri pranata adalah: memiliki lambang atau simbol, memiliki tata tertib dan tradisi, memiliki satu atau beberapa tujuan, memiliki nilai, memiliki usia lebih lama atau tingkat kekebalan tertentu, dan memiliki alat kelengkapan.
Sedangkan menurut Bruce. J Cohen (1992), juga menuturkan bahwa ada sejumlah karakteristik/ciri suatu pranata sosial, yaitu:
a) Tiap pranata sosial memiliki tjuan utama berupa kebutuhan khusu masyarakat. Misalnya demi tercapainya sasaran lembaga, tiap lembaga memiliki fungsi ganda yang harus dilaksanakan. Keluarga memiliki tanggung jawab kepada pememliharaan ketertiban dalam masyarakat, melindungi masyarakat dari serangan luar, dan menetapkan norma/peraturan.
b) Keluarga mengandung nila-nilai utama yang bersumber dari anggotanya. Di amerika serikat nila-nlai yang dijumpai dalam lembaga pemerintahan meliputi sistem demokrasi pemerintahan, pemilihan umum, perwakilan legislatif, dan persmaan kedudukan dimata hukum.
c) Pranta relatif bersifat permanen, dalam hal pola-pola perilaku yang ditetapkan dalam lembaga menjadi bagian dari tradisi kebudayaan yang ada.
d) Dasar-dasar pranata begitu luas sehingga kegiatan-kegiatan mereka menempati kedudukan sentral dalam masyarakat, perubahan pada satu lembaga kemungkinan besar dapat mengakibatkan perubahan pada lembaga lainnya. Misalnya semua lembaga dalam masyarakat terpengaruh oleh goncangan keras siklus ekonomi.[4]
e) Meskipun semua pranata memiliki sifat saling ketergantungan dalam masyarakat, masing-masing lembaga disusun dan diorganisasikan
secara sempurna disekitar rangkaian pola-pola normal, nilai dan perilaku diharapkan.
Ide-ide pranata umumnya diterima mayoritas anggota masyarakat, tidak peduli apakah mereka turut berpartisipasi atau tidak dalam lembaga. Dari uraian diatas, tampak bahwa peran suatu lembaga dalam kehidupan, tidak hanya melahirkan satu pola aktivitas dari segi sosial untuk memenuhi kebutuhan manusia, tetapi juga pola organisasi untuk melakukannya. Suatu pranata sosial/lembaga sosial juga memili fungsi antara lain: memberian bagi peranan pendidikan, bertindak sebagai pranata transfer warisan kebudayaan, memperkenalkan
kepada individu tentang berbagai peran dalam masyarakat, mempersiapkan individu dengan berbagai peranan sosial yang dikehendaki, memberikan landasan bagi penilaian dan pemahaman status relatif, meningkatkan kemajuan melalui pengikutsertaan dalam riset ilmiah, memperkuat penyesuain diri dan mengembangkan hubungan sosial.

