Pendidikan Dan Pranata Sosial
LAPORAN PENELITIAN
“PENDIDIKAN DAN PRANATA SOSIAL”
Oleh :
SAWITRI NILAMSARI ( 1730203162 )
I.
PENDAHULUAN
Bahasan ini tentang pendidikan dan pranata sosial di keluarga,
masyarakat dan pemerintah. Menurut Koentjaraningrat (2006) mengatakan bahwa
pranata sosial adalah suatu sistem tata kelakuan dan hubungan yang berpusat
kepada aktivitas untuk memenuhi kompleksitas kebutuhan dalam kehidupan
masyarakat yang menekankan pada sistem tata keakuan atau norma untuk memenuhi
kebutuhan tersebut.
Pendidikan merupakan salah satu fungsi yang harus dilakukan dengan
sebaik-baiknya oleh keluarga, masyarakat dan pemerintah secara terpadu untuk
mengembangkan fungsi pendidikan. Jalaludin (2003) mengataka manusia sebagai
makhluk sosial memerlukan pendidikan khusus. Pendidikan khusus itu diarahkan
kepada usaha membimbing dan pengembangan potensi manusia agar serasi dengan
lingkungan sosialnya. Berdasarkan ruang lingkup lingkungan sosial tersebut
perlu dirumuskan pendidikan khusus dengan konsep perumusannya : 1. Pendidikan
keluarga 2. Pendidikan kelembagaan yang terdiri atas kelembagaan formal dan non
formal.[1]
Pendidikan sebagai pranata sosial sesungguhnya sebagai salah satu
upaya dan strategi dalam mewujudkan tujuan pembangunan nasional. Tujuan
pembangunan nasional yang mengharapkan terciptanya generasi masa depan yang
berilmu pengetahuan-berteknolgidan beiman bertakwa dapat terwujud dengan
efektif. Tujuan tersebut akan terwujud
apabila pendidikan berfungsi dengan normal dan efektif dalam menciptakan SDM
yang berkualitas, ilmu pengetahuan yang relevan.
Maka dari itu saya mencoba mengamati pendidikan dan pranata
sosial dan juga laporan ini dibuat untuk
memenuhi tugas mata kuliah “sosiologi pendidikan”.saya harap setelah dilakukan
pengamatan ini, saya dapat mengetahui secara spesifik tentang pendidikan dan
pranata sosial yang efektif serta dapat menambah informasi untuk diri saya
sendiri maupun orang lain.[2]
A.
RUMUSAN MASALAH
1.
Apa yang
dimaksud dengan pendidikan dan pranata sosial ?
2.
Bagaimana
fungsi pendidikan dalam keluarga, masyarakat,dan pemerintah ?
B.
KAJIAN TEORITIS
·
Kata prana
dapat diartikan sebagai seperangkat aturan berkisar kegiatan atau kebutuhan
sosial tertentu. Pranata sebagai suatu sistem tingkah laku sosial bersifat
resmi serta adat-istiadat dan norma yang mengatur tingkah laku itu dan seluruh
perlengkapan di berbagai kompleks manusia dalam masyarakat. Pranata dapat pula
diartikan sebagai suatu sistem pola sosial yang tersusun rapi dan relatif
bersifat permanen serta mengandung perilaku tertentu yang kokoh dan terpadu
demi pemuasan dan pemenuhan kebutuhan pokok masyarakat.
Istilah pranata sangat relevan dengan istilah sosial, yang dalam
perspektif sosiologi ditemukan sejumlah penegrtian. Istilah lembaga
kemasyarakatan, merupakan terjemahan langsung dari istilah asing
social-institution. Akan tetapi, hingga kini belum ada kesepakatan tentang
istilah Indonesia yang dengan tepat dapat menggambarkan makna substansif dari
social institution. Ada yang menggunakan istilah pranata sosial, tetapi social
instution menunjukkan pada adanya unsur-unsur yang mengatur perilaku warga
masyarakat. Untuk memberikan suatu batasan, dapat dikatakan bahwa lebaga
kemasyarakatan merupakan himpunan norma-norma segala tingkatan yang berkisar
pada suatu kebutuhan pokok dalam kehidupan masyarakat. Wujud konkret lembaga
kemasyarakatan tersebut adalah asosiasi (association).