·      Pendidikan merupakan salah satu fungsi yang harus dilakukan dengan sebaik-baiknya oleh keluarga, masyarakat, dan pemerintah secara terpadu untuk mengembangkan fungsi pendidikan. Keberhasilan pendidikan bukan hanya dapat diketahui dari kualitas individu, melainng kan juga keterkaitan era dengan kualitas kehidupan masyarakat, berbangsa, dan bernegara. Jalaludin (2003) mengtakan, manusia sebagai makhluk sosial memerlukan pendidikan khusus. Pendidikan khusus itu diarahkan kepada usaha pembimbing dan pengembangan potensi manusia agar serasi dengan lingkungan sosialnya. Berdasarkan ruang lingkup lingkungannya sosial tersebut perlu dirumuskan pendidikan khusus, dengan konsep perumusannya. Pendidikan keluarga, Pendidikan kelembagaan Yang terdiri atas kelembagaan formal seperti madrasah ataupun pesantren hingga kejenjang perguruan tinggi, dan kelembagaan nonformal, seperti majlis ta’lim, baik di masjid maupun majlis lainnya. Dilihat dari ruang lingkupya, pendidikan terdiri dari tiga jenis[5], yaitu :
1. Pendidikan dalam keluarga (informal), maksudnya pendidikan keluarga dan lingkungannya. Keluarga merupakan bagian dari pranta sosial begitu juga dengan pendidikan. Pengaruh keluarga sangat mempegaruhi kepribadian anak, sebab waktu terbanyak anak adalah keluarga dan di dalam keluarga itulah diletakkan sendi-sendi dasar pendidikan. Keluarga merupakan institusi sosial yang bersifat universal multifungsional, yaitu fungsi pengawasan, sosial, pendiidkan, keagamaan, perlindungan, dan rekreasi. Dalam keluarga sangat berperan penting dalam pembentukan kepribadian anak, karena hal ini sangat penting dalam kehidupan sosial. Selain itu kelurga juga harus memperhatikan landasan moral, nilai yang dapat dijadikan sebagai landasan untuk mendorong pendidikan dalam keluarga.
2. Pendidikan di sekolah (formal), maksudnya jalur pendidikan terstruktur dan berjenjang yang terdiri dari pendidikan dasar, pendidikan menengah, dan pendidikan tinggi. Anak yang telah menyelesaikan sekolah diharpan sanggup melakukan pekerjaan sebagai mata pencarian atau setidaknya mempunyai dasar ketrampilan untuk mencari nafkah. Bukan hanya masalah pekerjaan, tetapi sekolah sangat berpengaruh dalam kehidupan manusia. Fungsi pendidikan disekolah antara lain :
a) Fungsi transmisi dan transformasi kebudayaan. Funsi transmisi terdiri dari transmisi pengetahuan dan ketrampilan.
b) Fungsi peranan manusia sosial. Seolah diharpan dapat membentuk manusia sosial yang dapat bergaul dengan sesama manusia, meskipun berbeda agama, susku, ekonomi, dan sebagainya.
c) Fungsi memebentuk ketrampilan sebgai dasar ketrampilan. Sekolah juga harus memperhatikan perkembangan jasmani melalui program olah raga, senam dan kesehatan. Bukan hanya memperhatikan perkembangan intlektualnya saja.
d) Sekolah mempersiapkan anak untuk suatu pekerjaan.
e) Integrasi sosial keuthan sosial sangat penting untuk menciptakan keseimbangan hidup masyarakat.
pendidikan diluar formal yang dapat dilaksankan secara tersruktur dan berjenjang. Masyarakat dapat di artikan sebagai suatu bentuk dengan tata nilai dan tata budaya sendiri. Dalam arti masyarakat adalah wadah dan wahana pendidikan. Melalu lembaga-lembaga masyarakat tersebut menjadi proses pendidikan yang dapat memebntuk kepribadian kemasyarakatan.[6]
C.Metodelogi 1.Pendekatan Dalammelakukan penelitian ini saya menggunakan pendekatan kuantitatif dengan mendapatkan data dari wawancara dengan narasumber.
2. Sumber yang di wawancarai  
Sumber yang saya wawancarai adalah Pak Ahmad tetangga tempat saya tinggal                                                                                     
3.      Metode yang digunakan 
Metode yang saya gunakan adalah metode penelitian perkembangan

II.                PEMBAHASAN
D.Hasil Wawancara
       Hari Senin 11 Juni 2018, saya berkunjung ke rumah Pak Ahmad sekitar pukul 13:00 WIB . Narasumber menyambut kedatangan saya dan mempersilakkan untuk melakukan wawancara.
1.      Assalamualaikum wr.wb pak, maaf mengganggu waktu bapak
Ø  Wa’alaikumsalam wr.wb iya silahkan
2.      Berapa tahun bapak bertempat tinggal di desa ini ?
Ø  Saya tinggal disini sudah 10 tahun
3.      Menurut bapak mengapa pendidikan dalam keluarga itu penting ?
Ø  Baik, menurut saya pendidikan itu berasal dari keluarga karena pendidikan itu harus ditanamkan dalam diri seorang anak sedari dini untuk membuat anak bisa memahami cara berinteraksi dengan orang lain, menyatakan keinginan dan perasaan, menyampaikan pendapat, bertutur kata, bersikap, berperilaku, hingga bagaimana menganut nilai-nilai tertentu sebagai prinsip dalam hidup. Intinya, keluarga merupakan basis pendidikan bagi setiap orang.
4.      Bagaimana bersosialiasi dalam bermasyarakat yang baik pak ?
Ø  Menyapa seseorang yang kita lewati
Ø  Selalu berbicara hal yang baik
Ø  Harus saling menerima pendapat satu sama lain
Ø  Saling menghormati sesama tetangga
Ø  Bermusyawarah dan mufakat dll.
5.       Bagaimana menciptakan masyarakat yang rukun dalam bersosialisasi dimasyarakat ?
Ø  Indonesia terdiri dari beranekaragam suku, ras, budaya dan agama. Kadang keberagaman ini memicu timbulnya konflik. Untuk itulah diperlukan sikap toleransi, kesabaran dan kerendahan hati dalam hidup bermasyarakat. Kerukunan hendaknya dimulai dari lingkup terkecil, yaitu keluarga. Bila sikap saling toleransi dijunjung tinggi dalam sebuah keluarga, tentunya akan berimbas dalam kehidupan bermasyarakat.








E. KESIMPULAN
                 
                              Pendidikan dan pranata sosial adalah sesuatu  yang bertalian satu sama lain. Beberapa kebutuhan manusia, seperti kebutuhan pendidikan, akan diperoleh lebih terstruktur dengan adanya lembaga sosial atau pranata sosial. Pranata sosial akan ada jika ada kebutuhan individu yang digabungkan dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhannya.
            Macam-macam pranata sosial dalam masyarakat adalah pranata keluarga, pranata agama, pranata politik, pranata pendidikan, pranata ekonomi, pranata kesenian, pranata pelayanan sosial, dan pranata ilmiah.
            Pendidikan merupakan salah satu fungsi yang harus dilakukan dengan sebaik-baiknya oleh keluarga,masyarakat, dan pemerintah secara terpaduuntuk megembangkan fungsi pendidikan.

















III.             DAFTAR PUSTAKA

Idi, Abdullah 2011. Sosiologi pendidikan.Jakarta:Raja Grafindo Persada
Undang-undang RI Nasional Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan  Nasional
Padil & Triyo Suprayitno, Sosiologi Pendidikan ( Malang:UIN-Maliki Press,2010),hal 117.
Annur,Saipul 2017. Psikologi  Pendidikan. Palembang
Rusmaini, 2017. Ilmu Pendidiikan Islam. Palembang: Grafik Telindo Press, hal


[1]Idi, Abdullah, Sosiologi pendidikan.Jakarta:Raja Grafindo Persada 2011, halm 165-166.
[2]Ibid, halm 168.
[3]Padil & Triyo Suprayitno, Sosiologi Pendidikan  Malang:UIN-Maliki Press,2010,hal 117.

[4]Undang-undang RI Nasional Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan  Nasional
K’j            Zdcgb8,9
[5]Rusmaini, Ilmu Pendidiikan Islam, Palembang: Grafik Telindo Press, 2017, hal 45.

[6]Annur,Saipul, Psikologi  Pendidikan. Palembang, halm 118.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

SEKOLAH SEBAGAI ORGANISASI LAPORAN PENELITIAN “ SEKOLAH SEBAGAI ORGANISASI” Oleh : YOLI AMRIL SYAFIRA (1730203181) PENDAHULUAN...