Dalam
setiap masyarakat, setidaknya terdapat lima lembaga/pranata sosial, yakni
keluarga, pendidikan, agama, ekonomi, dan pemerintah. Tiap pranata sosial
memiliki fungsi dan tanggung jawab masing-masing.[3]
Adapun ciri-ciri pranata adalah: memiliki
lambang atau simbol, memiliki tata tertib dan tradisi, memiliki satu atau
beberapa tujuan, memiliki nilai, memiliki usia lebih lama atau tingkat
kekebalan tertentu, dan memiliki alat kelengkapan.
Sedangkan menurut Bruce. J Cohen (1992), juga menuturkan bahwa ada
sejumlah karakteristik/ciri suatu pranata sosial, yaitu:
a)
Tiap pranata sosial memiliki tjuan utama berupa kebutuhan khusu masyarakat.
Misalnya demi tercapainya sasaran lembaga, tiap lembaga memiliki fungsi ganda
yang harus dilaksanakan. Keluarga memiliki tanggung jawab kepada pememliharaan
ketertiban dalam masyarakat, melindungi masyarakat dari serangan luar, dan
menetapkan norma/peraturan.
b)
Keluarga mengandung nila-nilai utama yang bersumber dari anggotanya. Di amerika
serikat nila-nlai yang dijumpai dalam lembaga pemerintahan meliputi sistem
demokrasi pemerintahan, pemilihan umum, perwakilan legislatif, dan persmaan
kedudukan dimata hukum.
c)
Pranta relatif bersifat permanen, dalam hal pola-pola perilaku yang ditetapkan
dalam lembaga menjadi bagian dari tradisi kebudayaan yang ada.
d)
Dasar-dasar pranata begitu luas sehingga kegiatan-kegiatan mereka menempati
kedudukan sentral dalam masyarakat, perubahan pada satu lembaga kemungkinan
besar dapat mengakibatkan perubahan pada lembaga lainnya. Misalnya semua
lembaga dalam masyarakat terpengaruh oleh goncangan keras siklus ekonomi.[4]
e)
Meskipun semua pranata memiliki sifat saling ketergantungan dalam masyarakat,
masing-masing lembaga disusun dan diorganisasikan
secara
sempurna disekitar rangkaian pola-pola normal, nilai dan perilaku diharapkan.
Ide-ide
pranata umumnya diterima mayoritas anggota masyarakat, tidak peduli apakah
mereka turut berpartisipasi atau tidak dalam lembaga. Dari uraian diatas,
tampak bahwa peran suatu lembaga dalam kehidupan, tidak hanya melahirkan satu
pola aktivitas dari segi sosial untuk memenuhi kebutuhan manusia, tetapi juga
pola organisasi untuk melakukannya. Suatu pranata sosial/lembaga sosial juga
memili fungsi antara lain: memberian bagi peranan pendidikan, bertindak sebagai
pranata transfer warisan kebudayaan, memperkenalkan
kepada
individu tentang berbagai peran dalam masyarakat, mempersiapkan individu dengan
berbagai peranan sosial yang dikehendaki, memberikan landasan bagi penilaian
dan pemahaman status relatif, meningkatkan kemajuan melalui pengikutsertaan
dalam riset ilmiah, memperkuat penyesuain diri dan mengembangkan hubungan
sosial.
· Pendidikan merupakan salah satu fungsi yang harus dilakukan dengan
sebaik-baiknya oleh keluarga, masyarakat, dan pemerintah secara terpadu untuk
mengembangkan fungsi pendidikan. Keberhasilan pendidikan bukan hanya dapat
diketahui dari kualitas individu, melainng kan juga keterkaitan era dengan
kualitas kehidupan masyarakat, berbangsa, dan bernegara. Jalaludin (2003)
mengtakan, manusia sebagai makhluk sosial memerlukan pendidikan khusus.
Pendidikan khusus itu diarahkan kepada usaha pembimbing dan pengembangan
potensi manusia agar serasi dengan lingkungan sosialnya. Berdasarkan ruang
lingkup lingkungannya sosial tersebut perlu dirumuskan pendidikan khusus,
dengan konsep perumusannya. Pendidikan keluarga, Pendidikan kelembagaan Yang
terdiri atas kelembagaan formal seperti madrasah ataupun pesantren hingga
kejenjang perguruan tinggi, dan kelembagaan nonformal, seperti majlis ta’lim,
baik di masjid maupun majlis lainnya. Dilihat dari ruang lingkupya, pendidikan
terdiri dari tiga jenis[5],
yaitu :
1. Pendidikan dalam keluarga (informal), maksudnya pendidikan
keluarga dan lingkungannya. Keluarga merupakan bagian dari pranta sosial begitu
juga dengan pendidikan. Pengaruh keluarga sangat mempegaruhi kepribadian anak,
sebab waktu terbanyak anak adalah keluarga dan di dalam keluarga itulah
diletakkan sendi-sendi dasar pendidikan. Keluarga merupakan institusi sosial
yang bersifat universal multifungsional, yaitu fungsi pengawasan, sosial,
pendiidkan, keagamaan, perlindungan, dan rekreasi. Dalam keluarga sangat
berperan penting dalam pembentukan kepribadian anak, karena hal ini sangat
penting dalam kehidupan sosial. Selain itu kelurga juga harus memperhatikan
landasan moral, nilai yang dapat dijadikan sebagai landasan untuk mendorong
pendidikan dalam keluarga.
2. Pendidikan di sekolah (formal), maksudnya jalur pendidikan
terstruktur dan berjenjang yang terdiri dari pendidikan dasar, pendidikan
menengah, dan pendidikan tinggi. Anak yang telah menyelesaikan sekolah diharpan
sanggup melakukan pekerjaan sebagai mata pencarian atau setidaknya mempunyai
dasar ketrampilan untuk mencari nafkah. Bukan hanya masalah pekerjaan, tetapi
sekolah sangat berpengaruh dalam kehidupan manusia. Fungsi pendidikan disekolah
antara lain :
a) Fungsi transmisi dan transformasi kebudayaan. Funsi transmisi
terdiri dari transmisi pengetahuan dan ketrampilan.
b) Fungsi peranan manusia sosial. Seolah diharpan dapat membentuk
manusia sosial yang dapat bergaul dengan sesama manusia, meskipun berbeda
agama, susku, ekonomi, dan sebagainya.
c) Fungsi memebentuk ketrampilan sebgai dasar ketrampilan. Sekolah
juga harus memperhatikan perkembangan jasmani melalui program olah raga, senam
dan kesehatan. Bukan hanya memperhatikan perkembangan intlektualnya saja.
d) Sekolah mempersiapkan anak untuk suatu pekerjaan.
e) Integrasi sosial keuthan sosial sangat penting untuk menciptakan
keseimbangan hidup masyarakat.
pendidikan diluar formal yang dapat dilaksankan secara tersruktur
dan berjenjang. Masyarakat dapat di artikan sebagai suatu bentuk dengan tata
nilai dan tata budaya sendiri. Dalam arti masyarakat adalah wadah dan wahana
pendidikan. Melalu lembaga-lembaga masyarakat tersebut menjadi proses
pendidikan yang dapat memebntuk kepribadian kemasyarakatan.[6]
C.Metodelogi 1.Pendekatan Dalammelakukan penelitian ini saya menggunakan
pendekatan kuantitatif dengan mendapatkan data dari wawancara dengan
narasumber.
2. Sumber yang di wawancarai
Sumber yang
saya wawancarai adalah Pak Ahmad tetangga tempat saya tinggal
3.
Metode yang
digunakan
Metode yang saya gunakan adalah metode penelitian perkembangan
II.
PEMBAHASAN
D.Hasil Wawancara
Hari Senin 11 Juni
2018, saya berkunjung ke rumah Pak Ahmad sekitar pukul 13:00 WIB . Narasumber
menyambut kedatangan saya dan mempersilakkan untuk melakukan wawancara.
1.
Assalamualaikum
wr.wb pak, maaf mengganggu waktu bapak
Ø Wa’alaikumsalam wr.wb iya silahkan
2.
Berapa tahun
bapak bertempat tinggal di desa ini ?
Ø Saya tinggal disini sudah 10 tahun
3.
Menurut bapak
mengapa pendidikan dalam keluarga itu penting ?
Ø Baik, menurut saya pendidikan itu berasal dari keluarga karena
pendidikan itu harus ditanamkan dalam diri seorang anak sedari dini untuk
membuat anak bisa memahami cara berinteraksi dengan orang lain, menyatakan
keinginan dan perasaan, menyampaikan pendapat, bertutur kata, bersikap,
berperilaku, hingga bagaimana menganut nilai-nilai tertentu sebagai prinsip
dalam hidup. Intinya, keluarga merupakan basis pendidikan bagi setiap orang.
4.
Bagaimana
bersosialiasi dalam bermasyarakat yang baik pak ?
Ø Menyapa seseorang yang kita lewati
Ø Selalu berbicara hal yang baik
Ø Harus saling menerima pendapat satu sama lain
Ø Saling menghormati sesama tetangga
Ø Bermusyawarah dan mufakat dll.
5.
Bagaimana menciptakan masyarakat yang rukun
dalam bersosialisasi dimasyarakat ?
Ø Indonesia terdiri dari beranekaragam suku, ras, budaya dan agama.
Kadang keberagaman ini memicu timbulnya konflik. Untuk itulah diperlukan sikap
toleransi, kesabaran dan kerendahan hati dalam hidup bermasyarakat. Kerukunan
hendaknya dimulai dari lingkup terkecil, yaitu keluarga. Bila sikap saling
toleransi dijunjung tinggi dalam sebuah keluarga, tentunya akan berimbas dalam
kehidupan bermasyarakat.
E. KESIMPULAN
Pendidikan dan pranata sosial adalah
sesuatu yang bertalian satu sama lain.
Beberapa kebutuhan manusia, seperti kebutuhan pendidikan, akan diperoleh lebih
terstruktur dengan adanya lembaga sosial atau pranata sosial. Pranata sosial
akan ada jika ada kebutuhan individu yang digabungkan dengan tujuan untuk
memenuhi kebutuhannya.
Macam-macam
pranata sosial dalam masyarakat adalah pranata keluarga, pranata agama, pranata
politik, pranata pendidikan, pranata ekonomi, pranata kesenian, pranata
pelayanan sosial, dan pranata ilmiah.
Pendidikan
merupakan salah satu fungsi yang harus dilakukan dengan sebaik-baiknya oleh
keluarga,masyarakat, dan pemerintah secara terpaduuntuk megembangkan fungsi
pendidikan.
III.
DAFTAR PUSTAKA
Idi, Abdullah 2011. Sosiologi pendidikan.Jakarta:Raja Grafindo
Persada
Undang-undang RI Nasional Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem
Pendidikan Nasional
Padil & Triyo Suprayitno, Sosiologi Pendidikan (
Malang:UIN-Maliki Press,2010),hal 117.
Annur,Saipul 2017. Psikologi
Pendidikan. Palembang
Rusmaini,
2017. Ilmu Pendidiikan Islam. Palembang: Grafik Telindo Press, hal
[1]Idi,
Abdullah, Sosiologi pendidikan.Jakarta:Raja Grafindo Persada 2011, halm
165-166.
[3]Padil
& Triyo Suprayitno, Sosiologi Pendidikan Malang:UIN-Maliki Press,2010,hal 117.
[4]Undang-undang RI Nasional Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem
Pendidikan Nasional
[5]Rusmaini, Ilmu Pendidiikan Islam, Palembang: Grafik Telindo
Press, 2017, hal 45.
[6]Annur,Saipul, Psikologi Pendidikan. Palembang, halm 118.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar